Our blog

29 Apr 2019
by Dewi
Ilustrasi bandwidth

5 Cara Mengurangi Penggunaan Bandwidth Pada Jaringan

Bandwidth adalah istilah luas yang berarti ukuran laju bit dari kapasitas transmisi melalui sistem komunikasi jaringan atau kapasitas jaringan. Hein dalam artikelnya menjelaskan bandwidth mengacu pada jumlah maksimum data yang dapat ditransfer melalui jaringan anda. Maksudnya adalah dalam jaringan, bandwidth bertugas untuk mengangkut data yang kemudian akan diproses sekaligus. Biasanya bandwidth ada dalam jaringan komunikasi fisik atau pun nirkabel. Bagi IT dan network engineer pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah ini dan mengetahui bahwa semakin besar jaringan maka semakin banyak pula bandwidth yang digunakan untuk menangani transfer yang terjadi setiap hari. Maka dari itu, menganalisis penggunaan bandwidth itu diperlukan terlebih bagi perusahaan-perusahaan yang selalu memanfaatkan jaringan untuk kelancaran bisnisnya.

Lalu apa yang akan terjadi apabila anda tidak memonitor penggunaan bandwidth? Salah satu akibatnya adalah dapat mempengaruhi kinerja jaringan. Hal ini dikarenakan jaringan memiliki batas kapasitas dan kecepatan transfer data. Kebalikannya, dengan network performance monitoring (NPM), anda tidak usah khawatir karena NPM dapat menentukan di mana dan kapan terjadinya masalah transmisi pada jaringan dan juga dapat mengamati berapa banyak bandwidth yang digunakan pada satu waktu. Berikut adalah 5 cara mengurangi penggunaan bandwidth.

1. Cache Your Website

Cara pertama ini dapat mengurangi penggunaan bandwidth website anda. Caranya adalah menetapkan tanggal kadalursa dalam header HTTPS sehingga browser milik pengunjung anda akan me-refresh konten setelah waktu tertentu. Hal itu memungkinkan browser mereka menyimpan salinan situs web milik anda, dan halaman-halaman disajikan dari copy di browser dan bukan server web anda setiap kali pengunjung berkunjung ke web milik anda.

2. Pemindaian Malware

Seperti yang telah diketahui, Malware sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan berbagai macam gangguan pada jaringan. Dengan menggunakan network performance monitoring (NPM), anda dapat mendeteksi adanya malware secara otomatis maupun manual. Jika terdeteksi adanya penggunaan bandwidth yang tidak normal yang disebabkan oleh malware, NPM akan memberi peringatan kepada anda.

3. Buatlah teks singkat dan sederhana

Cara ketiga ini cukup mudah, anda harus menemukan dan menghilangkan teks maupun gambar yang tidak perlu. Pastikan semuanya sekecil dan sesedikit mungkin.

4. Menfidentifikasi Bandwidth Hogs

Apa yang dimaksud dengan bandwidth hogs? Menurut technopedia, bandwidth hogs merupakan istilah umum untuk pengguna internet yang menggunakan bandwidth lebih banyak dari pada pengguna lainnya di jaringan yang sama. Istilah lainya adalah pengguna internet yang berat. NPM dapat mengatasi masalah tersebut. Hal ini dikarenakan NPM dapat menentukan perangkat dan pengguna mana yang menggunakan bandwidth paling banyak di jaringan dan memberi tahukannya ke tim jaringan. Sehingga dapat diambil langkah selanjutnya.

5. Kualitas Layanan

Cara terakhir adalah kualitas layanann yang mengacu pada kemampuan jaringan untuk mengalokasikan dan memesan sumber daya untuk aplikasi atau aliran data. Network performance monitoring dengan kemampuan ini dapat membantu mencegah perangkat saling menganggu dalam menggunakan bandwidth dan beroperasi dengan benar.

Referensi :

https://www.technopedia.com/definition/5445/bandwidth

https://www.technopedia.com/definition/23178/bandwidth-hog

https://www.solutionsreview.com/network-monitoring/5-ways-to-reduce-bandwidth-usage-on-your-networks

https://www.exabytes.my/blog/bandwidth-data-transfer/

26 Apr 2019
by Dewi
Komputer - 5 Keuntungan Menggunakan Network Monitoring

5 Keuntungan Menggunakan Monitoring Jaringan

Di perusahaan-perusahaan yang selalu memanfaatkan jaringan untuk kelancaran bisnisnya, pasti sangat membutuhkan IT atau network engineer untuk memonitor perangkat mereka terlebih ketika sedang mati atau bermasalah. Monitoring secara manual dan menunggu keluhan dari konsumen dahulu baru dilakukan tindakan, merupakan cara yang tidak efisien dan menghabiskan banyak waktu. Dikarenakan semakin banyaknya waktu yang digunakan, maka semakin banyak pula uang yang dikeluarkan sehingga konsumen anda akan merasa kurang puas. Solusi untuk permasalahan ini adalah anda harus mulai menggunakan monitoring jaringan (network monitoring). Ada banyak keuntungan yang bisa anda dapatkan ketika menggunakan network monitoring. Apa saja keuntungan-keuntungan tersebut? Mari simak 5 keuntungan menggunakan monitoring jaringan berikut ini.

1. Lebih Cepat Mengatasi Masalah

Seperti yang sudah disinggung pada paragraf pertama, memonitor jaringan secara manual akan sangat menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Kebalikannya, aplikasi monitoring jaringan dapat membuat permasalahan-permasalahan yang terjadi pada jaringan maupun perangkat jaringan yang mati dan abnormal traffic fluctuation (fluktuasi trafik abnormal) menjadi lebih cepat dan lebih mudah untuk di ketahui. Hal tersebut dikarenakan network monitoring software dapat mengidentifikasi masalah dan membantu anda untuk mengatasinya

2. Mengidentifikasi Ancaman Keamanan

Tidak hanya dapat mengidentifikasi permasalahan seperti matinya jaringan, alat monitoring jaringan juga dapat memberikan keamanan dan membantu untuk mengamankan data kritikal bisnis (business-critical data) yang anda miliki. Collin Mitchell dalam sebuah artikelnya mengatakan bahwa dengan memonitor jaringan, anda akan mendapatkan gambaran dari normal operating level. Setiap lonjakan pada level ini akan mengingatkan anda tentang adanya ancaman keamanan pada jaringan.

3. Terhindar dari Pemadaman Jaringan

Pemadaman IT (IT outages) biasanya terjadi yang diakibatkan oleh konfigurasi isu, kesalahan manusia sendiri, dan semua faktor lingkungan juga dapat berkontribusi. Pemadaman jaringan dilaporkan dalam salah satu artikel yang diterbitkan the Atlantic, dapat menelan biaya bisnis sekitar $22,000. Dengan menggunakan network monitoring, anda akan terhindar dari pemadaman yang dapat menyebabkan pembengkakan biaya dan lain sebagainya.

4. Mengelola Pertumbuhan dan Perubahan Jaringan yang Kompleks

Seperti yang kita tahu, teknologi merupakan sesuatu yang tidak stagnan alias perkembangannya terjadi terus menerus dan kompleks. Begitu pun juga halnya dengan jaringan yang berkembang sangat kompleks. Jadi, jika anda akan melakukan migrasi cloud (cloud migration), maka anda membutuhkan alat monitoring  (monitoring tool) yang juga fleksibel dan dapat diandalkan yang dapat melacak semua asset IP milik anda.

5. Membenarkan Perbaruan Perangkat

Selain dapat mengatasi masalah-masalah yang kerap terjadi pada jaringan seperti yang telah disebutkan di atas, monitoring jaringan juga dapat melihat history bagaimana performa perangkat jaringan yang anda miliki dari waktu ke waktu. Mitchel juga mengatakan dalam artikelnya, bahwa dalam beberapa kasus monitoring jaringan professional dapat memberikan informasi yang anda butuhkan untuk membenarkan perbaruan perangkat. Jika monitoring jaringan yang anda miliki tidak dapat melakukan aksi seperti ini, anda dapat menggunakan data dari monitoring jaringan anda untuk membuktikannya.

Itulah kelima keuntungan yang akan anda dapatkan ketika anda menggunakan network monitoring (monitoring jaringan). Netmonk, network monitoring in Indonesia, dari Ketitik juga merupakan salah satu pilihan aplikasi monitoring jaringan yang bisa anda jadikan pilihan untuk memonitor perangkat jaringan. Selain itu, Netmonk memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki oleh alat monitoring lainnya. Jadi, apakah anda masih ragu untuk menggunakannya?

Referensi :

https://www.helpsystems.com/resources/artices/top-benefits-network-mmonitoring

https://www.monstertechnology.net/2018/03/05/6-undeniable-benefits-network-monitoring/

17 Apr 2019
by Dewi
Gambar Active Vs Passive Network Monitoring

Active Vs Passive Network Monitoring

Network monitoring (monitoring jaringan) merupakan alat yang dapat digunakan untuk memonitor dan mengukur performa jaringan yang anda miliki. Pada umumnya alat monitoring jaringan digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang selalu mengandalkan jaringan untuk kelancaran bisnisnya. Dalam monitoring jaringan dibagi menjadi dua metode yaitu aktif dan pasif monitoring. Apa perbedaan antara aktif monitoring jaringan dan pasif monitoring jaringan? Manakah dari keduanya yang harus anda gunakan? Mari simak penjelasan mengenai keduanya berikut ini.

Active monitoring

Active monitoring yang juga disebut sebagai synthetic monitoring, bekerja dengan mendorong uji lalu lintas ke lingkungan dan kemudian mengukur bagaimana lalu lintas itu melewati jaringan. Menurut Daniel Hein, active network monitoring mensimulasikan perilaku pengguna untuk menentukan potensi kinerja jaringan. Active performance monitor tidak memeriksa pengguna dan data aktual, tetapi sebaliknya meniru bagaimana perilaku pengguna nyata (real user) di jaringan. Persaingan ini terjadi secara real-time pada interval yang ditetapkan, artinya monitor Anda akan selalu menganalisis data kinerja yang disimulasikan.

Daniel juga berpendapat bahwa aktif monitoring mengambil pendekatan proaktif untuk pemecahan masalah jaringan dengan menyoroti area masalah potensial sebelum mempengaruhi pengguna akhir (end-user). Sebagian besar aktif monitoring dapat dikonfigurasikan yang memungkinkan anda untuk dapat menargetkan area spesifik jaringan untuk diawasi. Sehingga anda dapat menghentikan kemacetan sebelum mempengaruhi end user yang terjadi akibat adanya koneksi baru yang mempengaruhi kinerja jaringan.

Keuntungan menggunakan aktif monitoring adalah kemampuannya untuk mempertahankan visibilitas lengkap ke dalam jaringan anda. Dalam artikel lainnya yang ditulis Jacques, aktif monitoring lebih resource-intensive daripada pasif monitoring, tetapi menghasilkan statistic harian spesifik tentang fungsi jaringan tertentu, dan menempatkan lingkungan jaringan ke dalam konteks yang lebih besar. Namun aktif monitoring tidak selalu memberikan 100% kinerja jaringan yang akurat karena monitoring nya didasarkan pada data prediktif.

Passive monitoring

Passive monitoring menganalisis lalu lintas yang ada selama periode waktu dan melaporkan hasilnya. Daniel berpendapat bahwa passive monitoring tidak menyuntikkan data uji ke jaringan untuk meniru perilaku pengguna seperti aktif monitoring. Sebagai gantinya, ia menarik data pengguna nyata dari titik-titik tertentu di jaringan. Tidak hanya itu, pasif monitoring dapat menghasilkan dan mengumpulkan data kinerja dalam jumlah besar karena tidak seperti aktif monitoring. Pasif monitoring mengumpulkan data pengguna actual yang kemudian akan memberi tahu atau mengingatkan anda mengenai masalah yang harus segera diatasi.

Jacques dalam artikelnya, pasif monitoring lebih sedikit menuntut pada sumber daya jaringan, dan berguna untuk membuat pengukuran jangka panjang mengenai jaringan secara umum. Ini sangat berguna sebagai alat untuk mengumpulkan data jaringan historis dan membuat analisis prediktif lebih mudah. Sama seperti Netmonk, network monitoring Indonesia, yang termasuk ke dalam pasif monitoring.

Kesimpulan

Aktif monitoring dan pasif monitoring tentu memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing seperti yang telah disebutkan di atas. Lalu manakah yang seharusnya anda gunakan? Jawabannya cukup sederhana. Beberapa Network performance monitoring hanya menyediakan aktif atau pasif monitoring saja. Akan tetapi jangan jadikan hal tersebut sebagai batasan anda karena sah-sah saja apabila anda menggunakan monitoring dengan kombinasi keduanya. Hal tersebut merupakan cara terbaik untuk monitoring dan memodifikasi jaringan yang anda miliki.

Referensi :

https://www.solutionsreview.com/network-monitoring/active-monitoring-and-passive-monitoring-whats-the-difference/

https://www.irisns.com/active-vs-passive-network-monitoring-an-infographic/

14 Apr 2019
by Dewi
Ilustrasi Artificial Intelligence dan Machine Learning

Artificial Intelligence dan Machine Learning dalam Monitoring Jaringan

Di artikel sebelumnya, telah dibahas mengenai artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML). Masih berkaitan, artikel kali ini akan membahas tentang artificial intelligent dan machine learning dalam monitoring jaringan. Bagaimanakah peran keduanya dalam monitoring jaringan? Mari simak pembahasannya berikut ini.

Menurut Daniel Hein, Setiap harinya jaringan dapat menghasilkan satu ton data. Untuk memprosesnya, network monitoring membutuhkan sistem yang dapat membantunya. Kemudian untuk memproses data tersebut dan untuk memahami apa yang terjadi di dalam jaringan maka network performance monitoring (NPM) seperti yang sudah dikatakan di atas, membutuhkan sebuah sistem untuk melakukan pekerjaan itu semua. Kegunaan paling umum AI dalam monitoring jaringan adalah memproses data. Tidak hanya itu, AI dapat menganalisis data tersebut secara real-time dan dapat juga memberikan wawasan tentang infromasi apa saja yang dikirim dan diterima oleh jaringan anda.

Sedangkan machine learning digunakan untuk memperlajari data historis untuk mencari tren jaringan. Maksudnya adalah jika masalah muncul dan ditangani, data yang bermasalah tersebut akan diperikasa oleh machine learning untuk mendapatkan gambaran masalah yang terjadi pada jaringan. Hal tersebut memungkinkan NPM mengenali data berbahaya yang terjadi di masa yang akan datang secara instan. Dengan demikian NPM mengingatkan tentang informasi yang berpotensi berbahaya kepada anda tanpa melakukan analisis mendalam setiap saat.

Dengan menggunakan artificial intelligence dan machine learning, masalah umum yang memengaruhi jaringan anda dapat dipelajari dengan mudah oleh network performance monitoring. Hal tersebut dikarenakan AI dapat diandalkan dalam menerapkan solusi untuk masalah umum tanpa input manusia. Sebagai contohnya, ketika AI mendeteksi masalah yang sama berulang-ulang, AI akan mencari solusi yang terbaik untuk permasalahan tersebut. Bahkan AI dapat membuat keputusan sendiri ketika sudah memiliki cukup data untuk melakukannya.

Meskipun AI dan ML dapat melakukan tugas-tugasnya tersebut dengan baik, namun keduanya tidak hanya bekerja sendiri. Keduanya perlu dilatih untuk merespon apa yang sedang terjadi di jaringan anda. Hal ini berarti anda dapat menyesuaikan AI untuk dapat menganalisis dan menanggapi jenis peristiwa tertentu yang mungkin terjadi di jaringan anda.

Sumber :

https://solutionsreview.com/network-monitoring/the-benefits-of-ai-and-machine-learning-in-network-monitoring/

13 Apr 2019
by Dewi
Hubungan Antara Artificial Intelligence dan Machine Learning - Ketitik

Hubungan Antara Artificial Intelligent dan Machine Learning

Artificial intelligent (AI) atau kecerdasan buatan adalah bidang ilmu komputer yang menekankan penciptaan mesin cerdas yang bekerja dan bereaksi seperti manusia. Menurut SAS, artificial intelligence memungkinkan bagi mesin untuk belajar dari pengalaman, menyesuaikan dengan input baru dan melakukan tugas seperti manusia. AI menjadi bagian penting dalam industri teknologi. Apa saja contoh alat yang terbuat dari kecerdasan buatan ini? Contoh yang sudah dikenal banyak orang adalah Siri dari Apple inc yang dapat merespon dan mengenali suara anda hanya dengan melakukan perintah suara.

Machine learning (ML) menurut SAS adalah metode analisis data yang mengotomatiskan pembuatan model analitis. Machine learning merupakan cabang dari artificial intelligence berdasarkan gagasan bahwa sistem dapat belajar dari data, mengidentifikasi pola dan membuat keputusan dengan intervensi menusia yang manual. Dengan machine learning, komputer dapat menangani situasi baru melalui pelatihan mandiri, pengalaman, analisis, dan observasi.

Lalu apa hubungan antara artificial intelligence dan machine learning? Hubungan antara keduanya sangat dekat. Jika diibaratkan, AI adalah payung yang menaungi machine learning. Seperti yang sudah dijelaskan di paragraf sebelumnya, ML merupakan cabang atau bagian dari AI. Tugas machine learning adalah melatih mesin untuk belajar. Kemudian AI membawa data tersebut untuk

Artificial intelligence dan machine learning sama-sama memiliki peran penting dalam perkembangan teknologi. Bahkan tidak sedikit perusahaan di berbagai bidang yang kini sudah mulai menerapkannya. Salah satunya adalah monitoring jaringan atau network monitoring. Untuk penjelasan selanjutnya mengenai AI dan ML dalam monitoring jaringan, akan dibahas di artikel berikutnya.

Referensi :

https://www.sas.com/en_us/insights/analitycs/what-is-artificial=intelligence.html

https://www.sas.com.en_us/insights/machine-learnings.html

https://www.technopedia.com/definition/190/artificial-intelligence-ai

11 Apr 2019
by Dewi
Network Security Monitoring

Apa Itu Network Security Monitoring?

Network security monitoring (NSM) adalah sebuah tindakan atau proses untuk mengumpulkan dan menganalisa data terhadap ancaman yang membahayakan perangkat maupun jaringan milik anda secara real-time. NSM akan memberikan peringatan kepada anda terhadap ancaman yang datang sehingga anda dan atau tim respon darurat (emergency response team) dapat mengambil tindakan dan segera mengatasinya. Kenapa anda membutuhkan network security monitoring? Karena menjaga keamanan perangkat jaringan dari virus dan ancaman lainnya wajib dilakukan untuk menghindari hal buruk yang mungkin terjadi seperti kerusakan pada perangkat, hilangnya data dan lain sebagainya. Agar terhindar dari hal tersebut, maka dari itu anda membutuhkan network security monitoring. Lalu siapa saja yang membutuhkan network security monitoring ini? Tentu perusahaan-perusahaan yang selalu memanfaatkan jaringan dalam kelangsungan bisnisnya.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh NSM dan keuntungan yang bisa anda dapatkan. Apa saja itu? Mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai network security monitoring berikut ini.

Setelah di paragraph sebelumnya, anda sudah mengetahui apa itu network security monitoring dan alasan kenapa anda harus menggunakannya, berikut adalah beberapa keuntungan yang akan anda dapatkan ketika menggunakan network security monitoring seperti :

  1. Mendeteksi adanya ancaman keamanan.
  2. Memberikan peringatan adanya ancaman keamanan secara real-time.
  3. Dapat juga mendeteksi perilaku mencurigakan yang ada dalam jaringan maupun perangkat yang anda miliki.
  4. Memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi ancaman keamanan
  5. Mendapatkan gambaran mengenai peristiwa keamanan bisnis anda.

Network security monitoring juga memiliki kekurangan yaitu ketika keamanan informasi terganggu maka NSM tidak bisa melakukan apa-apa karena biasanya yang terlibat dalam pencegahan insiden tersebut adalah firewall, antivirus, IPS, dll. Bukannya network security monitoring.

Lalu apakah dengan menggunakan network security monitoring sangat sepadan? Jawabannya adalah iya karena NMS tidak hanya memberikan perlindungan tetapi juga memberikan kewaspadaan mendalam terhadap aktifitas yang terjadi di dalam jaringan anda seperti apa yang masuk dan keluar.

Referensi :

https://oxen.tech/blog/network-security-monitoring-find-security-threats/

https://netsec.id/network-ssecurity-monitoring/

07 Apr 2019
by Dewi
Network Management System

Network Management System

Network management system kepanjangan dari NMS adalah sebuah aplikasi atau serangkaian aplikasi yang mengijinkan network engineer untuk mengelola komponen independen jaringan di dalam kerangka kerja (framework) manajemen jaringan yang lebih besar. Intinya, NMS itu mengacu pada software yang digunakan untuk mengelola jaringan. Network management system didesain untuk monitoring, memelihara, dan mengoptimalkan jaringan. NMS juga dapat digunakan untuk memonitor komponen hardware maupun software dalam suatu jaringan. Biasanya network engineer menggunakan network management system untuk menangani beragam operasi seperti : mendeteksi perangkat di jaringan sehingga dapat dikenali dan dapat dikonfigurasi dengan benar, jika terjadi gangguan pada sistem maka NMS akan segera memberikan peringatan secara proaktif kepada engineer, memonitor kinerja, dan terakhir adalah menganalisa kinerja karena NMS digunakan untuk melacak indikator data kinerja (performance data indicators) termasuk packet loss, latency, bandwidth utilization, dan lain-lain.

Network management system (NMS) sangat berguna dalam network device discovery, network device monitoring, network performance analysis, network device management, pemberitahuan cerdas atau peringatan yang dapat disesuaikan.

Tipe-tipe network management system.

NMS dapat diinstal secara on-premise di server khusus. Perangkat lunak NMS dapat mengelola beragam komponen jaringan besar yang diproduksi oleh beberapa vendor. Instalasi NMS on-premise dapat memungkinkan kontrol dan kustomisasi perangkat lunak untuk bertemu tujuan yang spesifik. Selain itu, NMS dapat digunakan juga untuk memonitor unsur jaringan kabel dan nirkabel (wired dan wireless). Perangkat lunak NMS juga dapat mengijinkan perusahaan untuk melacak performa di seluruh jaringan mereka sendiri, maupun melalui jaringan external, seperti dioperasikan oleh cloud dan penyedia layanan.

Kenapa harus menggunakan network management system?

Setelah dibahas pengertian dan kegunaan dari network management system kemudian pertanyaan muncul, kenapa anda harus menggunakan network management system? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebuah NMS tidak diperlukan jika anda hanya memiliki jaringan kecil seperti di rumah yang tidak memiliki jaringan yang bercabang-cabang. Namun berbeda halnya dengan perusahaan besar yang memiliki jaringan internet yang luas dengan banyak perangkat yang terhubung, sebuah NMS sangat penting untuk pengelolaan. Hal ini dikarenakan NMS menyediakan cara yang efisien untuk mencari, memperbarui, memperbaiki, dan mengganti peralatan jaringan yang diperlukan.

Referensi:

https://techterms.com/definition/nms

https://searchnetworking.techtarget.com/definition/network-management-system

https://www.technopedia.com/definition/11988/network-management-system-nms

01 Apr 2019
by Dewi

On Cloud monitoring vs On-Premise Monitoring, Mana yang Tepat Untuk Anda?

Monitoring jaringan (network monitoring) sangat penting untuk memantau bagaimana keadaan perangkat jaringan anda jika terjadi sesuatu sehingga anda dapat mengantisipasinya. Tentu kehadiran monitoring jaringan ini sangat membantu para network engineer dalam pekerjaannya. Berdasarkan lokasi penempatan software monitoring tersebut, terdapat 2 jenis monitoring jaringan yaitu on cloud monitoring dan on-premise network monitoring software. On cloud monitoring adalah. Monitoring berbasis cloud. Sedangkan on-premise monitoring software adalah perangkat lunak yang diinstal dan dioperasikan oleh pelanggan dari server in house dan infrastruktur komputasi. Manakah diantara keduanya yang harganya lebih efisien? On cloud monitoring atau on-premise monitoring? Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai keduanya.

On Cloud Monitoring

Sesuai dengan namanya, On cloud monitoring adalah sebuah proses pemantauan, reviewing, dan pengelolaan proses operasional infrastruktur IT berbasis cloud.Administrator cloud dapat meninjau status operasional dan keadaan perangkat berbasis cloud apa pun. Tidak hanya itu, cloud monitoring ini juga sangat membantu untuk mengevaluasi kinerja seluruh infrastruktur pada tingkat modular. Network engineer mulai beralih ke On Cloud monitoring karena alasan kepraktisannya tersebut. Keuntungan apa saja yang anda dapatkan jika menggunakan cloud monitoring? Cloud monitoring memberikan beberapa keuntungan antara lain anda dapat mengakses jarak jauh platform anda dari perangkat apapun dengan kemampuan penelusuran, tidak hanya itu anda juga dapat mengelola solusi anda dengan lebih mudah, dan terakhir anda mendapatkan kemudahan dan kecepatan dalam mengkonfigurasikan nya. Sedangkan kekurangannya adalah anda tidak memiliki kendali penuh terhadap data yang anda miliki.

On-premise Monitoring

On-premise software juga disebut sebagai shrink wrap. Berbeda dengan on cloud monitoring, premise monitoring yaitu pelanggan harus menyediakan segala sesuatunya sendiri seperti perangkat keras, server in-house, lisensi perangkat lunak, staff IT, dan periode integrasi yang lebih lama serta bertanggung jawab atas keamanan dan manajemennya. Keuntungan yang didapat ketika menggunakan premise monitoring software adalah anda dapat mengontrol atas keamanan data dan kinerjanya yang dapat anda andalkan. Kekurangannya adalah biaya yang dikeluarkan menjadi tinggi dan tidak praktis.

Perbedaan keduanya dari segi harga yaitu cloud software dihargai berlangganan bulanan dan tahunan dengan tambahan biaya support, pelatihan dan pembaruan sedangkan premise monitoring dihargai dengan biaya lisensi satu kali dan tambahan biaya untuk support, pelatihan dan pembaruan. Jika anda ingin melihat harga mana yang lebih efisien diantara harga cloud monitoring vs on-premise monitoring, sebagai gambarannya berikut perbandingan biaya lisensi dari Ketitik dibandingkan dengan merk lainnya. Biaya ini belum termasuk biaya tidak langsung yang dibebankan ketika memilih on-premise, seperti server, listrik, ruangan, dll. Jumlah dalam diagram ini dalam mata uang rupiah.

Perbandingan harga on cloud monitoring vs on-premise monitoring dari Ketitik dengan brand lain.

Jadi, untuk menjawab pertanyaan lebih efisien mana antara keduanya adalah tergantung pada kebutuhan anda. Jika anda membutuhkan monitoring yang fleksibel dan praktis maka on cloud lebih efisien. Sedangkan jika anda ingin membeli server ke vendor atau telah memiliki server sedang dalam kondisi tidak dalam penggunaan, maka on-premise dapat memenuhi kebutuhan anda. Dari data di atas, jelas sekali bahwa NetMonk dari Ketitik memiliki biaya yang lebih murah, tidak hanya itu tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan anda. Jadi jika anda membutuhkan monitoring berbasis cloud maupun on-premise, NetMonk, network monitoring application di Indonesia, akan memberikan layanan terbaik seperti yang anda butuhkan.

Referensi :

https://www.helpsystems.com/resourcesarticles/on-premise-vs-cloud-network-monitoring

https://www.technopedia.com/definition/29862/cloud-monitoring

https://www.technopedia.com/definition/26714/on-premise-software

28 Mar 2019
by Dewi

Masalah-masalah di Perangkat Jaringan

Perangkat jaringan memiliki peran penting sehingga perlu dimonitor agar selalu terpantau kondisinya. Beberapa perangkat jaringan antara lain Switch, Bridge, LAN, Router, HUB dan lainnya. Jika perangkat-perangkat jaringan tersebut tidak terpantau dengan baik dan mengalami kerusakan maka hal tersebut dapat menimbulkan kerugian dari segi waktu dan materil. Itulah salah satu fungsi dari monitoring jaringan (network monitoring). Anda tidak akan rugi jika melakukan pemantauan pada perangkat jaringan anda. Dalam artikel kali ini akan membahas masalah atau kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada suatu perangkat jaringan. Berikut adalah perangkat jaringan dan permasalahan yang sering terjadi :

1. Switch

Kerusakan yang biasanya ditemukan pada switch antara lain : seringnya terjadi hubungan pendek pada konektor kabel atau kabel data yang kurang baik sehingga menyebabkan port switch yang rusak. Tidak hanya itu, grounding listrik yang kurang baik akibat arus bocor juga menyebabkan persoalan pada switch. Selain itu, arus bocor juga menyebabkan switch sering hang. Kerusakan lainnya adalah fitur-fitur switch seperti VLAN dan fungsi redundasi yang tidak dapat berfungsi. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya looping pada switch.

Solusi untuk permasalahan yang sering terjadi pada switch di atas adalah anda harus sering-sering mereset switch, pastikan suhu ruangan di mana switch diletakkan harus cukup agar switch tidak panas dan hang, sesuaikan beban koneksi dan kualitas yang dipikul oleh switch sehingga tidak keberatan dan tidak melampaui kemampuannya, dan pastikan grounding listriknya sesuai dengan standar yang berlaku.

2. LAN

Dari berbagai jenis perangkat jaringan, LAN adalah perangkat jaringan yang sering digunakan. Beberapa alasannya adalah lebih efektif, fleksibel, dan lebih murah. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa LAN juga dapat mengalami kerusakan. Diantaranya adalah:

a. Kerusakan pada kabel dan konektor jaringannya yang menyebabkan jaringan LAN tidak bekerja secara optimal. Hal ini biasanya disebabkan oleh kabel yang terjepit atau konektor yang terlepas dan lain sebagainya. Untuk mengatasinya, anda hanya perlu mengganti kabelnya saja.

b. Tidak munculnya Local Area Connection pada komputer pengguna atau client sehingga koneksi internet tidak terhubung yang dapat mengakibatkan kerusakan pada hardware di komputer anda. Penyebabnya adalah tidak terpasangnya network wireless adapter dengan baik. Cara mengatasinya, anda hanya perlu mengintal ulang driver adapter network atau melakukan pembetulan dalam pemasangan network wireless adapter.

c. Lambatnya autentifikasi, proses transmisi data, maupun proses koneksi. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan server yang sibuk. Bagaimana cara mengatasinya? Salah satu yang bisa anda lakukan adalah upgrade perangkat keras jaringan dan tentu saja pada server.

3. Router

Sama seperti komputer, router memiliki komponen-komponen yang sama-sama menjalankan sistem operasi seperti CPU, memori dan penyimpanan lokal. Sama seperti perangkat jaringan lainnya, router juga dapat mengalami kerusakan. Apa saja kerusakan-kerusakan itu? Kerusakan yang sering terjadi pada router antara lain :

a. Bug di framware yang memakan terlalu banyak memakan memori yang menyebabkan jalannya terlalu lama. Cara mengatasinya cukup mudah yaitu anda hanya perlu diupdate saja. Berikut adalah step-by-step nya : buka browser web, ketik alamat IP router anda, dan yang terakhir adalah tinggal klik tombol update. Gampang, kan?

b. Macet yang disebabkan oleh panasnya router. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Router yang disimpan di tempat yang tertutup adalah salah satu penyebabnya. Untuk mengatasinya anda hanya perlu meletakkannya di tempat terbuka atau membersihkannya dari debu agar tetap bersih dan terawat.

c. Koneksi yang rusak karena router yang tidak memiliki alamat IP terbaru atau dua perangkat jaringan memiliki alamat IP yang sama. Anda dapat mengatasinya dengan restart router yang akan reset tugas IP sehingga semuanya akan berjalan dengan baik lagi.

4.      HUB

Rusaknya HUB akan sangat fatal karena berakibat pada terganggunya jaringan sehingga komunikasi antar workstation atau computer workstation dengan server tidak dapat berfungsi lagi. Anda dapat melihat tanda kerusakan tersebut dengan melihat lampu indicator power hub mati atau menyala. Jika lampu tersebut mati, berarti HUB dinyatakan rusak dan anda harus menggantinya dengan HUB yang baru atau memperbaikinya di tempat service khusus.

Referensi :

https://dosenit.com/ilmu-komputer/troubleshooting/masalah-yang-sering-terjadi-pada-jaringan-lan

https://www.murdockruz.com/2017/12/08/masalah-router-modem-hal-yang-perlu-kita-ketahui/#.XDrlkC0xXIV

http://www.norisato.com/switching/masalah-yang-sering-terjadi-pada-switch

http://blog.unnes.ac.id/ayukwitantri/2016/02/12/permasalahan-pada-jaringan-dan-cara-memperbaikinya

26 Mar 2019
by Dewi

Apa itu API?

API kependekan dari Application Programming Interface merupakan sebuah perangkat lunak yang dapat menerima panggilan atau permintaan dari perangkat lunak lainnya seperti aplikasi dan website yang memberikan pelayanan. Dengan kata lain API merupakan sebuah perangkat lunak yang mengijinkan atau menghubungkan dua aplikasi. Tidak hanya itu API juga digunakan untuk membuat software dan aplikasi oleh para developer. API dapat anda temui dalam kehidupan sehari-hari seperti saat anda memesan hotel, mengirimkan pesan, memesan makanan secara online maupun ketika mengunduh sebuah software. Bagaimana hal tersebut terjadi? Prosesnya seperti ini, ketika anda menggunakan aplikasi maupun melakukan aktifitas tersebut, aplikasi terhubung ke internet dan mengirimkan data ke server. Setelah itu, data tersebut diambil dan diterjemahkan oleh server yang kemudian melakukan aksi yang diperlukan sebagai hasilnya kemudian dikirimkan kembali ke smartphone anda. Setelah menerima data tersebut, aplikasi menerjemahkannya lalu memberikan informasi yang anda inginkan dengan cara yang mudah dibaca. Dengan adanya API semua dapat berjalan dengan lancar dan memudahkan.

Kenapa menggunakan API?

API membuat pemrograman menjadi lebih mudah dan mungkin. Seperti yang sudah disebutkan di atas, kebutuhan kita sebagai pelanggan dan khususnya bagi developer sangat dimudahkan dengan adanya API. Dengan melihat hal tersebut, peran dari API sendiri sangat berat terlebih untuk membuat tampilan sebuah aplikasi menjadi interaktif, mudah untuk digunakan, dan bersahabat untuk pengguna. Tidak hanya itu, API juga digunakan untuk berkomunikasi antara layanan-layanan. API memiliki peran yang sangat penting dalam teknologi.

Keuntungan menggunakan API Bagi Para Developer Antara Lain:

1.       Aplikasi

API membantu kinerja dari aplikasi lebih cepat dan fleksibel seperti layanan dan informasi yang diberikan karena API dapat memasuki komponen-komponen aplikasi.

2.       Kustomisasi

Dengan API, kustomisasi untuk konten dan layanan dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan keinginan.

3.       Fleksibel

API membuat layanan menjadi lebih fleksibel. Hal tersebut karena API mendukung data migrasi lebih baik dan informasi yang didapat ditinjau lebih dekat.

4.       Integrasi / integration

API dapat menjamin pengiriman informasi lebih lancar dikarenakan API memungkinkan konten tertanam dari aplikasi maupun situs dengan mudah. Hal tersebut memberikan pengalaman yang terintegrasi bagi pengguna.

5.       Lebih banyak data

API memberikan banyak pilihan karena semua informasi yang dihasilkan di tingkat pemerintah tersedia untuk setiap warga negara.

Sama seperti halnya dengan jaringan, API juga butuh dimonitor. API monitoring adalah sebuah monitoring terhadap API sebagai tujuan melihat respon yang layak, ketersediaan dan performanya. Kenapa anda harus memantau API? Dikarenakan hal ini sangat membantu dalam melihat keadaan API jika performanya sedang kurang baik, lemahnya panggilan API yang  menyebabkan kegagalan pada aplikasi, serta website yang gagal yang dapat menyebabkan pengalaman buruk bagi pengguna. Sebagai solusinya anda membutuhkan API monitoring tools.

Dalam memilih API monitoring yang tepat tentu tidak mudah. Akan tetapi, anda tidak perlu ragu karena selain menjadi aplikasi monitoring jaringan di Indonesia, Ketitik dapat memberikan solusi yang tepat untuk anda. Selain NetMonk untuk monitoring jaringan (network monitoring), Ketitik juga memiliki API monitoring yang dapat membantu anda untuk memonitor bagaimana performa API sehingga anda dapat mengantisipasi jika terjadinya kegagalan dan kesalahan dan dapat segera diatasi. Jika anda menginginkan alat API monitoring terbaik dan network management, Ketitik akan menyediakan layanannya hanya untuk anda. Untuk detail lebih lengkapnya, Anda dapat melihat produk kami dengan mengunjungi website kami.

Referensi :

https://www.bbvaopen4u.com/en/actualidad/8-advantage-apis-developers

https://www.upwork.com/hiring/development/intro-to-apis-what-is-an-api

https://www.uptrends.com/what-is/what-is-api-monitoring