Our blog

30 Jun 2019
by Dewi
Computer illustration

Ada yang Baru dari NetMonk

NetMonk by Ketitik merupakan nama baru yang kini dan seterusnya akan kami gunakan setelah sebelumnya menggunakan nama Ketitik. Sebelumnya, bagi Anda yang belum mengenal apa itu NetMonk, berikut penjelasannya secara singkat. NetMonk, monitoring jaringan Indonesia, merupakan dashboard analitik yang dapat membantu Anda untuk memonitoring perangkat jaringan. Jika Anda perhatikan, nama website kami juga telah berganti menjadi netmonk[dot]id. Ya tidak hanya itu, kami juga telah mengganti bahasa yang kami gunakan. Jika pada awal berdiri, kami selalu menggunakan bahasa Inggris namun sekarang kami beralih menggunakan bahasa kita sendiri, yaitu bahasa Indonesia, Tidak hanya nama, alamat website, dan bahasa yang kami gunakan, tampilan website kami juga ekstra baru dan jauh lebih baik dari sebelumnya. Sekarang tampilannya lebih responsif jika dibuka lewat media apa pun. Terima kasih untuk front-end engineer kami, mas Arwani dan juga tim lainnya atas kerja kerasnya!

Jika Anda tertarik dengan NetMonk silahkan berkunjung ke website kami. Terdapat 4 fitur yang dapat menjadi alasan kuat kenapa Anda harus mencoba NetMonk untuk memonitoring jaringan Anda yaitu sebagai berikut :

  1. Analisa = Fitur pertama adalah Analisa. Data jaringan diolah, diurutkan, dan diseleksi sebelum ditampilkan untuk memudahkan dalam menemukan informasi penting kondisi jaringan.
  2. Prediksi = Fitur selanjutnya yaitu prediksi. Data histori yang telah dikumpulkan selama rentang waktu tertentu dimanfaatkan untuk meramalkan penggunaan jaringan ke depan.
  3. Dukungan = Ketiga adalah dukungan. Anda akan mendapatkan dukungan lokal terbaik dari tim teknis dan tim pengembangan produk yang berada di Indonesia.
  4. Integrasi = Last but not least, integrasi. Data dan informasi hasil analisa dapat diintegrasikan dengan aplikasi milik perusahaan melalui REST API.

Di dalam tampilan website kami yang terbaru ini, Anda juga bisa mencoba demo dari NetMonk dan mendapatkan datasheet. Customer care kami juga tersedia 24 jam siap melayani Anda. NetMonk, alat monitoring jaringan di Indonesia, sudah teruji oleh beberapa perusahaan yang sudah mencobanya. Bebebrapa diantaranya seperti Telkom Indonesia, Pelita Air Service, Truemoney, dan masih banyak lagi. Jadi, tunggu apa lagi?

29 Mar 2019
by Dewi

Monitoring Jaringan dengan Proactive Maintenance

Monitoring jaringan (network monitoring) memiliki fungsi yang sangat penting untuk memonitoring jaringan yang anda miliki. Apakah sedang down, atau terjadi kendala lainnya. Monitoring jaringan sangat berguna untuk mengantisipasi jika masalah-masalah tersebut terjadi sehingga dapat menghemat waktu dan juga uang. Saat ini sudah banyak alat ataupun aplikasi monitoring jaringan yang bisa kamu dapatkan secara gratis maupun berbayar. Tingkat levelnya pun berbeda-beda dan rata-rata monitoring jaringan tersebut berada di level reactive maintenance dan ada juga yang proactive maintenance.

Reactive maintenance juga dikenal sebagai breakdown maintenance yang berfokus pada alat yang mengalami kerusakan kemudian mengembalikannya ke operasi normalnya dengan cara memperbaiki atau mengganti komponen dan alat yang rusak. Sedangkan proactive maintenance, dengan kata lain, proactive maintenance ini dapat melihat lebih jauh jika suatu alat terjadi kerusakan, sehingga anda dapat melakukan tindakan sebelum hal tersebut terjadi. Setelah melihat penjelasan keduanya di atas, reactive maintenance dan proactive maintenance memiliki keunggulannya masing-masing. Ada beberapa monitoring jaringan yang sudah berada di level reactive maintenance maupun proactive maintenance. Salah satunya network proactive maintenance adalah NetMonk dari Ketitik.

NetMonk merupakan monitoring jaringan (network monitoring) dari Indonesia yang sudah proactive. Berbeda dengan aplikasi monitoring jaringan lainnya, NetMonk memiliki beberapa fitur yang tidak dimiliki oleh aplikasi lainnya. Fitur-fitur tersebut antara lain, NetMonk menggunakan notifikasi dari aplikasi Telegram yang penggunaannya jauh lebih efisien dan praktis dibandingkan menggunakan notifikasi SMS atau pun email yang beresiko menjadi spam. Fitur dashboardnya juga sangat informatif dan mudah dimengerti. Seperti pada gambar di bawah ini.

Dari gambar di atas, terdapat beberapa board seperti device status, link utilization, gateway status, CPU, RAM, dan storage. Melalui board di atas, anda dapat mengetahui status yang sedang terjadi. Misalnya pada board device status, di sana terdapat informasi mengenai Up dan Down. Diketahui jumlah yang down sebanyak 9 dan yang up berjumlah 6. Kenapa dalam board tersebut hanya terdapat list dari device yang down saja? Hal tersebut dikarenakan perangkat yang down lebih penting untuk segera diperbaiki. NetMonk memiliki fitur filtering seperti di atas yang sangat berguna bagi engineer dalam penggunaannya. NetMonk, merupakan network maintenance yang komplit karena dapat juga melihat informasi trafik jaringan dan sebagai alat monitoring terbaik yang bisa anda pilih. Untuk melihat langsung bagaimana cara kerja NetMonk, aplikasi monitoring jaringan di Indonesia, silahkan kunjungi website kami dan melihat demonya secara langsung.

Referensi :

https://www.omega.com/technical-learning/Proactive-Maintenance-vs-Reactive-Maintenance.hml

27 Mar 2019
by Dewi

Open Source di NetMonk

Istilah open source sudah tidak asing lagi bagi para developer atau pun engineer. Open source mengacu pada sebuah program yang source code nya dapat dengan bebas diubah, dimodifikasi maupun disalin sebanyak mungkin oleh pengguna atau pun developer. Tidak hanya itu, pengguna juga dapat menggunakan program dengan open source ini dengan tujuan apapun. Meskipun begitu, penggunaannya tetap harus mengikuti aturan karena open source merupakan tanda sertifikasi dari OSI (Open Source Initiative). Contoh dari program open source adalah Ubuntu Linux. Selain itu terdapat juga close source. Berbeda dengan open source, anda tidak bisa bebas menggunakan close source karena anda tidak akan bisa mendapatkan source code. Contoh dari program close source ini adalah Mozilla Fire Fox, Chrome dan close source yang paling popular adalah software Microsoft Windows.

Meskipun open source dapat digunakan secara bebas tapi bukan berarti anda bisa mendapatkannya secara gratis seperti perangkat lunak gratis yang bisa anda unduh secara gratis juga. Berikut penjelasan perbedaan diantara keduanya, software atau aplikasi open source tersedia bebas sehingga dapat digunakan oleh siapa pun untuk keperluan apa pun akan tetapi developer harus mengijinkan redistibusi aplikasi dan kode sumbernya setelah itu. Sedangkan free software merupakan perangkat lunak yang dapat anda unduh secara gratis tanpa peraturan seperti pada open source.

Sama seperti halnya dengan NetMonk, network monitoring tool (alat monitoring jaringan) milik Ketitik juga memakai open source. Apa saja kah itu? Beberapa diantaranya, NetMonk menggunakan 2 open source yaitu SNMP exporter Promotheus dan juga blackbox exporter Promotheus. Promotheus merupakan sebuah open source monitoring system yang mengumpulkan metrics dari layanan anda dan menyimpannya dalam sebuah time-series database. Pemakaiannya tidak dibatasi hanya untuk memonitor aplikasi atau mesin saja, akan tetapi promotheus ini dapat digunakan untuk wawasan pada system apapun. Termasuk untuk memonitor SNMP. SNMP exporter merupakan exporter yang dapat mengambil data dari SNMP yang kemudian digunakan oleh promotheus monitoring system. Sedangkan blackbox exporter promotheus, melalui protokol TCP, DNS, ICMP, HTTP, and https dapat digunakan untuk menyelidiki titik akhir, mengembalikan metrik terperinci mengenai permntaan tersebut. Misalnya durasi untuk menerima respond dan berhasil atau tidak. Kedua open source ini hanya beberapa yang dipakai dan yang membuat netmonk menjadi alat monitoring jaringan terbaik yang bisa anda pilih. untuk melihat lebih jauh mengenai produk dari Ketitik, network monitoring application in Indonesia (aplikasi monitoring jaringan di Indonesia), silakan kunjungi situs web kami.

Referensi :

https://www.howtogeek.com/129967/htg-explains-what-is-open-source-software-and-why-you-should-care/

https://www.technopedia.com/definition/3294/open-source

https://github.com/prometheus/snmp_exporter

https://www.digitalocean.com/community/tutorials/how-to-use-alertmanager-and-blackbox-exporter-to-monitor-your-server-on-ubuntu-16-04

15 Mar 2019
by Dewi
network monitoring

5 Alasan Kenapa NetMonk merupakan Alat Monitoring Jaringan Terbaik

Monitoring jaringan (network monitoring) pada perangkat perlu dilakukan untuk mengetahui jika perangkat tersebut sedang dalam kondisi yang kurang baik. Terlebih jika perangkat anda tergolong perangkat besar seperti router dan switches yang tidak bisa dimonitor secara manual. Untuk itu anda membutuhkan suatu aplikasi yang dapat memberikan solusi terbaik bagi permasalahan tersebut. Terdapat banyak aplikasi beragam untuk memonitor jaringan namun, tidak banyak yang memberikan layanan dengan win-win solution seperti NetMonk. Berbeda dengan alat monitoring jaringan lainnya, berikut adalah 5 alasan kenapa NetMonk merupakan alat network monitoring terbaik.

1. Fitur Lengkap

Netmonk adalah network monitoring di Indonesia yang menawarkan fitur lengkap yang belum dimiliki oleh aplikasi lainnya. Diantaranya adalah forecasting analytics, friendly UI, dan realtime data. Fitur-fitur tersebut hanya bisa anda dapatkan pada aplikasi NetMonk saja. Jadi, anda tidak perlu repot menginstal aplikasi banyak hanya untuk satu perangkat anda.

2. Customize

Ketika anda menginstal NetMonk, anda dapat meminta customize feature atau informasi data yang sesuai dengan kebutuhan anda. Sehingga tampilannya lebih efisien dan sesuai keinginan. Itulah perbedaan dan kelebihan yang dimiliki oleh NetMonk dibandingkan alat monitoring jaringan lainnya.

3. Free Trial

Jika anda ingin mencoba terlebih dahulu, anda dapat mencoba NetMonk secara gratis. Anda bisa menggunakan NetMonk secara gratis dengan memanfaatkan free trial kami selama satu bulan penuh. Meskipun ini gratis, anda dapat juga menyesuaikan dengan kebutuhan anda.

4. Terdapat Demo

Anda baru pertama kali menggunakan NetMonk? Jangan khawatir! Anda dapat melihat demo nya di laman website kami. Dengan demo, anda dapat melihat bagaimana cara kerja aplikasi NetMonk ketika diinstal nanti. Tampilannya pun mudah dimengerti dan mudah digunakan.

5. Harga Lebih Bersahabat

Jika dibandingkan dengan alat monitoring jaringan (network monitoring tools) lainnya, NetMonk dari Ketitik menawarkan harga yang lebih bersahabat. Selain mendapatkan fitur yang lengkap dan tampilan yang oke, anda pun bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih bersahabat. It’s a win-win solution.

Memilih alat yang tepat untuk monitoring jaringan adalah sebuah keharusan. Hal tersebut karena kegunaannya yang sangat penting untuk memonitor data dalam jaringan. Dari banyaknya aplikasi yang ada, NetMonk menawarkan layanan terbaik untik anda dengan kelima alasan tersebut di atas, NetMonk menjadi salah satu alat pemantauan jaringan terbaik dan menjadi satu-satunya aplikasi monitoring jaringan di Indonesia.

20 Feb 2019
by Dewi

NetMonk: Alat Network Monitoring Indonesia yang Memberikan Kemudahan

Memilih network monitoring tools untuk sebuah perusahaan pasti tidak bisa sembarangan. Kita harus tahu apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan dan sesuai dengan karakteristik perusahaan. NetMonk dibuat dengan berbagai keunggulan dan nilai-nilai unik sehingga NetMonk ramah digunakan (friendly user experience). NetMonk  dapat menjawab segala kebutuhan perusahaan perihal network monitoring. Berikut adalah keunggulan NetMonk yang pasti anda butuhkan dalam manajemen jaringan :

1. Kustomisasi Dashboard

Network engineer akan dimudahkan dalam membaca summary pada dashboard NetMonk. Dashboard NetMonk tampil lebih simpel dan informatif. Informasi disajikan lebih menarik dan komprehensif. Data- data tersebut akan lebih mudah dipahami karena disesuaikan kebutuhan users.

Pada NetMonk, users dapat memberikan permintaan apa saja yang ingin ditampilkan di dashboard. Bila dirasa ada data yang tidak perlu ditampilkan, jangan ragu untuk meminta tim Ketitik untuk tidak menampilkan data tersebut.

2. API Support

Keunggulan unik lainnya dari NetMonk adalah API support. API (Aplication Programming Interface) merupakan sekumpulan perintah, protokol, dan fungsi-fungsi yang dapat mengintegrasikan dua bagian aplikasi yang berbeda secara bersamaan. Hal ini menyebabkan data lama tentang jaringan yang dimiliki oleh pengguna dapat digunakan kembali tanpa diproses ulang dari awal. Oleh Karena itu, API support menampilkan informasi lalu lintas jaringan sesuai dengan kebutuhan pengguna. NetMonk akan menjadi dasar bagi network engineer untuk  membuat rencana apa yang akan diselesaikan, serta rekomendasi kepada pihak perusahaan.

3. Forecasting Analytics

Keistimewaan dari NetMonk yang jarang ditemukan di network monitoring tools lainnya adalah forecasting analytics. Forecasting data
memberikan prediksi tentang pencapaian ambang (threshold) sebuah perangkat jaringan. Menggunakan sebuah metode forecasting analytics, NetMonk mampu memprediksi kapasitas yang digunakan, sehingga tahu kapan network akan mencapai threshold. NetMonk V2 akan memberikan prediksi berupa jumlah hari menuju threshold.

4. Push Notification

Tidak ada kata terlambat menangani network bila anda menggunakan NetMonk. Jika terjadi sesuatu terhadap jaringan anda, NetMonk V.2 akan memberikan notifikasi langsung kepada anda. Notifikasi tersebut diberikan melalui Telegram. Jika NetMonk V.2 mengidentifikasi ada jaringan yang mati, NetMonk akan langsung memberikan peringatan melalui aplikasi Telegram. Hal ini membuat network engineer mampu dengan cepat menanggapi jaringan yang rusak tersebut meskipun mereka tidak memeriksa dashboard network monitoring tools. NetMonk juga akan memberikan notifikasi berkaitan dengan data forecasting. Apabila mendekati thershold, NetMonk akan segera memberikan laporan kepada network engineer.

NetMonk V.2 membantu network engineer untuk pencegahan dan perencanaan berkaitan dengan jaringan. Kenyamanan ini disediakan agar kinerja jaringan tetap terjaga dan perusahaan dapat beroperasional secara stabil tanpa gangguan yang berkepanjangan. Lihat video demo NetMonk ini (dengan username : demo dan password : demo) untuk mengenal NetMonk secara lebih dalam.

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

15 Feb 2019
by Dewi

4 Alasan Kenapa Network Monitoring Penting

Sekarang ini banyak perusahaan bergantung pada jaringan untuk menjalankan bisnis mereka. Jaringan tidak selalu tentang internet, tetapi juga tentang alat yang digunakan untuk mendukung menjalankan sistem operasional perusahaan seperti routers, switches, virtual servers, and wireless devices.

Setiap perusahaan memiliki keinginan untuk memberi layanan dengan ketersediaan tinggi (high availability). Bayangkan ketika jaringan mati dan tidak ada yang tahu, operasi bisnis perusahaan akan menjadi kacau dan juga dapat mengecewakan pelanggan. Sebagai tambahan, perusahaan juga dapat kehilangan produktifitas karyawan dan mengalami kerugian.

Jaringan sangat rumit dan dibutuhkan pemahaman, jadi network engineers memainkan peran penting untuk me-monitor, memelihara performa jaringan dan memastikan bahwa jaringan terus berfungsi. Kerumitan jaringan, membuat network engineers membutuhkan sebuah aplikasi monitoring jaringan untuk memfasilitasi pekerjaan mereka. Berikut adalah 4 alasan kenapa monitoring jaringan harus diselesaikan :

1. Mempertahankan Daya Tahan Perangkat

Data dalam perangkat milik pengguna dapat diambil menggunakan sebuah protokol, satu diantaranya adalah SNMP (Simple Network Management Protocol). Dari data-data ini, dapat diketahui permasalahan yang terjadi di jaringan. Notifikasi akan diberikan jika terjadi sesuatu yang salah dalam jaringan sebagai contohnya, ruang penyimpanan yang akan mencapai batas dan ada perangkat yang mati. Ini akan membantu network engineers memperbaiki permasalahan sebelum menjadi masalah yang besar dan menyebabkan kerugian. Dengan seperti itu jaringan bisa aman dan kinerjanya dapat terjaga.

2. Menghemat waktu dan Uang

Tanpa monitoring jaringan akan ada banyak waktu yang dihabiskan dalam penelitian, menganalisa apa yang sedang terjadi dengan jaringan sehingga biaya akan membengkak. Monitoring jaringan akan membantu network engineers untuk mengetahui dan memecahkan permasalahan jaringan secara cepat. Identifikasi jaringan dapat diselesaikan dengan cepat sehingga bisnis akan berjalan lancar dan memiliki efisiensi biaya sehingga keuntungan meningkat.

3. Penyelesaian Masalah (Troubleshooting)

Keuntungan lain adalah monitoring jaringan dapat membantu network engineers untuk mengetahui perangkat mana yang bermasalah, jadi network engineers akan menghemat waktu dalam mendiagnosa permasalahan yang ada. Network engineers akan mengetahui apa yang harus dilakukan dengan perangkatnya karena monitoring jaringan memiliki informasi akurat tentang bagian mana yang salah dan penyebabnya.

4. Membantu Membuat Perencanaan

Data dapat membantu untuk membuat perencanaan. Monitoring jaringan membantu anda untuk menganalisa performa jaringan dalam real-time sehingga anda dapat merencanakan apa yang harus dilakukan ketika perangkat mendekati ambangnya. Monitoring jaringan dapat membantu untuk merencanakan setiap perubahan yang dibutuhkan dalam jaringan.

Keuntungan-keuntungan tersebut di atas pasti akan memberikan keuntungan untuk kelangsungan hidup bisnis anda. Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dari monitoring jaringan, anda harus memilih alat monitoring jaringan yang tepat. Memastikan alat monitoring jaringan yang dipilih sesuai kebutuhan dapat memberikan informasi detil sehingga keuntungan monitoring jaringan dapat dirasakan oleh perusahaan sepenuhnya.

Indonesia juga memiliki alat monitoring jaringan yang dapat membantu memberikan informasi detil tentang perangkat yang digunakan oleh perusahaan anda. NetMonk adalah alat monitoring jaringan di Indonesia yang menyajikan sebuah dashboard sederhana yang mudah dipahami.

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

12 Feb 2019
by Dewi
Network Graph

NetMonk: Aplikasi Network Monitoring di Indonesia

Pernahkah anda mendengar tentang alat monitoring jaringan? Mungkin ini sebuah istilah teknik yang asing bagi kebanyakan orang kecuali network engineers. Bagi mereka, istilah ini adalah teman akrab mereka.

Alat monitoring jaringan adalah sebuah software yang membantu network engineers untuk memonitor alat-alat jaringan (network devices). Dengan menggunakan alat ini, Network engineer memiliki kemampuan untuk mengetahui jika sebuah alat sedang hidup atau mati tanpa kontak secara langsung dengan alatnya.

Sekali alat anda mati, alat tersebut akan memberikan peringatan secara cepat. Kebanyakan alat monitoring jaringan menggunakan SNMP atau Simple Network Management Protocol. SNMP adalah sebuah protokol yang memungkinkan alat monitoring jaringan untuk mendapatkan status dan konfigurasi dari perangkat jaringan secara sederhana.

Sekarang ini, jaringan adalah sebuah variabel penting dalam persamaan dunia digital. Ini menjadi satu dari pondasi yang menjalankan operasi bisnis di era digital, termasuk dalam perbankan, manufaktur, dan infrastruktur. Pada waktu yang sama, penyebaran dari pengguna digital online datang dengan konsekuensi bahwa jaringan juga harus kuat. Hal ini berarti bahwa dimensi jaringan tumbuh cepat tetapi jumlah network engineer tidak dapat mengejar ketertinggalan. Hal ini mendesak setiap perusahaan yang menggunakan jaringan dalam operasi sehari-hari mereka untuk menggunakan sebuah alat yang membantu mereka untuk memonitor jaringan mereka. Kenapa? Jika porsi dari jaringan dalam perusahaan mati dan tidak terdeteksi, ini akan menghancurkan operasi perusahaan. Akan tetapi, perusahaan tidak perlu khawatir, ada cara untuk memecahkan masalah. Perusahaan dapat menggunakan sebuah
aplikasi monitoring jaringan untuk membantu network engineers untuk memonitor perangkat jaringan, jadi ketika masalah naik akan segera ditangani.

Bagaimana Kerja NetMonk?

network monitor

NetMonk adalah sebuah monitoring jaringan di Indonesia yang merupakan salah satu produk dari Indonesian network analytics platform bernama Ketitik. NetMonk akan memonitor dan menganalisa perangkat dari pengguna. Setelah 1.5 tahun dioperasikan, sekarang NetMonk V.1 dikembangkan menjadi NetMonk V.2. NetMonk versi terbaru ini memiliki fitur lebih berguna dan dashboard yang bersahabat yang dapat dengan mudah digunakan oleh pengguna.

NetMonk V.2 memiliki forecasting analytic system yang dapat memprediksi umur dari sebuah perangkat. Ketika perangkat mencapai perkiraan usianya, NetMonk akan mengirimkan notifikasi melalui Telegram kepada pengguna. Dengan menggunakan NetMonk V.2, network engineers dapat memproses data yang mereka dapat. Untuk memproses data, pengguna dan Ketitik terhubung menggunakan API (Application Programming Interface). Kami dapat menggambarkan kesimpulan bahwa NetMonk adalah network monitoring application yang bersahabat karena dapat menunjukkan data dengan dashboard yang mudah dimengerti.

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi