Our blog

18 Mar 2019
by Dewi

Perbedaan Antara SNMP dan NetFlow

Supaya kinerja jaringan bekerja dengan baik, keefektifan monitoring jaringan itu penting. Dalam urusan monitoring jaringan, SNMP kependekan dari simple network monitoring protocol dan Netflow mempunyai cara yang berbeda dalam monitoring. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apa yang membuat keduanya berbeda? Untuk artikel kali ini akan membahas perbedaan antara SNMP dan Netflow.

Apa yang dimaksud dengan SNMP?

SNMP (simple network monitoring protocol) adalah protokol untuk manajemen peralatan yang terhubung dalam jaringan IP (Internet Protocol). SNMP dapat digunakan untuk pemantauan jaringan standar sedangkan NetFlow dikhususkan untuk pemantauan, menganalisis dan pengumpulan lalu lintas jaringan. Untuk mengumpulkan bandwidth, pemantauan penggunaan bandwidth router, switch port-by-port, pembacaan perangkat  dan data penggunaan jaringan merupakan pengguanaan paling umum dari SNMP.

Apakah yang dimaksud dengan NetFlow?

Aplikasi yang digunakan untuk memonitor jenis traffic dan besarannya dalam satuan byte, baik dari atau ke sebuah interface router jaringan. Fungsi utama dari NetFlow adalah source dan destination, jenis port, bandwidth yang terpakai dalam sistem jaringan tertentu,  waktu pengiriman dan penerima. Bagi network engineer, NetFlow sangat berguna untuk menganalisa kejanggalan yang terjadi ketika trafik lewat dari atau ke sebuah router. Sedangkan dalam penggunaannya, NetFlow dibatasi hanya untuk lalu lintas IP.

Perbedaan antara SNMP dan NetFlow

1. SNMP dapat digunakan untuk monitoring secara real-time setiap detiknya sedangkan waktu yang diperlihatkan oleh NetFlow tidak nyata meskipun memberikan waktu awal dan akhir untuk setiap alirannya.

2. Untuk mengumpulkan penggunaan CPU dan memori adalah hal yang dapat ditemui ketika menggunakan SNMP yang tidak dapat ditemukan pada NetFlow karena belum tersedia.

3.  Pemberitahuan yang dilakukan NetFlow tentang penggunaan bandwidth terlalu bertele-tele jika dibandingkan dengan SNMP.

4.  SNMP digunakan untuk standar seperti yang sudah dijelaskan di atas sedangkan NetFlow digunakan untuk higher traffic network.

Untuk memilih antara SNMP atau NetFlow, sebaiknya lihat dulu kondisi yang dimiliki oleh perangkat jaringan anda. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka setelah membaca artikel ini, anda dapat memilih mana yang tepat untuk kebutuhan anda. Jika anda ingin memilih monitoring jaringan yang tepat, Ketitik, network monitoring application in Indonesia , memiliki jawabannya untuk anda. Kunjungi website kami untuk informasi selanjutnya.

15 Mar 2019
by Dewi
network monitoring

5 Alasan Kenapa NetMonk merupakan Alat Monitoring Jaringan Terbaik

Monitoring jaringan (network monitoring) pada perangkat perlu dilakukan untuk mengetahui jika perangkat tersebut sedang dalam kondisi yang kurang baik. Terlebih jika perangkat anda tergolong perangkat besar seperti router dan switches yang tidak bisa dimonitor secara manual. Untuk itu anda membutuhkan suatu aplikasi yang dapat memberikan solusi terbaik bagi permasalahan tersebut. Terdapat banyak aplikasi beragam untuk memonitor jaringan namun, tidak banyak yang memberikan layanan dengan win-win solution seperti NetMonk. Berbeda dengan alat monitoring jaringan lainnya, berikut adalah 5 alasan kenapa NetMonk merupakan alat network monitoring terbaik.

1. Fitur Lengkap

Netmonk adalah network monitoring di Indonesia yang menawarkan fitur lengkap yang belum dimiliki oleh aplikasi lainnya. Diantaranya adalah forecasting analytics, friendly UI, dan realtime data. Fitur-fitur tersebut hanya bisa anda dapatkan pada aplikasi NetMonk saja. Jadi, anda tidak perlu repot menginstal aplikasi banyak hanya untuk satu perangkat anda.

2. Customize

Ketika anda menginstal NetMonk, anda dapat meminta customize feature atau informasi data yang sesuai dengan kebutuhan anda. Sehingga tampilannya lebih efisien dan sesuai keinginan. Itulah perbedaan dan kelebihan yang dimiliki oleh NetMonk dibandingkan alat monitoring jaringan lainnya.

3. Free Trial

Jika anda ingin mencoba terlebih dahulu, anda dapat mencoba NetMonk secara gratis. Anda bisa menggunakan NetMonk secara gratis dengan memanfaatkan free trial kami selama satu bulan penuh. Meskipun ini gratis, anda dapat juga menyesuaikan dengan kebutuhan anda.

4. Terdapat Demo

Anda baru pertama kali menggunakan NetMonk? Jangan khawatir! Anda dapat melihat demo nya di laman website kami. Dengan demo, anda dapat melihat bagaimana cara kerja aplikasi NetMonk ketika diinstal nanti. Tampilannya pun mudah dimengerti dan mudah digunakan.

5. Harga Lebih Bersahabat

Jika dibandingkan dengan alat monitoring jaringan (network monitoring tools) lainnya, NetMonk dari Ketitik menawarkan harga yang lebih bersahabat. Selain mendapatkan fitur yang lengkap dan tampilan yang oke, anda pun bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih bersahabat. It’s a win-win solution.

Memilih alat yang tepat untuk monitoring jaringan adalah sebuah keharusan. Hal tersebut karena kegunaannya yang sangat penting untuk memonitor data dalam jaringan. Dari banyaknya aplikasi yang ada, NetMonk menawarkan layanan terbaik untik anda dengan kelima alasan tersebut di atas, NetMonk menjadi salah satu alat pemantauan jaringan terbaik dan menjadi satu-satunya aplikasi monitoring jaringan di Indonesia.

05 Mar 2019
by Dewi
Jenis-jenis perangkat jaringan

Jenis-jenis Perangkat Jaringan (2)

Pada artikel sebelumnya, kami membahas berbagai jenis perangkat jaringan yang penting untuk monitoring. Monitoring jaringan sangat dibutuhkan agar perusahaan dapat mencapai ketersediaan tinggi (high availability). Karena itu, kita juga harus mengetahui semua perangkat jaringan yang ada. Selain perangkat jaringan yang telah dibahas (router, wireless cards, LAN cards, bridges, and HUBs), masih ada perangkat jaringan yang belum kita diskusikan. Berikut ini adalah perangkat jaringan yang akan kita bahas:

1. Switch

Cara kerja perangkat ini hampir mirip dengan HUB, tetapi switch lebih pintar dalam membagi sinyal koneksi. Menggunakan switch, area jaringan dapat menjadi lebih baik dan lebih cepat untuk mengirim data. Perangkat ini juga dapat mengatasi tabrakan data.

2. Access Point

Fungsi perangkat ini adalah untuk memancarkan sinyal dari router. Sinyal digunakan untuk membuat jaringan WLAN. Access Point juga dapat membuat kita terhubung ke jaringan LAN tanpa menggunakan kabel. Kemudian dari titik akses tersebut dapat dikatakan dapat menghubungkan dua jaringan yang berbeda, yaitu jaringan nirkabel dan jaringan LAN.

3. Repeaters

Repeater adalah perangkat yang dapat memperkuat sinyal dan memperluas jangkauan sinyal wifi. Repeater membuat perangkat dapat mengakses wifi dengan mudah. Repeater tidak perlu menggunakan kabel untuk meminimalkan penggunaan kabel.

4. NIC

Network Interface Card (NIC) adalah kartu yang dapat menghubungkan komputer dengan jaringan LAN. Perangkat dapat terhubung ke jaringan menggunakan kabel.

5. Konektor

Konektor adalah alat vital untuk perangkat komputer. Jika konektor tidak terpasang, komputer tidak dapat berjalan secara optimal. Konektor berfungsi untuk menghubungkan kabel dengan adaptor jaringan.

Kami memahami dan mengetahui berbagai perangkat jaringan yang harus dipantau dalam perusahaan. Tidak hanya satu atau dua, tetapi ada juga lebih dari lima perangkat jaringan yang harus kita perhatikan. Bayangkan, di sebuah perusahaan, ada banyak kamar yang masing-masing kamar memiliki banyak perangkat jaringan. Bisakah itu dikelola oleh seorang network engineer? Untuk menghindari kesalahan manusia, dan mencapai efektivitas dalam bekerja menggunakan alat monitoring jaringan sangat dianjurkan. Network engineer akan dibantu dan dapat menangani masalah jaringan dengan lebih cepat.

Saat memilih alat monitoring jaringan, kita harus berhati-hati dan menyesuaikan kebutuhan kita. Pertama-tama, kita harus mengetahui berbagai jenis alat pemantauan jaringan yang tersedia. Memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing alat. Setelah itu, barulah kita bisa menentukan pilihan yang tepat untuk perusahaan kita. Sudahkah Anda memilih alat monitoring jaringan yang tepat?

Artikel ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

04 Mar 2019
by Dewi
Jenis-jenis perangkat jaringan

Jenis-jenis Perangkat Jaringan (1)

Di artikel sebelumnya, telah dibahas bahwa monitoring jaringan memainkan peran penting dalam menjaga performa perangkat jaringan perusahaan telekomunikasi. Klien dapat merasa puas dengan layanan yang diberikan karena perusahaan dapat memberikan layanan penuh tanpa gangguan atau ketersediaan tinggi (high availability). Kepuasan klien sangat mempengaruhi citra merek perusahaan. Jika klien merasakan kepuasan, klien akan mengabarkan hal-hal baik tentang perusahaan.

Anda mungkin bertanya-tanya, perangkat jaringan seperti apa yang harus dimonitor? Perangkat jaringan berperan dalam menghubungkan satu komputer ke komputer lainnya. Ketika komputer terhubung, komputer dapat mengirim dan menerima pesan atau informasi.

Ada banyak jenis perangkat jaringan. Meskipun memiliki fungsi dan peran yang berbeda, perangkat jaringan ini saling mendukung kinerja satu sama lain. Diperlukan pemantauan jaringan untuk dapat melihat kinerja masing-masing jaringan. Jika ada satu perangkat yang tidak terhubung dalam jaringan komputer, perangkat lain akan terganggu dan tidak berfungsi. Ada beberapa perangkat jaringan yang berbeda. Namun dalam artikel ini, kita akan membahas lima perangkat terlebih dahulu. Berikut ini adalah perangkat jaringan:

1. Router

Router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan. Router menghubungkan jaringan dengan topologi bintang, bus, dan cincin. Berkat dua router jaringan dapat bertukar informasi dan data. Router digunakan dalam protokol jaringan router TCIP / IP / IP. Selain itu, router adalah server akses, perangkat yang dapat membuat koneksi yang menghubungkan LAN ke layanan telekomunikasi. Router ini disebut Router DSL (Digital Subscriber Line).

2. Wireless Card

Perangkat ini dapat menghubungkan komputer dengan komputer lain menggunakan Wi-Fi tanpa menggunakan kabel. Saat ini, ada banyak laptop yang memiliki kartu nirkabel di dalamnya, sehingga tidak perlu membeli kartu nirkabel secara terpisah. Tidak seperti laptop, pengguna komputer harus membeli kartu nirkabel secara terpisah untuk terhubung ke Wi-Fi.

3. LAN Card

LAN card juga dapat menghubungkan satu komputer ke komputer lain. Perbedaannya adalah LAN card harus menghubungkan komputer menggunakan kabel. LAN card akan mengubah aliran data dari bentuk paralel ke bentuk serial, maka data akan dikirim melalui kabel UTP.

4. Bridge

Perangkat ini dapat memperluas jaringan sehingga dapat digunakan oleh perangkat lain dalam jangkauan luas. Bridge berfungsi untuk meneruskan data, membagi jaringan menjadi beberapa jaringan. Ini membuat jangkauan jaringan menjadi luas. Bridge memiliki tabel Bridge internal yang berfungsi untuk menentukan segmen mana yang harus disaring.

5. HUB

Fungsi HUB adalah untuk membagi server ke jaringan lain. HUB akan menyalin data dari sumber yang terhubung ke port di HUB. Jika di dalam gedung terdapat 10 komputer yang terhubung ke HUB dan memiliki satu komputer sumber data, HUB akan membagikan data tersebut dengan perangkat yang terhubung. Namun, jika HUB mengalami gangguan transmisi ke jaringan lain, itu akan terhambat.

Ternyata perangkat jaringan itu begitu beragam jenis dan fungsinya. Namun, kelima perangkat ini memiliki kesamaan sehingga mereka dapat menghubungkan komputer satu sama lain sehingga mereka dapat berbagi informasi dan data. Selain lima perangkat jaringan yang telah disebutkan masih ada perangkat jaringan lain yang juga memiliki peran berbeda. Perangkat ini (switches, access points, HUB, repeaters, NIC, and connectors) akan dibahas dalam artikel selanjutnya.

Jika Anda memiliki masalah dengan perangkat jaringan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Ketitik. Ketitik juga memiliki alat pemantauan produk untuk membantu network engineers  melaksanakan tugas mereka. Silakan baca artikel Netmonk kami untuk mengetahui monitoring jaringan Indonesia.

Sumber: jurnalponsel.com

Artikel ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

01 Mar 2019
by Dewi

Gangguan-Gangguan dalam Local Area Network (LAN)

Sekumpulan perangkat komputer yang dapat bertukar data dan berkomunikasi satu sama lain disebut dengan network. Ada banyak sekali perangkat komputer yang bisa digunakan untuk dapat berhubungan satu sama lain. Pada sebuah perusahaan tentu saja memiliki sekumpulan perangkat tersebut untuk mendukung jalannya proses perusahaan. Ada beberapa jenis jaringan network yaitu LAN (Local Area Network), WAN (Wide Area Network), dan MAN (Metropolitan Area Network). Jaringan network dalam sebuah perusahaan termasuk pada LAN. LAN merupakan kumpulan network dalam area yang kecil, seperti perkantoran, sekolah dan rumah.

Terkadang kita mengalami gangguan-gangguan pada perangkat jaringan, yang mengakibatkan kita tidak dapat mengakses komputer, tidak dapat saling terhubung, dan tidak dapat mendapatkan informasi dari server. Ada banyak gangguan-gangguan pada perangkat jaringan, yaitu gangguan hardware, software maupun faktor eksternal lainnya.

Gangguan hardware adalah gangguan-gangguan yang berasal dari workstation, hub/ switch, dan kabel konektor. Kesalahan pemasangan perangkat adalah kesalahan yang sering sekali terjadi. Sedangkan gangguan yang terjadi pada server dan PC milik client  yang disebabkan tidak jalannya aplikasi wireless, maupun konflik pada IP (Internet Protocol) merupakan gangguan software. Selain itu ada penyebab gangguan lainnya yang berasal dari faktor eksternal yaitu tentang perawatan sebuah perangkat jaringan. Bila sebuah perangkat kurang perawatan berkala bisa jadi timbul gangguan dari perangkat karena perangkat mengalami korosi atau perangkat menjadi berkarat. Hal tersebut dapat juga karena ketidak cermatan pemilihan ruangan karena kelembaban ruangan dapat mempengaruhi kualitas perangkat jaringan.

Network engineer perlu menjaga jaringan agar tidak terjadi gangguan-gangguan yang dapat mengganggunya proses operasional sebuah perusahaan.Berdasarkan gangguan yang ada, ada beberapa gangguan yang sering sekali terjadi, dan perlu diperhatikan.  Gangguan-gangguan tersebut yaitu:

1. Kerusakan pada Konektor Jaringan

Kita mulai dari gangguan yang paling sederhana, yaitu gangguan yang timbul karena kerusakan konektor jaringan atau kabel. Walau gangguan ini disebut gangguan sederhana, namun cukup mengganggu jaringan LAN sehingga jalannya proses sebuah perusahaan juga terganggu.  Kerusakan pada konektor jaringan dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kesalahan penyusunan kabel, kabel terjepit, tergigit hewan pengerat, konektor atau kabel lepas.

2. Kerusakan pada HUB/ Switch

Switch merupakan terminal atau disebut juga sebagai pembagi sinyal data atau network card. Kita harus melihat, apakah switch memang sedang mengalami gangguan sementara atau sudah rusak. Bila switch memang sudah rusak, anda harus segera menggantinya agar jaringan anda dapat lebih stabil.

Ketika switch mengalami gangguan, seluruh jaringan yang terhubung tidak dapat berfungsi. Antar workstation tidak dapat berkomunikasi, bahkan tidak dapat berkomunikasi dengan server.

3. Tidak Terdeteksi dari Komputer Server

Gangguan selanjutnya merupakan gangguan yang disebabkan karena Internet Protokol yang kosong. Selain itu alamat yang tidak digunakan juga dapat menyebabkan jaringan tidak dapat terdeteksi pada komputer server. Ada cara untuk mengetahui apakah komputer kita dapat terhubung dengan lainnya, dengan menggunakan ping. Bila terdapat tulisan “reply from” berarti computer tersebut dapat terkoneksi dengan baik/ up, sebaliknya bila ada tulisan “request time out” maka komputer kita tidak dapat terkoneksi dengan komputer lainnya/ down.

Agar gangguan pada perangkat jaringan tidak sering terjadi, sebuah perusahaan memerlukan pemantauan jaringan secara berkala. Banyaknya perangkat dalam sebuah LAN membuat network engineer memerlukan bantuan untuk memonitor jaringan tersebut. Network engineer memerlukan sebuah network monitoring tools maupun network monitoring application untuk dapat menjaga performa perangkat jaringan.

Ada macam-macam alat monitoring ja yang dapat menjadi pilihan anda, baik monitoring tools dari luar negri maupun Indonesian monitoring tools. Memilih monitoring tools harus cermat dan sesuai dengan kebutuhan anda. Sudahkah perusahaan anda menggunakan monitoring tools yang tepat?

Source: Irmaervianatkj.wordpress.com, syafa07.blogspot.com

Ditulis oleh Febi dan diterbitkan oleh Dewi

28 Feb 2019
by Dewi
5 Keunggulan SLA Monitoring

5 Keunggulan SLA monitoring

Sekarang, layanan jaringan (network service) tumbuh dengan cepat. Seharusnya, perusahaan juga tahu bagaimana vendor dapat memberikan layanan berkualitas kepada pengguna.

SLA (Service Level Agreement) Monitoring biasanya memiliki pelaporan tertentu yang dapat membantu perusahaan untuk memperkecil waktu dibutuhkan untuk menciptakan atau menyusun informasi tentang status jaringan. Ketika sudah selesai, informasi pada status jaringan akan digunakan untuk menciptakan sebuah Service Label Agreement pada saat yang dibutuhkan secara cepat. Perusahaan harus memprioritaskan kegunaan dari SLA monitoring secara benar. SLA monitoring memiliki banyak keunggulan :

1. Mengukur Performa Jaringan

Untuk departemen jaringan komputer, sangat sulit untuk menyajikan data dalam bentuk dokumen, karena untuk departemen ini bagaimana jaringan tetap stabil, koneksi tidak bisa lambat dan turun.

Akan tetapi, akan berbeda jika berurusan dengan perusahaan yang harus malayani pelanggan. Tidak cukup hanya memiliki koneksi dan interkoneksi, tetapi sejauh mana SLA monitoring telah dicapai.

Service level agreement  digunakan untuk mengukur luasnya departemen jaringan komputer dalam perusahaan. Jika jaringan komputer sehat, maka bisnis perusahaan akan dimaksimalkan dan dapat mencapai ketersediaan tinggi.

2. Menghindari Kerugian

SLA monitoring juga dapat memaksimalkan perkembangan bisnis anda. Ketika data jaringan anda atau koneksi jaringan terganggu, operasi perusahaan macet secara otomatis karena mereka tidak dapat mengirimkan data atau melakukan pekerjaan yang memerlukan koneksi internet. Jika perusahaan anda dapat memberikan ketersediaan tinggi maka anda akan terhindar dari kerugian.

3. Indikator Kinerja

SLA monitoring juga memiliki indikator yang dirancang agar mudah dipahami oleh pelanggan. Sehingga meningkatkan kepuasan dan kualitas pelanggan tetap menjadi tujuan.

4. Mencegah Ketidakcocokan Harga

Terkadang, ada kondisi di mana pelanggan tidak mendapatkan layanan seperti yang dinyatakan oleh perusahaan. Dengan SLA, pelanggan bisa mendapatkan kompensasi dalam bentuk pengurangan biaya. Selain itu, pelanggan juga akan memahami bahwa network management service providers benar-benar yakin dengan kemampuan mereka untuk mencapai tingkat kinerja yang disepakati (agreed levels of performance).

5. Meningkatkan Kualitas

SLA monitoring adalah tindakan pengawasan atas jaminan layanan yang diberikan kepada klien. Secara otomatis, jika pelanggan atau klien merasa puas dengan layanan yang diberikan, maka mereka akan merekomendasikan penyedia layanan untuk banyak orang dari mulut ke mulut dan akan jadi jauh lebih efektif, karena orang akan lebih percaya diri dengan saran langsung.

Ada banya keunggulan dari SLA monitoring sehinga dapat membantu perusahaan untuk memonitor ketersediaan dan performa aplikasi network monitoring. Ini akan memastikan anda mendapatkan nilai bisnis maksimum melalui IT network management yang lebih baik.

Di Indonesia, ada SLA monitoring yang dapat mewujudkan keunggulan-keunggulan ini dalam bisnis anda. SLA monitoring adalah produk dari Ketitik, Managed Service Network Application Platform di Indonesia. Ini akan membantu dengan detil dan maksimal sehingga perusahaan anda mencapai ketersediaan tinggi. Jangan ragu untuk bertanya, Ketitik siap melayani.

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

27 Feb 2019
by Dewi
Service Level Agreement (SLA)

Service Level Agreement di Perusahaan Telekomunikasi

Jika anda memiliki bisnis di bidang telekomunikasi, medis, real-estate, dan perusahaan yang menyediakan produk dan layanan untuk pelanggan, anda tentu tidak asing dengan Service Level Agreement (SLA). Akan tetapi, untuk lebih spesifik kami akan membahas SLA dalam perusahaan telekomunikasi, terutama penyedia layanan internet (internet service provider).

Kegunaan SLA

SLA adalah persetujuan antara penyedia layanan (service provider) dan klien (pengguna layanan). Persetujuan ini adalah jaminan untuk mengontrol layanan yang disediakan oleh penyedia layanan untuk pelanggan. Dari mulut ke mulut sangat dekat dengan pelanggan, jika pelanggan merasa puas dengan layanan yang diterima, pelanggan tidak akan ragu untuk menyediakan rekomendasi untuk keluarga mereka. Jika pelanggan merasa kecewa dengan layanan yang diterima, pelanggan akan mengatakan ketidakpuasannya dengan penyedia layanan ke semua orang.

Penyedia layanan harus mencoba menemui target sesuai dengan SLA yang ada, ini dapat mempengaruhi citra mere di mata pelanggan. Perusahaan telekomunikasi juga harus menemui ketersediaan tinggi sehingga klien akan sangat terbantu untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jika ketersediaan tinggi tidak dapat diraih, klien akan sangat terganggu. Bayangkan jika anda berlangganan internet dan internetnya sering mati. Tentu saja, ini akan sangat mengganggu kegiatan anda.

Kami mengira bahwa salah satu pengguna layanan dari perusahaan telekomunikasi adalah universitas. Ketika universitas sedang melakukan tes secara bersamaan, ada beberapa pertanyaan yang mengharuskan peserta menggunakan fasilitas internet di universitas untuk mengerjakan soal ujian masuk. Tapi di pertengahan ujian, ada gangguan internet lama. Suasana tes kacau dan tidak kondusif karena peserta tidak dapat melanjutkan ujian. Tentu saja, ini merugikan pihak universitas dan mengurangi performa penyedia layanan internet.

Dalam SLA ada kemampuan penyedia layanan untuk dapat memberikan layanan dalam ukuran presentase.  Biasanya, jumlah yang diberikan 96%-99%, jika penyedia layanan tidak dapat memenuhi persetujuan, penyedia layanan harus memberikan restitusi ke pengguna layanan. Restitusi adalah pengembalian dalam bentuk uang atau berdasarkan perjanjian jika perusahaan tidak dapat memenuhi SLA.  Jika SLA perusahaan sebesar 97%, jika ada penurunan 3%, itu akan dianggap normal, tetapi jika ada yang mati diatas 3%, perusahaan perlu memberikan ganti rugi kepada pelanggan.

Pengenalan SLA Monitoring

Penyedia layanan perlu proses panjang dalam membuat laporan mengenai ketersediaan layanan yang disediakan. Hal ini mendorong Ketitik untuk mengembangkan aplikasi jaringan di Indonesia dengan menciptakan SLA monitoring di Indonesia. Memonitor SLA (SLA monitoring) dapat membantu perusahaan telekomunikasi untuk memonitor service availability dan pembuatan laporan.

Perusahaan perlu melihat apakah keluhan tentang kematian jaringan internet yang dimiliki pelanggan benar atau tidak, penyedia layanan dapat menggunakan monitoring application di Indonesia, bernama SLA monitoring. Menggunakan SLA monitoring, perusahaan penyedia layanan akan dengan mudah melihat grafik layanan yang tersedia bagi pelanggan. Pemantauan SLA akan memberikan laporan yang dapat menjadi dasar untuk decision management level.

Sumber: bppk kemenkeu, bambangsuhartono.wordpress.com

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

26 Feb 2019
by Dewi

Cerita Tentang Ketitik dari Sumatera

Jarak tidak mencegah Atron untuk berkonsultasi dengan Ketitik untuk menyelesaikan masalah jaringannya. Dimulai dari rekomendasi kolega, Atron, sebuah perusahaan network analytics traffic occupancy di Medan, sangat tertarik dalam membagikan masalah dengan Ketitik. “Pada awalnya Atron tidak mengetahui apa pun mengenai Ketitik, kami tidak pernah mendengarnya,” kata Lydia, CEO Atron. Tetapi, rekomendasi yang diberikan sangat meyakinkkan, yang membuat Atron berpikir tidak ada ruginya untuk mencoba.

Perjalanan Medan-Jakarta diambil oleh Atron untuk berdikusi dan berbagi masalah dengan tim Ketitik. Atron mengalami kesulitan pengelolaan sebanyak 5300 BTS di wilayah Sumatra. Atron bingung tentang bagaimana membuat jaringan stabil dan tidak mudah turun dengan 5.300 BTS. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan kerja sama antara Atron dan Ketitik. Sekarang, Atron dan Ketitik terkait sebagai mitra. Ketitik membantu Atron di tim backend.

Sekarang Atron bisa memperkecil kesalahan manusia dalam laporan data. Hal ini membantu untuk dapat mengambil penggunaan data pelanggan dalam perangkat. Data dapat diproses secara otomatis menurut apa yang Atron inginkan. Jika data diproses dengan tenaga manusia, resiko kesalahan manusia yang didapat lebih besar. Sebagai contohnya, kondisi yang tidak sehat dapat mempengaruhi perhitungan sehingga kesalahan perhitungan dapat terjadi.

Dari akhir Agustus sampai Oktober, sudah ada 1,400 BTS yang dapat log in dan dapat memberikan performa yang stabil. Selain itu, Atron menjadi sadar kapan harus meningkatkan kapasitas perangkat jaringan karena Ketitik membantu melihat ruang yang digunakan.

Atron merasa puas bahwa dapat bekerja sama dengan Ketitik. Ketitik mampu mewujudkan apa yang diinginkan Atron. Selama bekerja sama, Atron dan Ketitik dapat berkomunikasi dengan lancar karena dengan rutin berkomunikasi melalui konferensi video setiap 3 hari sekali. Selain itu, Atron juga dapat mencapai ketersediaan tinggi sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan pada pelanggan.

Cerita Atron, mungkin membuat anda bertanya-tanya, apa yang sebenarnya dilakukan oleh Ketitik. Menjual produk atau menjual jasa? Selain memiliki 3 produk yang berhubungan dengan network monitoring application, Ketitik memang bisa menjadi konsultan terkait dengan masalah jaringan. Ketitik menyebut layanan tersebut sebagai managed service atau layanan terkelola.

Tertarik berdiskusi mengenai masalah jaringan atau tertarik dengan alat monitoring (monitoring tool) yang dimiliki Ketitik? Jangan ragu untuk menghubungi Ketitik atau kunjungi website kami untuk mengenal kami lebih lanjut.

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

25 Feb 2019
by Dewi

Alat Monitoring Jaringan Populer

Network monitoring application berkembang pesat di seluruh dunia. Perangkat lunak, perangkat, dan utilitas baru dirilis setiap tahun untuk memfasilitasi manajemen jaringan dan infrastruktur IT. Ada banyak Network monitoring tool yang dapat menjadi pilihan network engineer. Pemilihan Network monitoring tool harus disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut adalah 3 Network monitoring tool paling populer :

1.   SolarWinds Network Performance Monitor

Menggunakan alat ini, anda dapat menemukan perangkat jaringan secara otomatis dalam waktu singkat. SolarWinds menggunakan antarmuka sederhana. SolarWinds adalah salah satu network monitoring tool termudah dan paling intuitif.

Menggunakan SolarWinds, pengguna dapat kustomisasi sesuai kebutuhan. Pengguna SolarWinds dapat menyesuaikan dashboard berbasis web, grafik dan menampilkan kinerja. Untuk teknisi jaringan atau network administrator tentu saja alat ini akan menyediakan kenyamanan dalam mendesain topology yang kompatibel dengan infrastruktur jaringan.

2.   PRTG Network Monitor dari Paessler

PRTG merupakan sebuah network monitoring application yang dikenal karena kemampuannya yang canggih dalam mengelola insfrastruktur IT. Semua perangkat, sistem, traffic, dan aplikasi dalam jaringan bisa dengan mudah ditampilkan dalam hierarki antarmuka yang sangat mudah digunakan.

PRTG menggunakan teknologi seperti SNMP, WMI, SSH, Flows / Packet Sniffing, HTTP Request, REST API, ping, SQL. Hal ini dapat dikatakan, PRTG network monitoring application adalah pilihan ideal untuk perusahaan yang masih kurang pengalaman dalam network management.

Fitur paling unggul dari PRTG adalah kemampuannya untuk memonitor perangkat ke pusat data yang menggunakan aplikasi seluler. Sebuah QR code yang cocok dengan sensor label cetak akan dipasang ke pangkat fisik. Lalu, untuk memindai kode dan melihat informasi perangkat, gunakan aplikasi seluler dan kemudian ringkasan informasi perangkat akan segera muncul pada layar seluler.

3. Zabbix

Zabbix adalah sebuah network monitoring tool berdasarkan pada antarmuka WEB GUI yang mudah digunakan. Zabbix lebih berfokus pada network monitoring tool untuk memonitor server dan perangkat keras pada jaringan. Salah satu dari fitur andalannya adalah Zabbix dapat memprediksi tren dalam lalu lintas jaringan dan juga dapat memprediksi perilaku jaringan di masa yang akan datang berdasarkan rekaman data historis.

Karena zabbix adalah open source, banyak komunitahs pengguna Zabbix yang tersebar di seluruh dunia dan banyak dokumen atau manual dapat dipelajari. Zabbix masih mencukupi untuk jenis topology jaringan dibawah 1000 node. Lebih dari itu, biasanya performa perangkat lunak ini akan menjadi lebih pelan atau berkurang. Sebagai tambahan, Zabbix tidak memiliki laporan real-time.               

Selain tiga network monitoring tool di atas, masih ada banyak network monitoring yang bisa dijadikan pilihan. Sekarang di Indonesia ada network monitoring tool yang bisa menjadi pilihan perusahaan. Network monitoring tool tersebut adalah NetMonk. Jangan khawatir, NetMonk memiliki beberapa nilai unik yang membuatnya lebih unggul dari monitoring jaringan lainnya. Sudahkah anda memahami kebutuhan perusahaan anda dan menentukan pilihan anda untuk memilih network monitoring tool?

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

22 Feb 2019
by Dewi

Linear Regression dalam Network Traffic Forecasting

Network Traffic ForecastingNetwork monitoring tools digunakan untuk membantu manusia untuk memonitor kinerja jaringan. Jaringan butuh dipelihara sehingga performanya terus stabil dan perusahaan bisa terus mencapai ketersediaan tinggi dan bisa terus memuaskan pelanggan. Seperti artikel yang telah didiskusikan. Tanpa bantuan network monitoring, network engineer akan kewalahan untuk memonitor banyak jaringan karena jumlah network engineer masih

Ada banyak Network monitoring tools yang bisa memberikan informasi tentang lalu lintas data perangkat. Perusahaan harus berhati-hati dalam memilih Network monitoring tools karena hal tersebut juga mempengaruhi domain manajerial (managerial domain). Ada satu keunggulan yang dimiliki oleh Indonesian network monitoring tool yang disebut NetMonk. Keunggulan tersebut adalah NetMonk dapat memberikan prediksi ketika jaringan akan mencapai ambang yang mana didukung oleh fitur network traffic forecasting.

Jika perangkat bisa ditebak, dapat dikatakan bahwa sebuah perangkat jaringan akan memiliki peningkatan kinerja sehingga juga dapat mendukung tingkat manajemen kinerja kerja. Network traffic forecasting didukung oleh suatu metode untuk dapat memproses data analitik menjadi informasi yang akurat tentang kondisi perangkat.

Banyak metode traffic forecasting yang digunakan untuk menjalankan network traffic forecasting. Tentu saja, dalam mengembangkan network traffic forecasting, NetMonk mencari metode yang cocok dan dapat diterapkan ke NetMonk. Salah satu metode yang diterapkan di NetMonk untuk memprediksi waktu perangkat untuk mencapai ambang batas adalah metode regresi linier.

NetMonk memanfaatkan lalu lintas keluar dan masuk untuk menampilkan fitur network traffic forecasting pada dashboard. Atau umumnya disebut data upstream dan downstream. Downstream adalah kecepatan aliran data dari komputer lain ke komputer lokal (unduh/download), sedangkan upstream adalah kecepatan aliran data dari komputer lokal ke komputer lain (unggah/upload).

Dalam network traffic forecasting the regression line menjadi patokan dalam pemahaman perilaku data, diambil dari data historis rata-rata yang dibatasi oleh batas data maksimum dan minimum di sekitar rata-rata. Seingga penyajian data network traffic forecasting di NetMonk adalah dalam bentu-bentuk garis yang menunjukkan waktu jaringan mencapai ambang batas. Garis terdiri dari X axis dan Y axis. X-axis adalah data waktu, dan Y-axis merupakan data upstream atau downstream yang mana dibatasi oleh angka ambang batas maksimum. Berdasarkan X axis dan Y axis, anda akan melihat ketika sebuah perangkat mencapai angka ambang batas maksimum.

Menggunakan NetMonk, berarti anda telah menghemat energi dan waktu. Tidak butuh waktu yang lama untuk mengetahui bahwa jaringan anda akan mencapai ambang batas dan anda dapat mengantisipasinya. Temukan nilai unik lain dari NetMonk dalam artikel ini.

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi