Our blog

11 Apr 2019
by Dewi
Network Security Monitoring

Apa Itu Network Security Monitoring?

Network security monitoring (NSM) adalah sebuah tindakan atau proses untuk mengumpulkan dan menganalisa data terhadap ancaman yang membahayakan perangkat maupun jaringan milik anda secara real-time. NSM akan memberikan peringatan kepada anda terhadap ancaman yang datang sehingga anda dan atau tim respon darurat (emergency response team) dapat mengambil tindakan dan segera mengatasinya. Kenapa anda membutuhkan network security monitoring? Karena menjaga keamanan perangkat jaringan dari virus dan ancaman lainnya wajib dilakukan untuk menghindari hal buruk yang mungkin terjadi seperti kerusakan pada perangkat, hilangnya data dan lain sebagainya. Agar terhindar dari hal tersebut, maka dari itu anda membutuhkan network security monitoring. Lalu siapa saja yang membutuhkan network security monitoring ini? Tentu perusahaan-perusahaan yang selalu memanfaatkan jaringan dalam kelangsungan bisnisnya.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh NSM dan keuntungan yang bisa anda dapatkan. Apa saja itu? Mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai network security monitoring berikut ini.

Setelah di paragraph sebelumnya, anda sudah mengetahui apa itu network security monitoring dan alasan kenapa anda harus menggunakannya, berikut adalah beberapa keuntungan yang akan anda dapatkan ketika menggunakan network security monitoring seperti :

  1. Mendeteksi adanya ancaman keamanan.
  2. Memberikan peringatan adanya ancaman keamanan secara real-time.
  3. Dapat juga mendeteksi perilaku mencurigakan yang ada dalam jaringan maupun perangkat yang anda miliki.
  4. Memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi ancaman keamanan
  5. Mendapatkan gambaran mengenai peristiwa keamanan bisnis anda.

Network security monitoring juga memiliki kekurangan yaitu ketika keamanan informasi terganggu maka NSM tidak bisa melakukan apa-apa karena biasanya yang terlibat dalam pencegahan insiden tersebut adalah firewall, antivirus, IPS, dll. Bukannya network security monitoring.

Lalu apakah dengan menggunakan network security monitoring sangat sepadan? Jawabannya adalah iya karena NMS tidak hanya memberikan perlindungan tetapi juga memberikan kewaspadaan mendalam terhadap aktifitas yang terjadi di dalam jaringan anda seperti apa yang masuk dan keluar.

Referensi :

https://oxen.tech/blog/network-security-monitoring-find-security-threats/

https://netsec.id/network-ssecurity-monitoring/

07 Apr 2019
by Dewi
Network Management System

Network Management System

Network management system kepanjangan dari NMS adalah sebuah aplikasi atau serangkaian aplikasi yang mengijinkan network engineer untuk mengelola komponen independen jaringan di dalam kerangka kerja (framework) manajemen jaringan yang lebih besar. Intinya, NMS itu mengacu pada software yang digunakan untuk mengelola jaringan. Network management system didesain untuk monitoring, memelihara, dan mengoptimalkan jaringan. NMS juga dapat digunakan untuk memonitor komponen hardware maupun software dalam suatu jaringan. Biasanya network engineer menggunakan network management system untuk menangani beragam operasi seperti : mendeteksi perangkat di jaringan sehingga dapat dikenali dan dapat dikonfigurasi dengan benar, jika terjadi gangguan pada sistem maka NMS akan segera memberikan peringatan secara proaktif kepada engineer, memonitor kinerja, dan terakhir adalah menganalisa kinerja karena NMS digunakan untuk melacak indikator data kinerja (performance data indicators) termasuk packet loss, latency, bandwidth utilization, dan lain-lain.

Network management system (NMS) sangat berguna dalam network device discovery, network device monitoring, network performance analysis, network device management, pemberitahuan cerdas atau peringatan yang dapat disesuaikan.

Tipe-tipe network management system.

NMS dapat diinstal secara on-premise di server khusus. Perangkat lunak NMS dapat mengelola beragam komponen jaringan besar yang diproduksi oleh beberapa vendor. Instalasi NMS on-premise dapat memungkinkan kontrol dan kustomisasi perangkat lunak untuk bertemu tujuan yang spesifik. Selain itu, NMS dapat digunakan juga untuk memonitor unsur jaringan kabel dan nirkabel (wired dan wireless). Perangkat lunak NMS juga dapat mengijinkan perusahaan untuk melacak performa di seluruh jaringan mereka sendiri, maupun melalui jaringan external, seperti dioperasikan oleh cloud dan penyedia layanan.

Kenapa harus menggunakan network management system?

Setelah dibahas pengertian dan kegunaan dari network management system kemudian pertanyaan muncul, kenapa anda harus menggunakan network management system? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebuah NMS tidak diperlukan jika anda hanya memiliki jaringan kecil seperti di rumah yang tidak memiliki jaringan yang bercabang-cabang. Namun berbeda halnya dengan perusahaan besar yang memiliki jaringan internet yang luas dengan banyak perangkat yang terhubung, sebuah NMS sangat penting untuk pengelolaan. Hal ini dikarenakan NMS menyediakan cara yang efisien untuk mencari, memperbarui, memperbaiki, dan mengganti peralatan jaringan yang diperlukan.

Referensi:

https://techterms.com/definition/nms

https://searchnetworking.techtarget.com/definition/network-management-system

https://www.technopedia.com/definition/11988/network-management-system-nms

01 Apr 2019
by Dewi

On Cloud monitoring vs On-Premise Monitoring, Mana yang Tepat Untuk Anda?

Monitoring jaringan (network monitoring) sangat penting untuk memantau bagaimana keadaan perangkat jaringan anda jika terjadi sesuatu sehingga anda dapat mengantisipasinya. Tentu kehadiran monitoring jaringan ini sangat membantu para network engineer dalam pekerjaannya. Berdasarkan lokasi penempatan software monitoring tersebut, terdapat 2 jenis monitoring jaringan yaitu on cloud monitoring dan on-premise network monitoring software. On cloud monitoring adalah. Monitoring berbasis cloud. Sedangkan on-premise monitoring software adalah perangkat lunak yang diinstal dan dioperasikan oleh pelanggan dari server in house dan infrastruktur komputasi. Manakah diantara keduanya yang harganya lebih efisien? On cloud monitoring atau on-premise monitoring? Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai keduanya.

On Cloud Monitoring

Sesuai dengan namanya, On cloud monitoring adalah sebuah proses pemantauan, reviewing, dan pengelolaan proses operasional infrastruktur IT berbasis cloud.Administrator cloud dapat meninjau status operasional dan keadaan perangkat berbasis cloud apa pun. Tidak hanya itu, cloud monitoring ini juga sangat membantu untuk mengevaluasi kinerja seluruh infrastruktur pada tingkat modular. Network engineer mulai beralih ke On Cloud monitoring karena alasan kepraktisannya tersebut. Keuntungan apa saja yang anda dapatkan jika menggunakan cloud monitoring? Cloud monitoring memberikan beberapa keuntungan antara lain anda dapat mengakses jarak jauh platform anda dari perangkat apapun dengan kemampuan penelusuran, tidak hanya itu anda juga dapat mengelola solusi anda dengan lebih mudah, dan terakhir anda mendapatkan kemudahan dan kecepatan dalam mengkonfigurasikan nya. Sedangkan kekurangannya adalah anda tidak memiliki kendali penuh terhadap data yang anda miliki.

On-premise Monitoring

On-premise software juga disebut sebagai shrink wrap. Berbeda dengan on cloud monitoring, premise monitoring yaitu pelanggan harus menyediakan segala sesuatunya sendiri seperti perangkat keras, server in-house, lisensi perangkat lunak, staff IT, dan periode integrasi yang lebih lama serta bertanggung jawab atas keamanan dan manajemennya. Keuntungan yang didapat ketika menggunakan premise monitoring software adalah anda dapat mengontrol atas keamanan data dan kinerjanya yang dapat anda andalkan. Kekurangannya adalah biaya yang dikeluarkan menjadi tinggi dan tidak praktis.

Perbedaan keduanya dari segi harga yaitu cloud software dihargai berlangganan bulanan dan tahunan dengan tambahan biaya support, pelatihan dan pembaruan sedangkan premise monitoring dihargai dengan biaya lisensi satu kali dan tambahan biaya untuk support, pelatihan dan pembaruan. Jika anda ingin melihat harga mana yang lebih efisien diantara harga cloud monitoring vs on-premise monitoring, sebagai gambarannya berikut perbandingan biaya lisensi dari Ketitik dibandingkan dengan merk lainnya. Biaya ini belum termasuk biaya tidak langsung yang dibebankan ketika memilih on-premise, seperti server, listrik, ruangan, dll. Jumlah dalam diagram ini dalam mata uang rupiah.

Perbandingan harga on cloud monitoring vs on-premise monitoring dari Ketitik dengan brand lain.

Jadi, untuk menjawab pertanyaan lebih efisien mana antara keduanya adalah tergantung pada kebutuhan anda. Jika anda membutuhkan monitoring yang fleksibel dan praktis maka on cloud lebih efisien. Sedangkan jika anda ingin membeli server ke vendor atau telah memiliki server sedang dalam kondisi tidak dalam penggunaan, maka on-premise dapat memenuhi kebutuhan anda. Dari data di atas, jelas sekali bahwa NetMonk dari Ketitik memiliki biaya yang lebih murah, tidak hanya itu tetapi juga dapat memenuhi kebutuhan anda. Jadi jika anda membutuhkan monitoring berbasis cloud maupun on-premise, NetMonk, network monitoring application di Indonesia, akan memberikan layanan terbaik seperti yang anda butuhkan.

Referensi :

https://www.helpsystems.com/resourcesarticles/on-premise-vs-cloud-network-monitoring

https://www.technopedia.com/definition/29862/cloud-monitoring

https://www.technopedia.com/definition/26714/on-premise-software

29 Mar 2019
by Dewi

Monitoring Jaringan dengan Proactive Maintenance

Monitoring jaringan (network monitoring) memiliki fungsi yang sangat penting untuk memonitoring jaringan yang anda miliki. Apakah sedang down, atau terjadi kendala lainnya. Monitoring jaringan sangat berguna untuk mengantisipasi jika masalah-masalah tersebut terjadi sehingga dapat menghemat waktu dan juga uang. Saat ini sudah banyak alat ataupun aplikasi monitoring jaringan yang bisa kamu dapatkan secara gratis maupun berbayar. Tingkat levelnya pun berbeda-beda dan rata-rata monitoring jaringan tersebut berada di level reactive maintenance dan ada juga yang proactive maintenance.

Reactive maintenance juga dikenal sebagai breakdown maintenance yang berfokus pada alat yang mengalami kerusakan kemudian mengembalikannya ke operasi normalnya dengan cara memperbaiki atau mengganti komponen dan alat yang rusak. Sedangkan proactive maintenance, dengan kata lain, proactive maintenance ini dapat melihat lebih jauh jika suatu alat terjadi kerusakan, sehingga anda dapat melakukan tindakan sebelum hal tersebut terjadi. Setelah melihat penjelasan keduanya di atas, reactive maintenance dan proactive maintenance memiliki keunggulannya masing-masing. Ada beberapa monitoring jaringan yang sudah berada di level reactive maintenance maupun proactive maintenance. Salah satunya network proactive maintenance adalah NetMonk dari Ketitik.

NetMonk merupakan monitoring jaringan (network monitoring) dari Indonesia yang sudah proactive. Berbeda dengan aplikasi monitoring jaringan lainnya, NetMonk memiliki beberapa fitur yang tidak dimiliki oleh aplikasi lainnya. Fitur-fitur tersebut antara lain, NetMonk menggunakan notifikasi dari aplikasi Telegram yang penggunaannya jauh lebih efisien dan praktis dibandingkan menggunakan notifikasi SMS atau pun email yang beresiko menjadi spam. Fitur dashboardnya juga sangat informatif dan mudah dimengerti. Seperti pada gambar di bawah ini.

Dari gambar di atas, terdapat beberapa board seperti device status, link utilization, gateway status, CPU, RAM, dan storage. Melalui board di atas, anda dapat mengetahui status yang sedang terjadi. Misalnya pada board device status, di sana terdapat informasi mengenai Up dan Down. Diketahui jumlah yang down sebanyak 9 dan yang up berjumlah 6. Kenapa dalam board tersebut hanya terdapat list dari device yang down saja? Hal tersebut dikarenakan perangkat yang down lebih penting untuk segera diperbaiki. NetMonk memiliki fitur filtering seperti di atas yang sangat berguna bagi engineer dalam penggunaannya. NetMonk, merupakan network maintenance yang komplit karena dapat juga melihat informasi trafik jaringan dan sebagai alat monitoring terbaik yang bisa anda pilih. Untuk melihat langsung bagaimana cara kerja NetMonk, aplikasi monitoring jaringan di Indonesia, silahkan kunjungi website kami dan melihat demonya secara langsung.

Referensi :

https://www.omega.com/technical-learning/Proactive-Maintenance-vs-Reactive-Maintenance.hml

28 Mar 2019
by Dewi

Masalah-masalah di Perangkat Jaringan

Perangkat jaringan memiliki peran penting sehingga perlu dimonitor agar selalu terpantau kondisinya. Beberapa perangkat jaringan antara lain Switch, Bridge, LAN, Router, HUB dan lainnya. Jika perangkat-perangkat jaringan tersebut tidak terpantau dengan baik dan mengalami kerusakan maka hal tersebut dapat menimbulkan kerugian dari segi waktu dan materil. Itulah salah satu fungsi dari monitoring jaringan (network monitoring). Anda tidak akan rugi jika melakukan pemantauan pada perangkat jaringan anda. Dalam artikel kali ini akan membahas masalah atau kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada suatu perangkat jaringan. Berikut adalah perangkat jaringan dan permasalahan yang sering terjadi :

1. Switch

Kerusakan yang biasanya ditemukan pada switch antara lain : seringnya terjadi hubungan pendek pada konektor kabel atau kabel data yang kurang baik sehingga menyebabkan port switch yang rusak. Tidak hanya itu, grounding listrik yang kurang baik akibat arus bocor juga menyebabkan persoalan pada switch. Selain itu, arus bocor juga menyebabkan switch sering hang. Kerusakan lainnya adalah fitur-fitur switch seperti VLAN dan fungsi redundasi yang tidak dapat berfungsi. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya looping pada switch.

Solusi untuk permasalahan yang sering terjadi pada switch di atas adalah anda harus sering-sering mereset switch, pastikan suhu ruangan di mana switch diletakkan harus cukup agar switch tidak panas dan hang, sesuaikan beban koneksi dan kualitas yang dipikul oleh switch sehingga tidak keberatan dan tidak melampaui kemampuannya, dan pastikan grounding listriknya sesuai dengan standar yang berlaku.

2. LAN

Dari berbagai jenis perangkat jaringan, LAN adalah perangkat jaringan yang sering digunakan. Beberapa alasannya adalah lebih efektif, fleksibel, dan lebih murah. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa LAN juga dapat mengalami kerusakan. Diantaranya adalah:

a. Kerusakan pada kabel dan konektor jaringannya yang menyebabkan jaringan LAN tidak bekerja secara optimal. Hal ini biasanya disebabkan oleh kabel yang terjepit atau konektor yang terlepas dan lain sebagainya. Untuk mengatasinya, anda hanya perlu mengganti kabelnya saja.

b. Tidak munculnya Local Area Connection pada komputer pengguna atau client sehingga koneksi internet tidak terhubung yang dapat mengakibatkan kerusakan pada hardware di komputer anda. Penyebabnya adalah tidak terpasangnya network wireless adapter dengan baik. Cara mengatasinya, anda hanya perlu mengintal ulang driver adapter network atau melakukan pembetulan dalam pemasangan network wireless adapter.

c. Lambatnya autentifikasi, proses transmisi data, maupun proses koneksi. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan server yang sibuk. Bagaimana cara mengatasinya? Salah satu yang bisa anda lakukan adalah upgrade perangkat keras jaringan dan tentu saja pada server.

3. Router

Sama seperti komputer, router memiliki komponen-komponen yang sama-sama menjalankan sistem operasi seperti CPU, memori dan penyimpanan lokal. Sama seperti perangkat jaringan lainnya, router juga dapat mengalami kerusakan. Apa saja kerusakan-kerusakan itu? Kerusakan yang sering terjadi pada router antara lain :

a. Bug di framware yang memakan terlalu banyak memakan memori yang menyebabkan jalannya terlalu lama. Cara mengatasinya cukup mudah yaitu anda hanya perlu diupdate saja. Berikut adalah step-by-step nya : buka browser web, ketik alamat IP router anda, dan yang terakhir adalah tinggal klik tombol update. Gampang, kan?

b. Macet yang disebabkan oleh panasnya router. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Router yang disimpan di tempat yang tertutup adalah salah satu penyebabnya. Untuk mengatasinya anda hanya perlu meletakkannya di tempat terbuka atau membersihkannya dari debu agar tetap bersih dan terawat.

c. Koneksi yang rusak karena router yang tidak memiliki alamat IP terbaru atau dua perangkat jaringan memiliki alamat IP yang sama. Anda dapat mengatasinya dengan restart router yang akan reset tugas IP sehingga semuanya akan berjalan dengan baik lagi.

4.      HUB

Rusaknya HUB akan sangat fatal karena berakibat pada terganggunya jaringan sehingga komunikasi antar workstation atau computer workstation dengan server tidak dapat berfungsi lagi. Anda dapat melihat tanda kerusakan tersebut dengan melihat lampu indicator power hub mati atau menyala. Jika lampu tersebut mati, berarti HUB dinyatakan rusak dan anda harus menggantinya dengan HUB yang baru atau memperbaikinya di tempat service khusus.

Referensi :

https://dosenit.com/ilmu-komputer/troubleshooting/masalah-yang-sering-terjadi-pada-jaringan-lan

https://www.murdockruz.com/2017/12/08/masalah-router-modem-hal-yang-perlu-kita-ketahui/#.XDrlkC0xXIV

http://www.norisato.com/switching/masalah-yang-sering-terjadi-pada-switch

http://blog.unnes.ac.id/ayukwitantri/2016/02/12/permasalahan-pada-jaringan-dan-cara-memperbaikinya

27 Mar 2019
by Dewi

Open Source di NetMonk

Istilah open source sudah tidak asing lagi bagi para developer atau pun engineer. Open source mengacu pada sebuah program yang source code nya dapat dengan bebas diubah, dimodifikasi maupun disalin sebanyak mungkin oleh pengguna atau pun developer. Tidak hanya itu, pengguna juga dapat menggunakan program dengan open source ini dengan tujuan apapun. Meskipun begitu, penggunaannya tetap harus mengikuti aturan karena open source merupakan tanda sertifikasi dari OSI (Open Source Initiative). Contoh dari program open source adalah Ubuntu Linux. Selain itu terdapat juga close source. Berbeda dengan open source, anda tidak bisa bebas menggunakan close source karena anda tidak akan bisa mendapatkan source code. Contoh dari program close source ini adalah Mozilla Fire Fox, Chrome dan close source yang paling popular adalah software Microsoft Windows.

Meskipun open source dapat digunakan secara bebas tapi bukan berarti anda bisa mendapatkannya secara gratis seperti perangkat lunak gratis yang bisa anda unduh secara gratis juga. Berikut penjelasan perbedaan diantara keduanya, software atau aplikasi open source tersedia bebas sehingga dapat digunakan oleh siapa pun untuk keperluan apa pun akan tetapi developer harus mengijinkan redistibusi aplikasi dan kode sumbernya setelah itu. Sedangkan free software merupakan perangkat lunak yang dapat anda unduh secara gratis tanpa peraturan seperti pada open source.

Sama seperti halnya dengan NetMonk, network monitoring tool (alat monitoring jaringan) milik Ketitik juga memakai open source. Apa saja kah itu? Beberapa diantaranya, NetMonk menggunakan 2 open source yaitu SNMP exporter Promotheus dan juga blackbox exporter Promotheus. Promotheus merupakan sebuah open source monitoring system yang mengumpulkan metrics dari layanan anda dan menyimpannya dalam sebuah time-series database. Pemakaiannya tidak dibatasi hanya untuk memonitor aplikasi atau mesin saja, akan tetapi promotheus ini dapat digunakan untuk wawasan pada system apapun. Termasuk untuk memonitor SNMP. SNMP exporter merupakan exporter yang dapat mengambil data dari SNMP yang kemudian digunakan oleh promotheus monitoring system. Sedangkan blackbox exporter promotheus, melalui protokol TCP, DNS, ICMP, HTTP, and https dapat digunakan untuk menyelidiki titik akhir, mengembalikan metrik terperinci mengenai permntaan tersebut. Misalnya durasi untuk menerima respond dan berhasil atau tidak. Kedua open source ini hanya beberapa yang dipakai dan yang membuat netmonk menjadi alat monitoring jaringan terbaik yang bisa anda pilih. untuk melihat lebih jauh mengenai produk dari Ketitik, network monitoring application in Indonesia (aplikasi monitoring jaringan di Indonesia), silakan kunjungi situs web kami.

Referensi :

https://www.howtogeek.com/129967/htg-explains-what-is-open-source-software-and-why-you-should-care/

https://www.technopedia.com/definition/3294/open-source

https://github.com/prometheus/snmp_exporter

https://www.digitalocean.com/community/tutorials/how-to-use-alertmanager-and-blackbox-exporter-to-monitor-your-server-on-ubuntu-16-04

26 Mar 2019
by Dewi

Apa itu API?

API kependekan dari Application Programming Interface merupakan sebuah perangkat lunak yang dapat menerima panggilan atau permintaan dari perangkat lunak lainnya seperti aplikasi dan website yang memberikan pelayanan. Dengan kata lain API merupakan sebuah perangkat lunak yang mengijinkan atau menghubungkan dua aplikasi. Tidak hanya itu API juga digunakan untuk membuat software dan aplikasi oleh para developer. API dapat anda temui dalam kehidupan sehari-hari seperti saat anda memesan hotel, mengirimkan pesan, memesan makanan secara online maupun ketika mengunduh sebuah software. Bagaimana hal tersebut terjadi? Prosesnya seperti ini, ketika anda menggunakan aplikasi maupun melakukan aktifitas tersebut, aplikasi terhubung ke internet dan mengirimkan data ke server. Setelah itu, data tersebut diambil dan diterjemahkan oleh server yang kemudian melakukan aksi yang diperlukan sebagai hasilnya kemudian dikirimkan kembali ke smartphone anda. Setelah menerima data tersebut, aplikasi menerjemahkannya lalu memberikan informasi yang anda inginkan dengan cara yang mudah dibaca. Dengan adanya API semua dapat berjalan dengan lancar dan memudahkan.

Kenapa menggunakan API?

API membuat pemrograman menjadi lebih mudah dan mungkin. Seperti yang sudah disebutkan di atas, kebutuhan kita sebagai pelanggan dan khususnya bagi developer sangat dimudahkan dengan adanya API. Dengan melihat hal tersebut, peran dari API sendiri sangat berat terlebih untuk membuat tampilan sebuah aplikasi menjadi interaktif, mudah untuk digunakan, dan bersahabat untuk pengguna. Tidak hanya itu, API juga digunakan untuk berkomunikasi antara layanan-layanan. API memiliki peran yang sangat penting dalam teknologi.

Keuntungan menggunakan API Bagi Para Developer Antara Lain:

1.       Aplikasi

API membantu kinerja dari aplikasi lebih cepat dan fleksibel seperti layanan dan informasi yang diberikan karena API dapat memasuki komponen-komponen aplikasi.

2.       Kustomisasi

Dengan API, kustomisasi untuk konten dan layanan dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan keinginan.

3.       Fleksibel

API membuat layanan menjadi lebih fleksibel. Hal tersebut karena API mendukung data migrasi lebih baik dan informasi yang didapat ditinjau lebih dekat.

4.       Integrasi / integration

API dapat menjamin pengiriman informasi lebih lancar dikarenakan API memungkinkan konten tertanam dari aplikasi maupun situs dengan mudah. Hal tersebut memberikan pengalaman yang terintegrasi bagi pengguna.

5.       Lebih banyak data

API memberikan banyak pilihan karena semua informasi yang dihasilkan di tingkat pemerintah tersedia untuk setiap warga negara.

Sama seperti halnya dengan jaringan, API juga butuh dimonitor. API monitoring adalah sebuah monitoring terhadap API sebagai tujuan melihat respon yang layak, ketersediaan dan performanya. Kenapa anda harus memantau API? Dikarenakan hal ini sangat membantu dalam melihat keadaan API jika performanya sedang kurang baik, lemahnya panggilan API yang  menyebabkan kegagalan pada aplikasi, serta website yang gagal yang dapat menyebabkan pengalaman buruk bagi pengguna. Sebagai solusinya anda membutuhkan API monitoring tools.

Dalam memilih API monitoring yang tepat tentu tidak mudah. Akan tetapi, anda tidak perlu ragu karena selain menjadi aplikasi monitoring jaringan di Indonesia, Ketitik dapat memberikan solusi yang tepat untuk anda. Selain NetMonk untuk monitoring jaringan (network monitoring), Ketitik juga memiliki API monitoring yang dapat membantu anda untuk memonitor bagaimana performa API sehingga anda dapat mengantisipasi jika terjadinya kegagalan dan kesalahan dan dapat segera diatasi. Jika anda menginginkan alat API monitoring terbaik dan network management, Ketitik akan menyediakan layanannya hanya untuk anda. Untuk detail lebih lengkapnya, Anda dapat melihat produk kami dengan mengunjungi website kami.

Referensi :

https://www.bbvaopen4u.com/en/actualidad/8-advantage-apis-developers

https://www.upwork.com/hiring/development/intro-to-apis-what-is-an-api

https://www.uptrends.com/what-is/what-is-api-monitoring

25 Mar 2019
by Dewi

Analitik Trafik Jaringan

Dalam melakukan analitik lalu lintas jaringan, seorang engineer atau administrator jaringan dapat melihat secara keseluruhan dan menganalisa jaringan bertujuan untuk  keamanan, pengelolaan dan ataupun operasi jaringan general. Tujuan utama dilakukan analitik trafik jaringan (network traffic analytics) adalah untuk mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai jenis lalu lintas, paket jaringan ataupun data yang mengalir melalui jaringan. Selain itu, analitik trafik jaringan juga dapat digunakan untuk memahami operasi jaringan, mengetahui adanya paket berbahaya, lalu lintas jaringan yang mencurigakan, kecepatan unggah maupun unduh, dan konten oleh administrator jaringan dan staf keamanan jaringan. Bukan hanya itu, penyerang juga dapat menggunakan analitik trafik jaringan untuk menganalisis pola lalu lintas untuk menerobos dan mengambil data.

Kelebihan dari analitik trafik jaringan (network traffic analytics) adalah sebagai berikut:

  1. Kecepatan unduh maupun unggah
  2. Memahami pemanfaatan jaringan
  3. Real-time network data analysis

Dashboard from demo NetMonk

Sama halnya dengan NetMonk, network monitoring (monitoring jaringan) Indonesia oleh Ketitik, anda dapat melakukan analitik trafik jaringan dengan mudah dan efisien hanya dengan satu alat yang juga mudah digunakan. Dalam NetMonk, anda akan mendapatkan informasi status mana yang up dan down pada perangkat anda. Namun di dalam dashboard, anda hanya akan menemukan informasi lebih lengkap mengenai jumlah perangkat anda yang down. Kenapa? Karena data perangkat jaringan yang down lebih penting karena dapat segera ditindak lanjuti untuk perbaikan. Anda juga dapat melihat link utilization, gateway status, CPU, RAM dan storage seperti pada gambar di atas. Untuk melihat bagaimana cara kerja NetMonk secara lengkap, anda dapat melihat demonya terlebih dahulu dan mempelajarinya.

Reference :

https://www.technopedia.com/definition/29976/network-traffic-analysis

22 Mar 2019
by Dewi

Data-data NetFlow

Dalam artikel sebelumnya telah dibahas mengenai NetFlow secara lebih luas seperti : apa itu NetFlow, data-data apa saja yang dapat ditemukan dalam NetFlow, sejarah adanya NetFlow dan terakhir adalah kenapa anda harus menggunakan NetFlow. Untuk mengingat, NetFlow adalah protokol yang membantu network engineer mengumpulkan metadata pada IP (internet protocol) jaringan dalam switch atau router. Masih berhubungan dengan NetFlow, artikel kali ini akan membahas mengenai pemanfaatan data-data dalam NetFlow yang telah disebut sebelumnya. Berikut adalah penjelasan dari data NetFlow.

1. Input and output interface numbers

Input dan output interface menyediakan metode untuk mentransfer informasi antara penyimpanan internal maupun perangkat I/O eksternal. Intinya adalah menyediakan cara untuk berinteraksi dengan perangkat keras komputer.

2. Packet and byte counts

Dalam data NetFlow dapat ditemukan pula packet dan byte counts. Apa maksudnya? Packet adalah sekumpulan data yang memiliki panjang yang bervariasi sedangkan byte counts yaitu anda dapat melihat jumlah byte yang ada.

3. TCP flags and encapsulated protocol (TCP/UDP)

Untuk melihat bagaimana sebuah koneksi jaringan bekerja dalam transfer TCP (Transmission Control Protocol) adalah tugas TCP flags. Tidak hanya itu, TCP flags juga memberikan informasi tambahan ke pengguna. Sehingga, TCP flags juga dapat digunakan untuk tujuan pemecahan masalah dan bagaimana menangani koneksi tertentu.

Sedangkan apa yang dimaksud dengan encapsulated protocol? Encapsulated dapat diumpamakan sebagai penerjemah data. Bagaimana cara kerjanya? Ketika sebuah proses pengambilan data dari sebuah protokol kemudian diterjemahkan ke protokol lain agar data tersebut dapat diteruskan ke seluruh jaringan.

4. Source and destination TCP/User Datagram Protocol (UDP) ports

Maksud dari poin keempat ini adalah dalam data NetFlow anda dapat mengetahui sumber dan tujuan dari TCP/UDP ports. UDP adalah sebuah protokol komunikasi alternatif untuk TCP yang digunakan untuk membangun latensi rendah dan toleransi kerugian antara aplikasi di internet.

5. BGP routing information

BGP adalah kependekan dari Border Gateway Protocol adalah sebuah protokol yang membuat jalannya internet bekerja. Cara kerjanya mirip seperti pelanyanan pos. Apa yang dimaksud dengan layanan pos? Maksudnya adalah ketika anda memasukkan data ke internet maka yang bertanggung jawab untuk memilih jalan yang tersedia, cepat dan efisien agar data tersebut dapat segera berproses adalah BGP. Data tersebut merupakan surat sedangkan BGP adalah layanan pos nya. Tidak hanya itu, BGP juga memungkinkan terjadinya akses internet ke luar negeri secara cepat dan efisien.

6. Source and destination IP address

Source IP adalah alamat IP (Internet Protokol) dari perangkat yang mengirim paket IP yang merupakan unit IP dari transfer data. Sedangkan Destination IP adalah alamat IP perangkat penerima paket yang telah dikirim. Intinya adalah Source IP itu pengirim sedangkan Destination IP penerima.

Referensi :

http://www.pvpsiddhartha.ac.in/dep_it/lecturenotes/CSA/unit-5.pdf

https://www.technopedia.com/definition/24931/input-output-io

https://kb.iu.edu/d/ackw

https://www.keycdn.com/support/tcp-flags

https://www.computerhope.com/jargon/e/encapsul/htm

https://searchnetworking.techtarger.com/definition/UDP-User-Datagram-Protocol

https://www.cloudflare.com/learninhttps://www.cloudflare.com/learning/security/glossary/what-is-bgp/g/security/glossary/what-is-bgp/

https://www.quora.com/What-is-the-difference-between-source-ip-and-destination-ip

21 Mar 2019
by Dewi

Apa Itu NetFlow?

Dalam monitoring jaringan, para network engineers pasti tidak asing dengan istilah NetFlow. Apa itu NetFlow? NetFlow adalah sebuah protokol yang dikembangkan oleh Cisco System yang digunakan untuk mengumpulkan metadata pada jaringan IP dalam switch maupun router. Data NetFlow dapat dimanfaatkan oleh operator jaringan untuk menentukan throughput jaringan, kemacetan lalu lintas pada tingkat antarmuka tertentu dan kehilangan paket. Tidak hanya itu, anda dapat juga menelusuri lebih dalam lalu lintas jaringan untuk mengetahui darimana jaringan tersebut berasal dan berakhir ke mana.

NetFlow memiliki beberapa varian diantaranya adalah IPFIX, sFlow dan yang dimiliki oleh beberapa vendor seperti XFlow, J-Flow dan NetStream. Dalam NetFlow terdapat 3 komponen penting yaitu exporter, collector dan aplikasi.

Berikut adalah data-data yang dapat ditemukan dalam catatan NetFlow :

  1. Input and output interface numbers
  2. Packet and byte counts
  3. TCP flags and encapsulated protocol (TCP/UDP)
  4. Source and destination TCP/User Datagram Protocol (UDP) ports
  5. BGP routing information (next-hop address, source autonomous system (AS) number, destination AS number, source prefix mask, destination prefix mask)
  6. Source and destination IP address
  7. Type of service (ToS)
  8. Start and end timestamps
Data-data pada NetFlow Record

Data tersebut merupakan metadata yang telah dikumpulkan dan disimpan oleh kolektor dalam bentuk rekaman yang ditentukan oleh protokol

Sejarah NetFlow

Netflow dikembangkan oleh Cisco System pada tahun 1996. Hal tersebut didasari atas kebutuhan dari Cisco sendiri untuk memahami penggunaan bandwidth mereka secara terperinci yang mana tidak dimiliki oleh SNMP yang hanya memantau perangkat jaringan tanpa memiliki lalu lintas yang terperinci. Kemudian di tahun 2003, NetFlow versi 9 terpilih menjadi Internet Engineering Task Force atau IETF yang mengusulkan standar internet terutama TCP. Sekarang ini, NetFlow menjadi perangkat standar utama dalam switch dan router yang diproduksi oleh Cisco maupun produsen lain. Sebelum hadirnya NetFlow, untuk memantau lalu lintas jaringan dan internet pada LAN dan WAN, para network administrator dan engineer masih  menggunakan SNMP.

Kenapa Harus NetFlow?

Dengan menggunakan NetFlow, monitoring jaringan (network monitoring) jadi lebih terperinci dan lebih jelas. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, NetFlow adalah sebuah protokol yang memiliki cara kerja yang lebih baik dalam memonitor jaringan jika dibandingkan dengan SNMP. Misalnya saja, NetFlow dapat mengambil data sampai ke layer 3 sedangkan SNMP hanya dapat mengambil data hanya sampai pada layer ke 2 saja. Intinya NetFlow dapat mengambil data lebih banyak dibandingkan SNMP. Hal tersebut sangat mempermudah bagi para network engineer untuk megetahui dari mana lalu lintas itu berasal dan sebagainya. Ini adalah bukti bahwa kinerja dari NetFlow lebih canggih jika dibandingkan SNMP.

Sumber : Kentik & pcwdld.com