Our blog

01 Mar 2019
by Dewi

Gangguan-Gangguan dalam Local Area Network (LAN)

Sekumpulan perangkat komputer yang dapat bertukar data dan berkomunikasi satu sama lain disebut dengan network. Ada banyak sekali perangkat komputer yang bisa digunakan untuk dapat berhubungan satu sama lain. Pada sebuah perusahaan tentu saja memiliki sekumpulan perangkat tersebut untuk mendukung jalannya proses perusahaan. Ada beberapa jenis jaringan network yaitu LAN (Local Area Network), WAN (Wide Area Network), dan MAN (Metropolitan Area Network). Jaringan network dalam sebuah perusahaan termasuk pada LAN. LAN merupakan kumpulan network dalam area yang kecil, seperti perkantoran, sekolah dan rumah.

Terkadang kita mengalami gangguan-gangguan pada perangkat jaringan, yang mengakibatkan kita tidak dapat mengakses komputer, tidak dapat saling terhubung, dan tidak dapat mendapatkan informasi dari server. Ada banyak gangguan-gangguan pada perangkat jaringan, yaitu gangguan hardware, software maupun faktor eksternal lainnya.

Gangguan hardware adalah gangguan-gangguan yang berasal dari workstation, hub/ switch, dan kabel konektor. Kesalahan pemasangan perangkat adalah kesalahan yang sering sekali terjadi. Sedangkan gangguan yang terjadi pada server dan PC milik client  yang disebabkan tidak jalannya aplikasi wireless, maupun konflik pada IP (Internet Protocol) merupakan gangguan software. Selain itu ada penyebab gangguan lainnya yang berasal dari faktor eksternal yaitu tentang perawatan sebuah perangkat jaringan. Bila sebuah perangkat kurang perawatan berkala bisa jadi timbul gangguan dari perangkat karena perangkat mengalami korosi atau perangkat menjadi berkarat. Hal tersebut dapat juga karena ketidak cermatan pemilihan ruangan karena kelembaban ruangan dapat mempengaruhi kualitas perangkat jaringan.

Network engineer perlu menjaga jaringan agar tidak terjadi gangguan-gangguan yang dapat mengganggunya proses operasional sebuah perusahaan.Berdasarkan gangguan yang ada, ada beberapa gangguan yang sering sekali terjadi, dan perlu diperhatikan.  Gangguan-gangguan tersebut yaitu:

1. Kerusakan pada Konektor Jaringan

Kita mulai dari gangguan yang paling sederhana, yaitu gangguan yang timbul karena kerusakan konektor jaringan atau kabel. Walau gangguan ini disebut gangguan sederhana, namun cukup mengganggu jaringan LAN sehingga jalannya proses sebuah perusahaan juga terganggu.  Kerusakan pada konektor jaringan dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kesalahan penyusunan kabel, kabel terjepit, tergigit hewan pengerat, konektor atau kabel lepas.

2. Kerusakan pada HUB/ Switch

Switch merupakan terminal atau disebut juga sebagai pembagi sinyal data atau network card. Kita harus melihat, apakah switch memang sedang mengalami gangguan sementara atau sudah rusak. Bila switch memang sudah rusak, anda harus segera menggantinya agar jaringan anda dapat lebih stabil.

Ketika switch mengalami gangguan, seluruh jaringan yang terhubung tidak dapat berfungsi. Antar workstation tidak dapat berkomunikasi, bahkan tidak dapat berkomunikasi dengan server.

3. Tidak Terdeteksi dari Komputer Server

Gangguan selanjutnya merupakan gangguan yang disebabkan karena Internet Protokol yang kosong. Selain itu alamat yang tidak digunakan juga dapat menyebabkan jaringan tidak dapat terdeteksi pada komputer server. Ada cara untuk mengetahui apakah komputer kita dapat terhubung dengan lainnya, dengan menggunakan ping. Bila terdapat tulisan “reply from” berarti computer tersebut dapat terkoneksi dengan baik/ up, sebaliknya bila ada tulisan “request time out” maka komputer kita tidak dapat terkoneksi dengan komputer lainnya/ down.

Agar gangguan pada perangkat jaringan tidak sering terjadi, sebuah perusahaan memerlukan pemantauan jaringan secara berkala. Banyaknya perangkat dalam sebuah LAN membuat network engineer memerlukan bantuan untuk memonitor jaringan tersebut. Network engineer memerlukan sebuah network monitoring tools maupun network monitoring application untuk dapat menjaga performa perangkat jaringan.

Ada macam-macam alat monitoring ja yang dapat menjadi pilihan anda, baik monitoring tools dari luar negri maupun Indonesian monitoring tools. Memilih monitoring tools harus cermat dan sesuai dengan kebutuhan anda. Sudahkah perusahaan anda menggunakan monitoring tools yang tepat?

Source: Irmaervianatkj.wordpress.com, syafa07.blogspot.com

Ditulis oleh Febi dan diterbitkan oleh Dewi

28 Feb 2019
by Dewi
5 Keunggulan SLA Monitoring

5 Keunggulan SLA monitoring

Sekarang, layanan jaringan (network service) tumbuh dengan cepat. Seharusnya, perusahaan juga tahu bagaimana vendor dapat memberikan layanan berkualitas kepada pengguna.

SLA (Service Level Agreement) Monitoring biasanya memiliki pelaporan tertentu yang dapat membantu perusahaan untuk memperkecil waktu dibutuhkan untuk menciptakan atau menyusun informasi tentang status jaringan. Ketika sudah selesai, informasi pada status jaringan akan digunakan untuk menciptakan sebuah Service Label Agreement pada saat yang dibutuhkan secara cepat. Perusahaan harus memprioritaskan kegunaan dari SLA monitoring secara benar. SLA monitoring memiliki banyak keunggulan :

1. Mengukur Performa Jaringan

Untuk departemen jaringan komputer, sangat sulit untuk menyajikan data dalam bentuk dokumen, karena untuk departemen ini bagaimana jaringan tetap stabil, koneksi tidak bisa lambat dan turun.

Akan tetapi, akan berbeda jika berurusan dengan perusahaan yang harus malayani pelanggan. Tidak cukup hanya memiliki koneksi dan interkoneksi, tetapi sejauh mana SLA monitoring telah dicapai.

Service level agreement  digunakan untuk mengukur luasnya departemen jaringan komputer dalam perusahaan. Jika jaringan komputer sehat, maka bisnis perusahaan akan dimaksimalkan dan dapat mencapai ketersediaan tinggi.

2. Menghindari Kerugian

SLA monitoring juga dapat memaksimalkan perkembangan bisnis anda. Ketika data jaringan anda atau koneksi jaringan terganggu, operasi perusahaan macet secara otomatis karena mereka tidak dapat mengirimkan data atau melakukan pekerjaan yang memerlukan koneksi internet. Jika perusahaan anda dapat memberikan ketersediaan tinggi maka anda akan terhindar dari kerugian.

3. Indikator Kinerja

SLA monitoring juga memiliki indikator yang dirancang agar mudah dipahami oleh pelanggan. Sehingga meningkatkan kepuasan dan kualitas pelanggan tetap menjadi tujuan.

4. Mencegah Ketidakcocokan Harga

Terkadang, ada kondisi di mana pelanggan tidak mendapatkan layanan seperti yang dinyatakan oleh perusahaan. Dengan SLA, pelanggan bisa mendapatkan kompensasi dalam bentuk pengurangan biaya. Selain itu, pelanggan juga akan memahami bahwa network management service providers benar-benar yakin dengan kemampuan mereka untuk mencapai tingkat kinerja yang disepakati (agreed levels of performance).

5. Meningkatkan Kualitas

SLA monitoring adalah tindakan pengawasan atas jaminan layanan yang diberikan kepada klien. Secara otomatis, jika pelanggan atau klien merasa puas dengan layanan yang diberikan, maka mereka akan merekomendasikan penyedia layanan untuk banyak orang dari mulut ke mulut dan akan jadi jauh lebih efektif, karena orang akan lebih percaya diri dengan saran langsung.

Ada banya keunggulan dari SLA monitoring sehinga dapat membantu perusahaan untuk memonitor ketersediaan dan performa aplikasi network monitoring. Ini akan memastikan anda mendapatkan nilai bisnis maksimum melalui IT network management yang lebih baik.

Di Indonesia, ada SLA monitoring yang dapat mewujudkan keunggulan-keunggulan ini dalam bisnis anda. SLA monitoring adalah produk dari Ketitik, Managed Service Network Application Platform di Indonesia. Ini akan membantu dengan detil dan maksimal sehingga perusahaan anda mencapai ketersediaan tinggi. Jangan ragu untuk bertanya, Ketitik siap melayani.

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

27 Feb 2019
by Dewi
Service Level Agreement (SLA)

Service Level Agreement di Perusahaan Telekomunikasi

Jika anda memiliki bisnis di bidang telekomunikasi, medis, real-estate, dan perusahaan yang menyediakan produk dan layanan untuk pelanggan, anda tentu tidak asing dengan Service Level Agreement (SLA). Akan tetapi, untuk lebih spesifik kami akan membahas SLA dalam perusahaan telekomunikasi, terutama penyedia layanan internet (internet service provider).

Kegunaan SLA

SLA adalah persetujuan antara penyedia layanan (service provider) dan klien (pengguna layanan). Persetujuan ini adalah jaminan untuk mengontrol layanan yang disediakan oleh penyedia layanan untuk pelanggan. Dari mulut ke mulut sangat dekat dengan pelanggan, jika pelanggan merasa puas dengan layanan yang diterima, pelanggan tidak akan ragu untuk menyediakan rekomendasi untuk keluarga mereka. Jika pelanggan merasa kecewa dengan layanan yang diterima, pelanggan akan mengatakan ketidakpuasannya dengan penyedia layanan ke semua orang.

Penyedia layanan harus mencoba menemui target sesuai dengan SLA yang ada, ini dapat mempengaruhi citra mere di mata pelanggan. Perusahaan telekomunikasi juga harus menemui ketersediaan tinggi sehingga klien akan sangat terbantu untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jika ketersediaan tinggi tidak dapat diraih, klien akan sangat terganggu. Bayangkan jika anda berlangganan internet dan internetnya sering mati. Tentu saja, ini akan sangat mengganggu kegiatan anda.

Kami mengira bahwa salah satu pengguna layanan dari perusahaan telekomunikasi adalah universitas. Ketika universitas sedang melakukan tes secara bersamaan, ada beberapa pertanyaan yang mengharuskan peserta menggunakan fasilitas internet di universitas untuk mengerjakan soal ujian masuk. Tapi di pertengahan ujian, ada gangguan internet lama. Suasana tes kacau dan tidak kondusif karena peserta tidak dapat melanjutkan ujian. Tentu saja, ini merugikan pihak universitas dan mengurangi performa penyedia layanan internet.

Dalam SLA ada kemampuan penyedia layanan untuk dapat memberikan layanan dalam ukuran presentase.  Biasanya, jumlah yang diberikan 96%-99%, jika penyedia layanan tidak dapat memenuhi persetujuan, penyedia layanan harus memberikan restitusi ke pengguna layanan. Restitusi adalah pengembalian dalam bentuk uang atau berdasarkan perjanjian jika perusahaan tidak dapat memenuhi SLA.  Jika SLA perusahaan sebesar 97%, jika ada penurunan 3%, itu akan dianggap normal, tetapi jika ada yang mati diatas 3%, perusahaan perlu memberikan ganti rugi kepada pelanggan.

Pengenalan SLA Monitoring

Penyedia layanan perlu proses panjang dalam membuat laporan mengenai ketersediaan layanan yang disediakan. Hal ini mendorong Ketitik untuk mengembangkan aplikasi jaringan di Indonesia dengan menciptakan SLA monitoring di Indonesia. Memonitor SLA (SLA monitoring) dapat membantu perusahaan telekomunikasi untuk memonitor service availability dan pembuatan laporan.

Perusahaan perlu melihat apakah keluhan tentang kematian jaringan internet yang dimiliki pelanggan benar atau tidak, penyedia layanan dapat menggunakan monitoring application di Indonesia, bernama SLA monitoring. Menggunakan SLA monitoring, perusahaan penyedia layanan akan dengan mudah melihat grafik layanan yang tersedia bagi pelanggan. Pemantauan SLA akan memberikan laporan yang dapat menjadi dasar untuk decision management level.

Sumber: bppk kemenkeu, bambangsuhartono.wordpress.com

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

26 Feb 2019
by Dewi

Cerita Tentang Ketitik dari Sumatera

Jarak tidak mencegah Atron untuk berkonsultasi dengan Ketitik untuk menyelesaikan masalah jaringannya. Dimulai dari rekomendasi kolega, Atron, sebuah perusahaan network analytics traffic occupancy di Medan, sangat tertarik dalam membagikan masalah dengan Ketitik. “Pada awalnya Atron tidak mengetahui apa pun mengenai Ketitik, kami tidak pernah mendengarnya,” kata Lydia, CEO Atron. Tetapi, rekomendasi yang diberikan sangat meyakinkkan, yang membuat Atron berpikir tidak ada ruginya untuk mencoba.

Perjalanan Medan-Jakarta diambil oleh Atron untuk berdikusi dan berbagi masalah dengan tim Ketitik. Atron mengalami kesulitan pengelolaan sebanyak 5300 BTS di wilayah Sumatra. Atron bingung tentang bagaimana membuat jaringan stabil dan tidak mudah turun dengan 5.300 BTS. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan kerja sama antara Atron dan Ketitik. Sekarang, Atron dan Ketitik terkait sebagai mitra. Ketitik membantu Atron di tim backend.

Sekarang Atron bisa memperkecil kesalahan manusia dalam laporan data. Hal ini membantu untuk dapat mengambil penggunaan data pelanggan dalam perangkat. Data dapat diproses secara otomatis menurut apa yang Atron inginkan. Jika data diproses dengan tenaga manusia, resiko kesalahan manusia yang didapat lebih besar. Sebagai contohnya, kondisi yang tidak sehat dapat mempengaruhi perhitungan sehingga kesalahan perhitungan dapat terjadi.

Dari akhir Agustus sampai Oktober, sudah ada 1,400 BTS yang dapat log in dan dapat memberikan performa yang stabil. Selain itu, Atron menjadi sadar kapan harus meningkatkan kapasitas perangkat jaringan karena Ketitik membantu melihat ruang yang digunakan.

Atron merasa puas bahwa dapat bekerja sama dengan Ketitik. Ketitik mampu mewujudkan apa yang diinginkan Atron. Selama bekerja sama, Atron dan Ketitik dapat berkomunikasi dengan lancar karena dengan rutin berkomunikasi melalui konferensi video setiap 3 hari sekali. Selain itu, Atron juga dapat mencapai ketersediaan tinggi sehingga dapat menumbuhkan kepercayaan pada pelanggan.

Cerita Atron, mungkin membuat anda bertanya-tanya, apa yang sebenarnya dilakukan oleh Ketitik. Menjual produk atau menjual jasa? Selain memiliki 3 produk yang berhubungan dengan network monitoring application, Ketitik memang bisa menjadi konsultan terkait dengan masalah jaringan. Ketitik menyebut layanan tersebut sebagai managed service atau layanan terkelola.

Tertarik berdiskusi mengenai masalah jaringan atau tertarik dengan alat monitoring (monitoring tool) yang dimiliki Ketitik? Jangan ragu untuk menghubungi Ketitik atau kunjungi website kami untuk mengenal kami lebih lanjut.

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

25 Feb 2019
by Dewi

Alat Monitoring Jaringan Populer

Network monitoring application berkembang pesat di seluruh dunia. Perangkat lunak, perangkat, dan utilitas baru dirilis setiap tahun untuk memfasilitasi manajemen jaringan dan infrastruktur IT. Ada banyak Network monitoring tool yang dapat menjadi pilihan network engineer. Pemilihan Network monitoring tool harus disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut adalah 3 Network monitoring tool paling populer :

1.   SolarWinds Network Performance Monitor

Menggunakan alat ini, anda dapat menemukan perangkat jaringan secara otomatis dalam waktu singkat. SolarWinds menggunakan antarmuka sederhana. SolarWinds adalah salah satu network monitoring tool termudah dan paling intuitif.

Menggunakan SolarWinds, pengguna dapat kustomisasi sesuai kebutuhan. Pengguna SolarWinds dapat menyesuaikan dashboard berbasis web, grafik dan menampilkan kinerja. Untuk teknisi jaringan atau network administrator tentu saja alat ini akan menyediakan kenyamanan dalam mendesain topology yang kompatibel dengan infrastruktur jaringan.

2.   PRTG Network Monitor dari Paessler

PRTG merupakan sebuah network monitoring application yang dikenal karena kemampuannya yang canggih dalam mengelola insfrastruktur IT. Semua perangkat, sistem, traffic, dan aplikasi dalam jaringan bisa dengan mudah ditampilkan dalam hierarki antarmuka yang sangat mudah digunakan.

PRTG menggunakan teknologi seperti SNMP, WMI, SSH, Flows / Packet Sniffing, HTTP Request, REST API, ping, SQL. Hal ini dapat dikatakan, PRTG network monitoring application adalah pilihan ideal untuk perusahaan yang masih kurang pengalaman dalam network management.

Fitur paling unggul dari PRTG adalah kemampuannya untuk memonitor perangkat ke pusat data yang menggunakan aplikasi seluler. Sebuah QR code yang cocok dengan sensor label cetak akan dipasang ke pangkat fisik. Lalu, untuk memindai kode dan melihat informasi perangkat, gunakan aplikasi seluler dan kemudian ringkasan informasi perangkat akan segera muncul pada layar seluler.

3. Zabbix

Zabbix adalah sebuah network monitoring tool berdasarkan pada antarmuka WEB GUI yang mudah digunakan. Zabbix lebih berfokus pada network monitoring tool untuk memonitor server dan perangkat keras pada jaringan. Salah satu dari fitur andalannya adalah Zabbix dapat memprediksi tren dalam lalu lintas jaringan dan juga dapat memprediksi perilaku jaringan di masa yang akan datang berdasarkan rekaman data historis.

Karena zabbix adalah open source, banyak komunitahs pengguna Zabbix yang tersebar di seluruh dunia dan banyak dokumen atau manual dapat dipelajari. Zabbix masih mencukupi untuk jenis topology jaringan dibawah 1000 node. Lebih dari itu, biasanya performa perangkat lunak ini akan menjadi lebih pelan atau berkurang. Sebagai tambahan, Zabbix tidak memiliki laporan real-time.               

Selain tiga network monitoring tool di atas, masih ada banyak network monitoring yang bisa dijadikan pilihan. Sekarang di Indonesia ada network monitoring tool yang bisa menjadi pilihan perusahaan. Network monitoring tool tersebut adalah NetMonk. Jangan khawatir, NetMonk memiliki beberapa nilai unik yang membuatnya lebih unggul dari monitoring jaringan lainnya. Sudahkah anda memahami kebutuhan perusahaan anda dan menentukan pilihan anda untuk memilih network monitoring tool?

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

22 Feb 2019
by Dewi

Linear Regression dalam Network Traffic Forecasting

Network Traffic ForecastingNetwork monitoring tools digunakan untuk membantu manusia untuk memonitor kinerja jaringan. Jaringan butuh dipelihara sehingga performanya terus stabil dan perusahaan bisa terus mencapai ketersediaan tinggi dan bisa terus memuaskan pelanggan. Seperti artikel yang telah didiskusikan. Tanpa bantuan network monitoring, network engineer akan kewalahan untuk memonitor banyak jaringan karena jumlah network engineer masih

Ada banyak Network monitoring tools yang bisa memberikan informasi tentang lalu lintas data perangkat. Perusahaan harus berhati-hati dalam memilih Network monitoring tools karena hal tersebut juga mempengaruhi domain manajerial (managerial domain). Ada satu keunggulan yang dimiliki oleh Indonesian network monitoring tool yang disebut NetMonk. Keunggulan tersebut adalah NetMonk dapat memberikan prediksi ketika jaringan akan mencapai ambang yang mana didukung oleh fitur network traffic forecasting.

Jika perangkat bisa ditebak, dapat dikatakan bahwa sebuah perangkat jaringan akan memiliki peningkatan kinerja sehingga juga dapat mendukung tingkat manajemen kinerja kerja. Network traffic forecasting didukung oleh suatu metode untuk dapat memproses data analitik menjadi informasi yang akurat tentang kondisi perangkat.

Banyak metode traffic forecasting yang digunakan untuk menjalankan network traffic forecasting. Tentu saja, dalam mengembangkan network traffic forecasting, NetMonk mencari metode yang cocok dan dapat diterapkan ke NetMonk. Salah satu metode yang diterapkan di NetMonk untuk memprediksi waktu perangkat untuk mencapai ambang batas adalah metode regresi linier.

NetMonk memanfaatkan lalu lintas keluar dan masuk untuk menampilkan fitur network traffic forecasting pada dashboard. Atau umumnya disebut data upstream dan downstream. Downstream adalah kecepatan aliran data dari komputer lain ke komputer lokal (unduh/download), sedangkan upstream adalah kecepatan aliran data dari komputer lokal ke komputer lain (unggah/upload).

Dalam network traffic forecasting the regression line menjadi patokan dalam pemahaman perilaku data, diambil dari data historis rata-rata yang dibatasi oleh batas data maksimum dan minimum di sekitar rata-rata. Seingga penyajian data network traffic forecasting di NetMonk adalah dalam bentu-bentuk garis yang menunjukkan waktu jaringan mencapai ambang batas. Garis terdiri dari X axis dan Y axis. X-axis adalah data waktu, dan Y-axis merupakan data upstream atau downstream yang mana dibatasi oleh angka ambang batas maksimum. Berdasarkan X axis dan Y axis, anda akan melihat ketika sebuah perangkat mencapai angka ambang batas maksimum.

Menggunakan NetMonk, berarti anda telah menghemat energi dan waktu. Tidak butuh waktu yang lama untuk mengetahui bahwa jaringan anda akan mencapai ambang batas dan anda dapat mengantisipasinya. Temukan nilai unik lain dari NetMonk dalam artikel ini.

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

21 Feb 2019
by Dewi

Alat Khusus untuk Memonitor Aktifitas Perangkat Jaringan

Menggunakan analisis pada perangkat jaringan dapat membuat kita mengetahui informasi tentang “siapa, apa dan kenapa” aktif di jaringan. Informasi ini dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja, menjaga keamanan, dan mengelola jaringan secara umum (network management).

Tidak semua analisis pada perangkat jaringan (network devices) memberikan informasi yang cukup dan efektif untuk memecahkan masalah jaringan. Hal ini karena alat untuk membantu analisis lalu lintas jaringan berdasarkan aliran data hanya menyediakan informasi tingkat atas (top-level). Misalnya seperti alamat IP (Internet Protocol) dan volume lalu lintas. Untuk dapat memantau aktifitas dan menganalisis lalu lintas jaringan secara menyeluruh, anda memerlukan alat khusus, termasuk :

1.       SNMP (Simple Network Management Protocol)

Melalui protokol sederhana yang dirancang khusus, pengguna dapat memantau dan mengelola jaringan komputer dari jarak jauh menggunakan pusat kendali. Anda dapat memperoleh data atau informasi perangkat jaringan tentang status dan kondisi dalam jaringan saat menggunakan SNMP.

Protokol ini menggunakan UDP transport, tepatnya pada port 161. Network management dioperasikan dengan mengumpulkan data perangkat jaringan dan menentukan variabel dalam jaringan yang digunakan. Proses pemantauan manajemen jaringan (network management monitoring) dilakukan dari PC yang bertindak sebagai network management station dari agen SNMP.

Selanjutnya, hasil dari pemantauan manajemen jaringan akan ditampilkan dalam bantuk grafis yang menunjukkan fluktuasi lalu lintas atau lalu lintas jaringan. SNMP merupakan mekanisme yang sangat penting dalam network monitoring dan memiliki beberapa komponen yaitu :

  1. Managed devices : Node pada jaringan yang mendukung SNMP dan akses ke informasi tertentu.
  2. Agent : perangkat lunak yang merupakan bagian dari perangkat yang dipantau. Agen memiliki akses ke perangkat MIB (database information management) device dan mengijinkan sistem NMS untuk membaca dan menulis untuk MIB.
  3. Network Management System (NMS) : sebuah aplikasi di sistem yang memonitor dan mengontrol perangkat yang dikelola melalui agen menggunakan perintah SNMP.

2. Web GUI

Web GUI digunakan untuk memonitor dan memonitor tampilan grafik dalam bentuk fluktuasi grafik dan network traffic. Web GUI dapat dengan mudah digunakan karena mudah dibaca dan dipahami karena website-based interface.

Kami tidak perlu mengetik perintah khusus atau sintaksis yang hanya dapat dipahami oleh sejumlah network engineer yang andal, karena website berbasis antarmuka membuat semuanya terlihat lebih mudah untuk digunakan dan dibaca.

3.     Ping

Jika seorang network engineer ingin menguji jangkauan dan ketersediaan host di jaringan IP (Internet Protocol), maka alat yang dapat digunakan adalah Ping.

Melalui salah satu instruksi dasar yang harus dikuasai oleh admin jaringan (network admin), hasil Ping dapat dilihat untuk menentukan apakah host di jaringan aktif atau tidak. Selain itu, Ping dapat digunakan untuk mengukur waktu transmisi dan kehilangan paket saat berkomunikasi dengan host.

4.     Syslog

Syslog berbeda dari Windows Eventlog. Syslog adalah messaging system yang mengijinkan perangkat untuk mengirimkan pemberitahuan acara ke jaringan IP (Internet Protocol). Informasi dari pesan ini dapat digunakan untuk manajemen jaringan dan monitor network security. Syslog dapat mendukung beragam perangkat dimulai dari printer, router, hingga firewall.

5. Utilizing Script Strength

Pada jaringan dimana tidak ada Network Management System (NMS), atau Network Management System (NMS) yang tidak memiliki fitur tertentu, network administrator dapat menggunakan script. Script tersebut dapat memanfaatkan perintah yang biasa digunakan di dunia jaringan IT.

Sebagai contohnya Ping, Lynx, SNMP Walk, dan lainnya. Script didukung oleh hampir elemen-elemen jaringan untuk menjalankan program-program tertentu. Contohnya mengumpulkan informasi, membuat perubahan untuk merancang konfigurasi, atau menampilkan program istimewa yang telah dijadwalkan. Bash scripts, Perl dan lain-lain merupakan alat untuk menulis script yang umumnya digunakan oleh network admin.

Berdasarkan alat khusus ini, TITS menggunakan SNMP dalam aplikasi berbasis web, yaitu network monitoring tool yang disebut NetMonk. Menggunakan SNMP membuat NetMonk dapat menemukan infromasi terbaru tentang kondisi perangkat. Ingin tahu lebih banyak tentang NetMonk? Baca artikel NetMonk.

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

20 Feb 2019
by Dewi

NetMonk: Alat Network Monitoring Indonesia yang Memberikan Kemudahan

Memilih network monitoring tools untuk sebuah perusahaan pasti tidak bisa sembarangan. Kita harus tahu apa saja yang dibutuhkan oleh perusahaan dan sesuai dengan karakteristik perusahaan. NetMonk dibuat dengan berbagai keunggulan dan nilai-nilai unik sehingga NetMonk ramah digunakan (friendly user experience). NetMonk  dapat menjawab segala kebutuhan perusahaan perihal network monitoring. Berikut adalah keunggulan NetMonk yang pasti anda butuhkan dalam manajemen jaringan :

1. Kustomisasi Dashboard

Network engineer akan dimudahkan dalam membaca summary pada dashboard NetMonk. Dashboard NetMonk tampil lebih simpel dan informatif. Informasi disajikan lebih menarik dan komprehensif. Data- data tersebut akan lebih mudah dipahami karena disesuaikan kebutuhan users.

Pada NetMonk, users dapat memberikan permintaan apa saja yang ingin ditampilkan di dashboard. Bila dirasa ada data yang tidak perlu ditampilkan, jangan ragu untuk meminta tim Ketitik untuk tidak menampilkan data tersebut.

2. API Support

Keunggulan unik lainnya dari NetMonk adalah API support. API (Aplication Programming Interface) merupakan sekumpulan perintah, protokol, dan fungsi-fungsi yang dapat mengintegrasikan dua bagian aplikasi yang berbeda secara bersamaan. Hal ini menyebabkan data lama tentang jaringan yang dimiliki oleh pengguna dapat digunakan kembali tanpa diproses ulang dari awal. Oleh Karena itu, API support menampilkan informasi lalu lintas jaringan sesuai dengan kebutuhan pengguna. NetMonk akan menjadi dasar bagi network engineer untuk  membuat rencana apa yang akan diselesaikan, serta rekomendasi kepada pihak perusahaan.

3. Forecasting Analytics

Keistimewaan dari NetMonk yang jarang ditemukan di network monitoring tools lainnya adalah forecasting analytics. Forecasting data
memberikan prediksi tentang pencapaian ambang (threshold) sebuah perangkat jaringan. Menggunakan sebuah metode forecasting analytics, NetMonk mampu memprediksi kapasitas yang digunakan, sehingga tahu kapan network akan mencapai threshold. NetMonk V2 akan memberikan prediksi berupa jumlah hari menuju threshold.

4. Push Notification

Tidak ada kata terlambat menangani network bila anda menggunakan NetMonk. Jika terjadi sesuatu terhadap jaringan anda, NetMonk V.2 akan memberikan notifikasi langsung kepada anda. Notifikasi tersebut diberikan melalui Telegram. Jika NetMonk V.2 mengidentifikasi ada jaringan yang mati, NetMonk akan langsung memberikan peringatan melalui aplikasi Telegram. Hal ini membuat network engineer mampu dengan cepat menanggapi jaringan yang rusak tersebut meskipun mereka tidak memeriksa dashboard network monitoring tools. NetMonk juga akan memberikan notifikasi berkaitan dengan data forecasting. Apabila mendekati thershold, NetMonk akan segera memberikan laporan kepada network engineer.

NetMonk V.2 membantu network engineer untuk pencegahan dan perencanaan berkaitan dengan jaringan. Kenyamanan ini disediakan agar kinerja jaringan tetap terjaga dan perusahaan dapat beroperasional secara stabil tanpa gangguan yang berkepanjangan. Lihat video demo NetMonk ini (dengan username : demo dan password : demo) untuk mengenal NetMonk secara lebih dalam.

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

19 Feb 2019
by Dewi

Alat Network Monitoring dan Aplikasinya di Perusahaan

Bicara tentang network monitoring tools, kami juga membicarakan tentang perusahaan yang menggunakannya. Network monitoring tools digunakan untuk memelihara stabilitas jaringan, jadi perusahaan dapat mencapai ketersediaan tinggi. NetMonk adalah satu dari network monitoring tools yang dapat membantu perusahaan untuk sadar akan tujuan-tujuan ini. Sebagai sebuah network monitoring tools di Indonesia, NetMonk siap untuk menggantikan kerja manusia dalam memproses data jaringan, jadi NetMonk dapat memberikan informasi lebih komprehensif. Sebagai tambahan, NetMonk memiliki fitur lainnya yang dapat memberikan prediksi dari apa yang akan terjadi terhadap jaringan. Menggunakan NetMonk, network engineer akan mendapatkan informasi ketika perangkat akan mencapai ambang batasnya.

Perusahaan dan Network Monitoring

Perusahaan jenis apa yang sebenarnya bisa menggunakan network monitoring tools? Jawabannya sederhana. Perusahaan yang operasi bisnisnya network dependent dan memiliki banyak cabang perangkat jaringan. Perusahaan yang mengelola jaringan milik pelanggan dan memiliki batasan, network engineer juga membutuhkan network monitoring tools. Tanpa bantuan network monitoring dengan hanya mengandalkan suber daya manusia, perusahaan mengalami kesulitan memonitor jaringannya.

Contohnya adalah perusahaan telekomunikasi. Perusahaan telekomunikasi menyediakan fasilitas untuk komunitas untuk bisa berkomunikasi dan terhubung dengan satu sama lain. Network monitoring in telecommunications company membantu mereka untuk dapat menyediakan layanan penuh untuk pelanggan dan dapat menghubungkan ke kantor-kantor berbeda. Perusahaan yang masuk dalam kategori telekomunikasi adalah ISP (Internet Service Provider), CSP (Cloud Service Provider), Managed Network Service Provider.

ISP adalah sebuah perusahaan service provider (penyedia layanan) yang menyediakan sebuah akses ke media informasi. Salah satu layanan yang ditawarkan oleh ISP adalah sebuah layanan koneksi internet (Internet connection service). Perusahaan ISP membuat komunitas dapat terhubung satu sama lain. CSP (Cloud Service Provider) menyediakan layanana jaringan, infarstruktur, dan bisnis yang menggunakan cloud. Produk CSP dapat diakses oleh perusahaan dan individu menggunakan konektifitas jaringan. Managed Network Service Provider adalah sebuah perusahaan yang menyediakan layanan dalam management dan mendukung performa IT sebuah perusahaan. Dari kategori yang ada, dapat dikatakan bahwa perusahaan penyedia internet, perusahaan telepon seluler, dan perusahaan operator telekomunikasi seluler termasuk dalam kategori perusahaan telekomunikasi.

Kini, Ketitik membantu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk terutama IT Division untuk mengelola jaringan untuk bekerja secara optimal.  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk memiliki 7 wilayah di seluruh Indonesia. Ketitik bekerja sama dengan Telkom daerah di Sumatra untuk mengoptimalkan performa dan memonitor perangkat jaringan.

Di satu wilayah, IT division menangani beberapa kantor cabang. Bayangkan jika perusahaan hanya mengandalkan pada sumber daya manusia untuk memonitor puluhan kantor cabang tanpa kesalahan, sumber daya manusia akan kewalahan. Network monitoring memainkan peran dalam menemukan mana jaringan yang berhenti dan mengetahui kapasitas dari ruang yang digunakan dalam jaringan. Gangguan jaringan dapat disimpulkan menggunakan data dalam network monitoring.

Sebagai tambahan untuk perusahaan telekomunikasi, NetMonk juga siap untuk memonitor jaringan bisnis milik perusahaan. Enterprise business adalah sebuah perusahaan komersial, industri, dan invetasi yang juga menggunakan internet untuk menjalankan bisnisnya. NetMonk siap untuk membantu perusahaan mendapatkan penghasilan, penghematan biaya, efesiensi biaya, dan mencapai ketersediaan tinggi. Jika anda memiliki permasalahan jaringan atau membutuhkan network monitoring application di bisnis anda, jangan ragu untuk mengenal NetMonk lebih dalam. Temukan nilai unik tentang NetMonk di NetMonk, Indonesian Network Monitoring Application.

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

18 Feb 2019
by Dewi

SNMP, Mekanisme Penting dalam Aplikasi Network Monitoring

Memelihara network performance merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan di sebuah perusahaan sehingga dapat mencapai ketersediaan layanan yang tinggi. Network management dibutuhkan untuk memelihara, mendiagnosis dan mampu menyediakan sebuah laporan lengkap untuk pengambilan keputusan dan rekomendasi perencanaan. Network monitoring tools adalah jawaban sehingga jaringan dapat dipelihara.

Supaya dapat membaca data dalam perangkat milik pengguna,  network monitoring tools butuh sebuah mekanisme seperti sebuah protokol. Kenapa membutuhkan sebuah protokol? Protokol dapat mendefinisikan fungsi dalam sebuah jaringan sehingga dapat mengirimkan pesan, data, dan informasi. Protokol bisa membuat penerima dan pengirim informasi dapat berkomunikasi dengan satu sama lain.

Salah satu protokol yang paling umum digunakan di Indonesia adalah Simple Network Management Protocol (SNMP). Sekitar tahun 1990 SNMP sudah mulai digunakan. Sampai sekarang SNMP menjadi sebuah standar de facto. SNMP mengelola peralatan yang terhubung ke IP (Internet Protocol) seperti switches, routers, and servers.

Kami butuh pemahaman lebih mendalam mengenai SNMP, mengingat SNMP adalah protokol yang paling umum digunakan di Indonesia. Ada dua hak utama dalam network management yang digunakan SNMP, bernama manager dan agent. Manager adalah sebuah tempat untuk administrator untuk mengontrol fungsi network management, sementara agent adalah hal yang terpasang untuk mengelola perangkat.

SNMP hanya memerlukan perangkat lunak kecil pada agent. Sebagai tambahan, SNMP juga menggunakan datagram UDP yang mana memiliki sistem sederhana untuk mengirimkan informasi. SNMP terlihat lebih sederhana karena memiliki perintah manajemen yang terbatas. Entitas manajemen akan mengirimkan sebuah perintah ke Get, GetNex, dan Set untuk mengambil satu variabel atau beberapa objek. Dapat dikatakan bahwa perangkat akan memberikan sebuah pesan jika SNMP mengirimkan sebuah perintah. Ini disebut pull atau tarik.

Disamping SNMP, ada banyak protokol yang dapat digunakan dalam network management. Namun di Indonesia, ada banyak perangkat-perangkat yang tidak mendukung menggunakan protokol selain SNMP. Protokolnya adalah Netflow, Sflow, Jflow. Telah dideskripsikan bahwa SNMP mendapatkan informasi dengan menarik, dalam protokol ini kami akan mendapatkan informasi tanpa bertanya atau memberikan perintah atau called push.

Ketitik adalah sebuah network monitoring application di Indonesia yang menggunakan SNMP untuk network management, karena memang di Indonesia, SNMP banyak digunakan. Tetapi hal ini tidak mengesampingkan kemungkinan, Ketitik mampu untuk me-monitor jaringan dengan protokol selain daripada SNMP sehingga dapat menjadi sebuah network monitoring analytic platform yang up to date dan dapat memelihara performa perangkat anda.

sources: binus.ac.id dan proweb.co.id

Ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi