Our blog

27 Mar 2019
by Dewi

Open Source di NetMonk

Istilah open source sudah tidak asing lagi bagi para developer atau pun engineer. Open source mengacu pada sebuah program yang source code nya dapat dengan bebas diubah, dimodifikasi maupun disalin sebanyak mungkin oleh pengguna atau pun developer. Tidak hanya itu, pengguna juga dapat menggunakan program dengan open source ini dengan tujuan apapun. Meskipun begitu, penggunaannya tetap harus mengikuti aturan karena open source merupakan tanda sertifikasi dari OSI (Open Source Initiative). Contoh dari program open source adalah Ubuntu Linux. Selain itu terdapat juga close source. Berbeda dengan open source, anda tidak bisa bebas menggunakan close source karena anda tidak akan bisa mendapatkan source code. Contoh dari program close source ini adalah Mozilla Fire Fox, Chrome dan close source yang paling popular adalah software Microsoft Windows.

Meskipun open source dapat digunakan secara bebas tapi bukan berarti anda bisa mendapatkannya secara gratis seperti perangkat lunak gratis yang bisa anda unduh secara gratis juga. Berikut penjelasan perbedaan diantara keduanya, software atau aplikasi open source tersedia bebas sehingga dapat digunakan oleh siapa pun untuk keperluan apa pun akan tetapi developer harus mengijinkan redistibusi aplikasi dan kode sumbernya setelah itu. Sedangkan free software merupakan perangkat lunak yang dapat anda unduh secara gratis tanpa peraturan seperti pada open source.

Sama seperti halnya dengan NetMonk, network monitoring tool (alat monitoring jaringan) milik Ketitik juga memakai open source. Apa saja kah itu? Beberapa diantaranya, NetMonk menggunakan 2 open source yaitu SNMP exporter Promotheus dan juga blackbox exporter Promotheus. Promotheus merupakan sebuah open source monitoring system yang mengumpulkan metrics dari layanan anda dan menyimpannya dalam sebuah time-series database. Pemakaiannya tidak dibatasi hanya untuk memonitor aplikasi atau mesin saja, akan tetapi promotheus ini dapat digunakan untuk wawasan pada system apapun. Termasuk untuk memonitor SNMP. SNMP exporter merupakan exporter yang dapat mengambil data dari SNMP yang kemudian digunakan oleh promotheus monitoring system. Sedangkan blackbox exporter promotheus, melalui protokol TCP, DNS, ICMP, HTTP, and https dapat digunakan untuk menyelidiki titik akhir, mengembalikan metrik terperinci mengenai permntaan tersebut. Misalnya durasi untuk menerima respond dan berhasil atau tidak. Kedua open source ini hanya beberapa yang dipakai dan yang membuat netmonk menjadi alat monitoring jaringan terbaik yang bisa anda pilih. untuk melihat lebih jauh mengenai produk dari Ketitik, network monitoring application in Indonesia (aplikasi monitoring jaringan di Indonesia), silakan kunjungi situs web kami.

Referensi :

https://www.howtogeek.com/129967/htg-explains-what-is-open-source-software-and-why-you-should-care/

https://www.technopedia.com/definition/3294/open-source

https://github.com/prometheus/snmp_exporter

https://www.digitalocean.com/community/tutorials/how-to-use-alertmanager-and-blackbox-exporter-to-monitor-your-server-on-ubuntu-16-04

26 Mar 2019
by Dewi

Apa itu API?

API kependekan dari Application Programming Interface merupakan sebuah perangkat lunak yang dapat menerima panggilan atau permintaan dari perangkat lunak lainnya seperti aplikasi dan website yang memberikan pelayanan. Dengan kata lain API merupakan sebuah perangkat lunak yang mengijinkan atau menghubungkan dua aplikasi. Tidak hanya itu API juga digunakan untuk membuat software dan aplikasi oleh para developer. API dapat anda temui dalam kehidupan sehari-hari seperti saat anda memesan hotel, mengirimkan pesan, memesan makanan secara online maupun ketika mengunduh sebuah software. Bagaimana hal tersebut terjadi? Prosesnya seperti ini, ketika anda menggunakan aplikasi maupun melakukan aktifitas tersebut, aplikasi terhubung ke internet dan mengirimkan data ke server. Setelah itu, data tersebut diambil dan diterjemahkan oleh server yang kemudian melakukan aksi yang diperlukan sebagai hasilnya kemudian dikirimkan kembali ke smartphone anda. Setelah menerima data tersebut, aplikasi menerjemahkannya lalu memberikan informasi yang anda inginkan dengan cara yang mudah dibaca. Dengan adanya API semua dapat berjalan dengan lancar dan memudahkan.

Kenapa menggunakan API?

API membuat pemrograman menjadi lebih mudah dan mungkin. Seperti yang sudah disebutkan di atas, kebutuhan kita sebagai pelanggan dan khususnya bagi developer sangat dimudahkan dengan adanya API. Dengan melihat hal tersebut, peran dari API sendiri sangat berat terlebih untuk membuat tampilan sebuah aplikasi menjadi interaktif, mudah untuk digunakan, dan bersahabat untuk pengguna. Tidak hanya itu, API juga digunakan untuk berkomunikasi antara layanan-layanan. API memiliki peran yang sangat penting dalam teknologi.

Keuntungan menggunakan API Bagi Para Developer Antara Lain:

1.       Aplikasi

API membantu kinerja dari aplikasi lebih cepat dan fleksibel seperti layanan dan informasi yang diberikan karena API dapat memasuki komponen-komponen aplikasi.

2.       Kustomisasi

Dengan API, kustomisasi untuk konten dan layanan dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan keinginan.

3.       Fleksibel

API membuat layanan menjadi lebih fleksibel. Hal tersebut karena API mendukung data migrasi lebih baik dan informasi yang didapat ditinjau lebih dekat.

4.       Integrasi / integration

API dapat menjamin pengiriman informasi lebih lancar dikarenakan API memungkinkan konten tertanam dari aplikasi maupun situs dengan mudah. Hal tersebut memberikan pengalaman yang terintegrasi bagi pengguna.

5.       Lebih banyak data

API memberikan banyak pilihan karena semua informasi yang dihasilkan di tingkat pemerintah tersedia untuk setiap warga negara.

Sama seperti halnya dengan jaringan, API juga butuh dimonitor. API monitoring adalah sebuah monitoring terhadap API sebagai tujuan melihat respon yang layak, ketersediaan dan performanya. Kenapa anda harus memantau API? Dikarenakan hal ini sangat membantu dalam melihat keadaan API jika performanya sedang kurang baik, lemahnya panggilan API yang  menyebabkan kegagalan pada aplikasi, serta website yang gagal yang dapat menyebabkan pengalaman buruk bagi pengguna. Sebagai solusinya anda membutuhkan API monitoring tools.

Dalam memilih API monitoring yang tepat tentu tidak mudah. Akan tetapi, anda tidak perlu ragu karena selain menjadi aplikasi monitoring jaringan di Indonesia, Ketitik dapat memberikan solusi yang tepat untuk anda. Selain NetMonk untuk monitoring jaringan (network monitoring), Ketitik juga memiliki API monitoring yang dapat membantu anda untuk memonitor bagaimana performa API sehingga anda dapat mengantisipasi jika terjadinya kegagalan dan kesalahan dan dapat segera diatasi. Jika anda menginginkan alat API monitoring terbaik dan network management, Ketitik akan menyediakan layanannya hanya untuk anda. Untuk detail lebih lengkapnya, Anda dapat melihat produk kami dengan mengunjungi website kami.

Referensi :

https://www.bbvaopen4u.com/en/actualidad/8-advantage-apis-developers

https://www.upwork.com/hiring/development/intro-to-apis-what-is-an-api

https://www.uptrends.com/what-is/what-is-api-monitoring

25 Mar 2019
by Dewi

Analitik Trafik Jaringan

Dalam melakukan analitik lalu lintas jaringan, seorang engineer atau administrator jaringan dapat melihat secara keseluruhan dan menganalisa jaringan bertujuan untuk  keamanan, pengelolaan dan ataupun operasi jaringan general. Tujuan utama dilakukan analitik trafik jaringan (network traffic analytics) adalah untuk mendapatkan wawasan lebih dalam mengenai jenis lalu lintas, paket jaringan ataupun data yang mengalir melalui jaringan. Selain itu, analitik trafik jaringan juga dapat digunakan untuk memahami operasi jaringan, mengetahui adanya paket berbahaya, lalu lintas jaringan yang mencurigakan, kecepatan unggah maupun unduh, dan konten oleh administrator jaringan dan staf keamanan jaringan. Bukan hanya itu, penyerang juga dapat menggunakan analitik trafik jaringan untuk menganalisis pola lalu lintas untuk menerobos dan mengambil data.

Kelebihan dari analitik trafik jaringan (network traffic analytics) adalah sebagai berikut:

  1. Kecepatan unduh maupun unggah
  2. Memahami pemanfaatan jaringan
  3. Real-time network data analysis

Dashboard from demo NetMonk

Sama halnya dengan NetMonk, network monitoring (monitoring jaringan) Indonesia oleh Ketitik, anda dapat melakukan analitik trafik jaringan dengan mudah dan efisien hanya dengan satu alat yang juga mudah digunakan. Dalam NetMonk, anda akan mendapatkan informasi status mana yang up dan down pada perangkat anda. Namun di dalam dashboard, anda hanya akan menemukan informasi lebih lengkap mengenai jumlah perangkat anda yang down. Kenapa? Karena data perangkat jaringan yang down lebih penting karena dapat segera ditindak lanjuti untuk perbaikan. Anda juga dapat melihat link utilization, gateway status, CPU, RAM dan storage seperti pada gambar di atas. Untuk melihat bagaimana cara kerja NetMonk secara lengkap, anda dapat melihat demonya terlebih dahulu dan mempelajarinya.

Reference :

https://www.technopedia.com/definition/29976/network-traffic-analysis

22 Mar 2019
by Dewi

Data-data NetFlow

Dalam artikel sebelumnya telah dibahas mengenai NetFlow secara lebih luas seperti : apa itu NetFlow, data-data apa saja yang dapat ditemukan dalam NetFlow, sejarah adanya NetFlow dan terakhir adalah kenapa anda harus menggunakan NetFlow. Untuk mengingat, NetFlow adalah protokol yang membantu network engineer mengumpulkan metadata pada IP (internet protocol) jaringan dalam switch atau router. Masih berhubungan dengan NetFlow, artikel kali ini akan membahas mengenai pemanfaatan data-data dalam NetFlow yang telah disebut sebelumnya. Berikut adalah penjelasan dari data NetFlow.

1. Input and output interface numbers

Input dan output interface menyediakan metode untuk mentransfer informasi antara penyimpanan internal maupun perangkat I/O eksternal. Intinya adalah menyediakan cara untuk berinteraksi dengan perangkat keras komputer.

2. Packet and byte counts

Dalam data NetFlow dapat ditemukan pula packet dan byte counts. Apa maksudnya? Packet adalah sekumpulan data yang memiliki panjang yang bervariasi sedangkan byte counts yaitu anda dapat melihat jumlah byte yang ada.

3. TCP flags and encapsulated protocol (TCP/UDP)

Untuk melihat bagaimana sebuah koneksi jaringan bekerja dalam transfer TCP (Transmission Control Protocol) adalah tugas TCP flags. Tidak hanya itu, TCP flags juga memberikan informasi tambahan ke pengguna. Sehingga, TCP flags juga dapat digunakan untuk tujuan pemecahan masalah dan bagaimana menangani koneksi tertentu.

Sedangkan apa yang dimaksud dengan encapsulated protocol? Encapsulated dapat diumpamakan sebagai penerjemah data. Bagaimana cara kerjanya? Ketika sebuah proses pengambilan data dari sebuah protokol kemudian diterjemahkan ke protokol lain agar data tersebut dapat diteruskan ke seluruh jaringan.

4. Source and destination TCP/User Datagram Protocol (UDP) ports

Maksud dari poin keempat ini adalah dalam data NetFlow anda dapat mengetahui sumber dan tujuan dari TCP/UDP ports. UDP adalah sebuah protokol komunikasi alternatif untuk TCP yang digunakan untuk membangun latensi rendah dan toleransi kerugian antara aplikasi di internet.

5. BGP routing information

BGP adalah kependekan dari Border Gateway Protocol adalah sebuah protokol yang membuat jalannya internet bekerja. Cara kerjanya mirip seperti pelanyanan pos. Apa yang dimaksud dengan layanan pos? Maksudnya adalah ketika anda memasukkan data ke internet maka yang bertanggung jawab untuk memilih jalan yang tersedia, cepat dan efisien agar data tersebut dapat segera berproses adalah BGP. Data tersebut merupakan surat sedangkan BGP adalah layanan pos nya. Tidak hanya itu, BGP juga memungkinkan terjadinya akses internet ke luar negeri secara cepat dan efisien.

6. Source and destination IP address

Source IP adalah alamat IP (Internet Protokol) dari perangkat yang mengirim paket IP yang merupakan unit IP dari transfer data. Sedangkan Destination IP adalah alamat IP perangkat penerima paket yang telah dikirim. Intinya adalah Source IP itu pengirim sedangkan Destination IP penerima.

Referensi :

http://www.pvpsiddhartha.ac.in/dep_it/lecturenotes/CSA/unit-5.pdf

https://www.technopedia.com/definition/24931/input-output-io

https://kb.iu.edu/d/ackw

https://www.keycdn.com/support/tcp-flags

https://www.computerhope.com/jargon/e/encapsul/htm

https://searchnetworking.techtarger.com/definition/UDP-User-Datagram-Protocol

https://www.cloudflare.com/learninhttps://www.cloudflare.com/learning/security/glossary/what-is-bgp/g/security/glossary/what-is-bgp/

https://www.quora.com/What-is-the-difference-between-source-ip-and-destination-ip

21 Mar 2019
by Dewi

Apa Itu NetFlow?

Dalam monitoring jaringan, para network engineers pasti tidak asing dengan istilah NetFlow. Apa itu NetFlow? NetFlow adalah sebuah protokol yang dikembangkan oleh Cisco System yang digunakan untuk mengumpulkan metadata pada jaringan IP dalam switch maupun router. Data NetFlow dapat dimanfaatkan oleh operator jaringan untuk menentukan throughput jaringan, kemacetan lalu lintas pada tingkat antarmuka tertentu dan kehilangan paket. Tidak hanya itu, anda dapat juga menelusuri lebih dalam lalu lintas jaringan untuk mengetahui darimana jaringan tersebut berasal dan berakhir ke mana.

NetFlow memiliki beberapa varian diantaranya adalah IPFIX, sFlow dan yang dimiliki oleh beberapa vendor seperti XFlow, J-Flow dan NetStream. Dalam NetFlow terdapat 3 komponen penting yaitu exporter, collector dan aplikasi.

Berikut adalah data-data yang dapat ditemukan dalam catatan NetFlow :

  1. Input and output interface numbers
  2. Packet and byte counts
  3. TCP flags and encapsulated protocol (TCP/UDP)
  4. Source and destination TCP/User Datagram Protocol (UDP) ports
  5. BGP routing information (next-hop address, source autonomous system (AS) number, destination AS number, source prefix mask, destination prefix mask)
  6. Source and destination IP address
  7. Type of service (ToS)
  8. Start and end timestamps
Data-data pada NetFlow Record

Data tersebut merupakan metadata yang telah dikumpulkan dan disimpan oleh kolektor dalam bentuk rekaman yang ditentukan oleh protokol

Sejarah NetFlow

Netflow dikembangkan oleh Cisco System pada tahun 1996. Hal tersebut didasari atas kebutuhan dari Cisco sendiri untuk memahami penggunaan bandwidth mereka secara terperinci yang mana tidak dimiliki oleh SNMP yang hanya memantau perangkat jaringan tanpa memiliki lalu lintas yang terperinci. Kemudian di tahun 2003, NetFlow versi 9 terpilih menjadi Internet Engineering Task Force atau IETF yang mengusulkan standar internet terutama TCP. Sekarang ini, NetFlow menjadi perangkat standar utama dalam switch dan router yang diproduksi oleh Cisco maupun produsen lain. Sebelum hadirnya NetFlow, untuk memantau lalu lintas jaringan dan internet pada LAN dan WAN, para network administrator dan engineer masih  menggunakan SNMP.

Kenapa Harus NetFlow?

Dengan menggunakan NetFlow, monitoring jaringan (network monitoring) jadi lebih terperinci dan lebih jelas. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, NetFlow adalah sebuah protokol yang memiliki cara kerja yang lebih baik dalam memonitor jaringan jika dibandingkan dengan SNMP. Misalnya saja, NetFlow dapat mengambil data sampai ke layer 3 sedangkan SNMP hanya dapat mengambil data hanya sampai pada layer ke 2 saja. Intinya NetFlow dapat mengambil data lebih banyak dibandingkan SNMP. Hal tersebut sangat mempermudah bagi para network engineer untuk megetahui dari mana lalu lintas itu berasal dan sebagainya. Ini adalah bukti bahwa kinerja dari NetFlow lebih canggih jika dibandingkan SNMP.

Sumber : Kentik & pcwdld.com

18 Mar 2019
by Dewi

Perbedaan Antara SNMP dan NetFlow

Supaya kinerja jaringan bekerja dengan baik, keefektifan monitoring jaringan itu penting. Dalam urusan monitoring jaringan, SNMP kependekan dari simple network monitoring protocol dan Netflow mempunyai cara yang berbeda dalam monitoring. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apa yang membuat keduanya berbeda? Untuk artikel kali ini akan membahas perbedaan antara SNMP dan Netflow.

Apa yang dimaksud dengan SNMP?

SNMP (simple network monitoring protocol) adalah protokol untuk manajemen peralatan yang terhubung dalam jaringan IP (Internet Protocol). SNMP dapat digunakan untuk pemantauan jaringan standar sedangkan NetFlow dikhususkan untuk pemantauan, menganalisis dan pengumpulan lalu lintas jaringan. Untuk mengumpulkan bandwidth, pemantauan penggunaan bandwidth router, switch port-by-port, pembacaan perangkat  dan data penggunaan jaringan merupakan pengguanaan paling umum dari SNMP.

Apakah yang dimaksud dengan NetFlow?

Aplikasi yang digunakan untuk memonitor jenis traffic dan besarannya dalam satuan byte, baik dari atau ke sebuah interface router jaringan. Fungsi utama dari NetFlow adalah source dan destination, jenis port, bandwidth yang terpakai dalam sistem jaringan tertentu,  waktu pengiriman dan penerima. Bagi network engineer, NetFlow sangat berguna untuk menganalisa kejanggalan yang terjadi ketika trafik lewat dari atau ke sebuah router. Sedangkan dalam penggunaannya, NetFlow dibatasi hanya untuk lalu lintas IP.

Perbedaan antara SNMP dan NetFlow

1. SNMP dapat digunakan untuk monitoring secara real-time setiap detiknya sedangkan waktu yang diperlihatkan oleh NetFlow tidak nyata meskipun memberikan waktu awal dan akhir untuk setiap alirannya.

2. Untuk mengumpulkan penggunaan CPU dan memori adalah hal yang dapat ditemui ketika menggunakan SNMP yang tidak dapat ditemukan pada NetFlow karena belum tersedia.

3.  Pemberitahuan yang dilakukan NetFlow tentang penggunaan bandwidth terlalu bertele-tele jika dibandingkan dengan SNMP.

4.  SNMP digunakan untuk standar seperti yang sudah dijelaskan di atas sedangkan NetFlow digunakan untuk higher traffic network.

Untuk memilih antara SNMP atau NetFlow, sebaiknya lihat dulu kondisi yang dimiliki oleh perangkat jaringan anda. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka setelah membaca artikel ini, anda dapat memilih mana yang tepat untuk kebutuhan anda. Jika anda ingin memilih monitoring jaringan yang tepat, Ketitik, network monitoring application in Indonesia , memiliki jawabannya untuk anda. Kunjungi website kami untuk informasi selanjutnya.

15 Mar 2019
by Dewi
network monitoring

5 Alasan Kenapa NetMonk merupakan Alat Monitoring Jaringan Terbaik

Monitoring jaringan (network monitoring) pada perangkat perlu dilakukan untuk mengetahui jika perangkat tersebut sedang dalam kondisi yang kurang baik. Terlebih jika perangkat anda tergolong perangkat besar seperti router dan switches yang tidak bisa dimonitor secara manual. Untuk itu anda membutuhkan suatu aplikasi yang dapat memberikan solusi terbaik bagi permasalahan tersebut. Terdapat banyak aplikasi beragam untuk memonitor jaringan namun, tidak banyak yang memberikan layanan dengan win-win solution seperti NetMonk. Berbeda dengan alat monitoring jaringan lainnya, berikut adalah 5 alasan kenapa NetMonk merupakan alat network monitoring terbaik.

1. Fitur Lengkap

Netmonk adalah network monitoring di Indonesia yang menawarkan fitur lengkap yang belum dimiliki oleh aplikasi lainnya. Diantaranya adalah forecasting analytics, friendly UI, dan realtime data. Fitur-fitur tersebut hanya bisa anda dapatkan pada aplikasi NetMonk saja. Jadi, anda tidak perlu repot menginstal aplikasi banyak hanya untuk satu perangkat anda.

2. Customize

Ketika anda menginstal NetMonk, anda dapat meminta customize feature atau informasi data yang sesuai dengan kebutuhan anda. Sehingga tampilannya lebih efisien dan sesuai keinginan. Itulah perbedaan dan kelebihan yang dimiliki oleh NetMonk dibandingkan alat monitoring jaringan lainnya.

3. Free Trial

Jika anda ingin mencoba terlebih dahulu, anda dapat mencoba NetMonk secara gratis. Anda bisa menggunakan NetMonk secara gratis dengan memanfaatkan free trial kami selama satu bulan penuh. Meskipun ini gratis, anda dapat juga menyesuaikan dengan kebutuhan anda.

4. Terdapat Demo

Anda baru pertama kali menggunakan NetMonk? Jangan khawatir! Anda dapat melihat demo nya di laman website kami. Dengan demo, anda dapat melihat bagaimana cara kerja aplikasi NetMonk ketika diinstal nanti. Tampilannya pun mudah dimengerti dan mudah digunakan.

5. Harga Lebih Bersahabat

Jika dibandingkan dengan alat monitoring jaringan (network monitoring tools) lainnya, NetMonk dari Ketitik menawarkan harga yang lebih bersahabat. Selain mendapatkan fitur yang lengkap dan tampilan yang oke, anda pun bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih bersahabat. It’s a win-win solution.

Memilih alat yang tepat untuk monitoring jaringan adalah sebuah keharusan. Hal tersebut karena kegunaannya yang sangat penting untuk memonitor data dalam jaringan. Dari banyaknya aplikasi yang ada, NetMonk menawarkan layanan terbaik untik anda dengan kelima alasan tersebut di atas, NetMonk menjadi salah satu alat pemantauan jaringan terbaik dan menjadi satu-satunya aplikasi monitoring jaringan di Indonesia.

06 Mar 2019
by Dewi
Network monitoring, SLA monitoring, node monitoring, API monitoring

Produk Ketitik Mana yang Cocok Untuk Anda?

Monitoring pada perangkat jaringan dibutuhkan untuk mengetahui jika perangkat yang anda miliki mengalami masalah atau pun gangguan. Namun untuk perangkat tertentu, melakukan monitoring secara manual akan sangat merepotkan dan menghabiskan waktu. Maka anda butuh alat yang tepat yang dapat mempermudah monitoring jaringan pada perangkat anda. Dari banyak alat dan aplikasi monitoring yang ada, produk dari Ketitik bisa anda jadikan pilihan karena layanannya yang lengkap, efisien, dan tentunya tepat untuk kebutuhan anda. Berikut ini adalah keempat produk dari Ketitik.

1. NetMonk

Netmonk adalah aplikasi network monitoring yang bekerja pada perangkat anda seperti router dan switch yang mendukung SNMP (Simple Network Management Protocol). Berbeda dengan aplikasi yang lain, NetMonk memiliki fitur yang lebih lengkap yang dapat anda andalkan. Anda dapat melihat semua informasi tentang monitoring jaringan pada website kami. Terdapat informasi lebih detailnya mengenai persyaratan yang harus dimiliki oleh perangkat anda seperti RAM, storage, dan ada juga demo.

2. SLA Monitoring

SLA atau service level agreement monitoring dari Ketitik mendukung perangkat yang telah menggunakan platform RPTG dan memberikan service management yang tepat. Anda dapat mengetahui berapa persen penggunaan data pada server anda. SLA monitoring dari Ketitik juga memiliki demo yang dapat anda lihat pada website kami. Terdapat juga informasi mengenai persyaratan untuk perangkat anda seperti RAM, storage, dan akses internet.

3. Node Monitoring

Anda dapat menggunakan produk Node Monitoring dari Ketitik yang dapat digunakan untuk perangkat anda yang tidak mendukung SNMP (Simple Network Management Protocol) seperti mini pc dan server. Node Monitoring sangat efektif untuk menganalisa data metric untuk mengoptimalkan perangkat yang digunakan. Pastikan perangkat anda memiliki persyaratan yang dapat anda lihat pada halaman Node monitoring yaitu RAM, storage, dan akses internet.

4. API Monitoring

API (Application Programming Interface) monitoring digunakan untuk memonitor performa, ketersediaan dan tanggapan layak dari API. Jika sesuatu terjadi seperti kegagalan aplikasi, salah satunya disebabkan oleh pemadaman API dan kegagalan layanan akan menghasilkan pengalaman buruk bagi pengguna. Jadi itulah sebabnya API monitoring itu penting untuk perangkat anda. Ketitik memiliki produk API monitoring yang menyediakan layanan yang lengkap dan tepat untuk anda.

Sekarang anda tidak perlu bingung untuk memilih aplikasi yang tepat untuk memonitor jaringan pada perangkat anda. Ketitik hadir sebagai aplikasi monitoring jaringan di Indonesia menyediakan solusi tepat melalui 4 produk yang telah disebutkan di atas. Anda juga dapat mengunjungi website kami untuk menemukan informasi tentang Ketitik. Jadi, sudahkah anda memutuskan produk mana yang cocok untuk kebutuhan anda?

05 Mar 2019
by Dewi
Jenis-jenis perangkat jaringan

Jenis-jenis Perangkat Jaringan (2)

Pada artikel sebelumnya, kami membahas berbagai jenis perangkat jaringan yang penting untuk monitoring. Monitoring jaringan sangat dibutuhkan agar perusahaan dapat mencapai ketersediaan tinggi (high availability). Karena itu, kita juga harus mengetahui semua perangkat jaringan yang ada. Selain perangkat jaringan yang telah dibahas (router, wireless cards, LAN cards, bridges, and HUBs), masih ada perangkat jaringan yang belum kita diskusikan. Berikut ini adalah perangkat jaringan yang akan kita bahas:

1. Switch

Cara kerja perangkat ini hampir mirip dengan HUB, tetapi switch lebih pintar dalam membagi sinyal koneksi. Menggunakan switch, area jaringan dapat menjadi lebih baik dan lebih cepat untuk mengirim data. Perangkat ini juga dapat mengatasi tabrakan data.

2. Access Point

Fungsi perangkat ini adalah untuk memancarkan sinyal dari router. Sinyal digunakan untuk membuat jaringan WLAN. Access Point juga dapat membuat kita terhubung ke jaringan LAN tanpa menggunakan kabel. Kemudian dari titik akses tersebut dapat dikatakan dapat menghubungkan dua jaringan yang berbeda, yaitu jaringan nirkabel dan jaringan LAN.

3. Repeaters

Repeater adalah perangkat yang dapat memperkuat sinyal dan memperluas jangkauan sinyal wifi. Repeater membuat perangkat dapat mengakses wifi dengan mudah. Repeater tidak perlu menggunakan kabel untuk meminimalkan penggunaan kabel.

4. NIC

Network Interface Card (NIC) adalah kartu yang dapat menghubungkan komputer dengan jaringan LAN. Perangkat dapat terhubung ke jaringan menggunakan kabel.

5. Konektor

Konektor adalah alat vital untuk perangkat komputer. Jika konektor tidak terpasang, komputer tidak dapat berjalan secara optimal. Konektor berfungsi untuk menghubungkan kabel dengan adaptor jaringan.

Kami memahami dan mengetahui berbagai perangkat jaringan yang harus dipantau dalam perusahaan. Tidak hanya satu atau dua, tetapi ada juga lebih dari lima perangkat jaringan yang harus kita perhatikan. Bayangkan, di sebuah perusahaan, ada banyak kamar yang masing-masing kamar memiliki banyak perangkat jaringan. Bisakah itu dikelola oleh seorang network engineer? Untuk menghindari kesalahan manusia, dan mencapai efektivitas dalam bekerja menggunakan alat monitoring jaringan sangat dianjurkan. Network engineer akan dibantu dan dapat menangani masalah jaringan dengan lebih cepat.

Saat memilih alat monitoring jaringan, kita harus berhati-hati dan menyesuaikan kebutuhan kita. Pertama-tama, kita harus mengetahui berbagai jenis alat pemantauan jaringan yang tersedia. Memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing alat. Setelah itu, barulah kita bisa menentukan pilihan yang tepat untuk perusahaan kita. Sudahkah Anda memilih alat monitoring jaringan yang tepat?

Artikel ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi

04 Mar 2019
by Dewi
Jenis-jenis perangkat jaringan

Jenis-jenis Perangkat Jaringan (1)

Di artikel sebelumnya, telah dibahas bahwa monitoring jaringan memainkan peran penting dalam menjaga performa perangkat jaringan perusahaan telekomunikasi. Klien dapat merasa puas dengan layanan yang diberikan karena perusahaan dapat memberikan layanan penuh tanpa gangguan atau ketersediaan tinggi (high availability). Kepuasan klien sangat mempengaruhi citra merek perusahaan. Jika klien merasakan kepuasan, klien akan mengabarkan hal-hal baik tentang perusahaan.

Anda mungkin bertanya-tanya, perangkat jaringan seperti apa yang harus dimonitor? Perangkat jaringan berperan dalam menghubungkan satu komputer ke komputer lainnya. Ketika komputer terhubung, komputer dapat mengirim dan menerima pesan atau informasi.

Ada banyak jenis perangkat jaringan. Meskipun memiliki fungsi dan peran yang berbeda, perangkat jaringan ini saling mendukung kinerja satu sama lain. Diperlukan pemantauan jaringan untuk dapat melihat kinerja masing-masing jaringan. Jika ada satu perangkat yang tidak terhubung dalam jaringan komputer, perangkat lain akan terganggu dan tidak berfungsi. Ada beberapa perangkat jaringan yang berbeda. Namun dalam artikel ini, kita akan membahas lima perangkat terlebih dahulu. Berikut ini adalah perangkat jaringan:

1. Router

Router adalah perangkat jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan dua atau lebih jaringan. Router menghubungkan jaringan dengan topologi bintang, bus, dan cincin. Berkat dua router jaringan dapat bertukar informasi dan data. Router digunakan dalam protokol jaringan router TCIP / IP / IP. Selain itu, router adalah server akses, perangkat yang dapat membuat koneksi yang menghubungkan LAN ke layanan telekomunikasi. Router ini disebut Router DSL (Digital Subscriber Line).

2. Wireless Card

Perangkat ini dapat menghubungkan komputer dengan komputer lain menggunakan Wi-Fi tanpa menggunakan kabel. Saat ini, ada banyak laptop yang memiliki kartu nirkabel di dalamnya, sehingga tidak perlu membeli kartu nirkabel secara terpisah. Tidak seperti laptop, pengguna komputer harus membeli kartu nirkabel secara terpisah untuk terhubung ke Wi-Fi.

3. LAN Card

LAN card juga dapat menghubungkan satu komputer ke komputer lain. Perbedaannya adalah LAN card harus menghubungkan komputer menggunakan kabel. LAN card akan mengubah aliran data dari bentuk paralel ke bentuk serial, maka data akan dikirim melalui kabel UTP.

4. Bridge

Perangkat ini dapat memperluas jaringan sehingga dapat digunakan oleh perangkat lain dalam jangkauan luas. Bridge berfungsi untuk meneruskan data, membagi jaringan menjadi beberapa jaringan. Ini membuat jangkauan jaringan menjadi luas. Bridge memiliki tabel Bridge internal yang berfungsi untuk menentukan segmen mana yang harus disaring.

5. HUB

Fungsi HUB adalah untuk membagi server ke jaringan lain. HUB akan menyalin data dari sumber yang terhubung ke port di HUB. Jika di dalam gedung terdapat 10 komputer yang terhubung ke HUB dan memiliki satu komputer sumber data, HUB akan membagikan data tersebut dengan perangkat yang terhubung. Namun, jika HUB mengalami gangguan transmisi ke jaringan lain, itu akan terhambat.

Ternyata perangkat jaringan itu begitu beragam jenis dan fungsinya. Namun, kelima perangkat ini memiliki kesamaan sehingga mereka dapat menghubungkan komputer satu sama lain sehingga mereka dapat berbagi informasi dan data. Selain lima perangkat jaringan yang telah disebutkan masih ada perangkat jaringan lain yang juga memiliki peran berbeda. Perangkat ini (switches, access points, HUB, repeaters, NIC, and connectors) akan dibahas dalam artikel selanjutnya.

Jika Anda memiliki masalah dengan perangkat jaringan Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Ketitik. Ketitik juga memiliki alat pemantauan produk untuk membantu network engineers  melaksanakan tugas mereka. Silakan baca artikel Netmonk kami untuk mengetahui monitoring jaringan Indonesia.

Sumber: jurnalponsel.com

Artikel ditulis oleh Febi dan diterjemahkan oleh Dewi