Our blog

28 Jul 2019
by Dewi
komputer

5 Masalah yang dapat diatasi Monitoring Jaringan

Monitoring jaringan (network monitoring) merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi berbagai masalah yang dapat terjadi pada perangkat jaringan Anda. Bagi network engineer tentu istilah ini sudah tidak asing lagi bagi mereka. Sekarang juga sudah banyak vendor-vendor yang menyediakan layanan dan menjual alat monitoring jaringan (network monitoring tool). Bahkan vendor yang berasal dari Indonesia pun tidak kalah juga dalam kualitas dan layanan yang diberikan. Sebenarnya masalah-masalah apa yang dapat diatasi oleh alat monitoring jaringan? Berikut ini adalah daftar masalah-masalah umum yang dapat diatasi monitoring jaringan.

1. Memprediksi Performa Perangkat

Masalah pertama yang dapat diatasi oleh alat monitoring jaringan yaitu dapat memprediksi kapan perangkat jaringan Anda seperti router dan sebagainya mati maupun masalah lainnya. Sehingga, Anda tidak perlu khawatir lagi dengan perangkat Anda yang tiba-tiba mati yang dapat menimbulkan kerugian dari segi materi dan waktu.

2. Masalah dalam Server

Selanjutnya, monitoring jaringan dapat mengatasi masalah yang kerap terjadi dalam server. Jika perusahaan Anda selalu mengandalkan jaringan setiap harinya dan sering mengalami masalah yang berkaitan dengan server maka sudah saatnya Anda mulai mengambil langkah berikutnya. Untuk itu Anda dapat mempertimbangkan NetMonk, aplikasi monitoring jaringan, sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini.

3. Kurangnya Kapasitas Disk

Berikutnya, monitoring jaringan (network monitoring) dapat mengatasi kurangnya kapasitas dari sebuah disk. Ruang disk yang minim atau rendah pada sebuah perangkat dapat mengurangi kinerja dan dapat menyebabkan sistem operasi membeku maupun terkunci. Hal ini dapat terjadi pada komputer individu maupun server jaringan. Jika hal ini terjadi, semua pengguna akan mengalami kesulitan dalam mengakses data atau mengalami kecepatan aplikasi yang lambat. Sebuah sistem monitoring yang dikonfigurasi dengan benar akan memberitahu administrator jaringan sebelum ruang disk turun cukup rendah yang dapat mempengaruhi pengalaman pengguna akhir (end-user).

4. Gagalnya Hard Drive

Program monitoring jaringan dapat memperingatkan administrator sistem tentang kemungkinan kegagalan pada perangkat. Hal ini tergantung pada alasan kegagalan, administrator dapat menerima peringatan sebelum pengguna akhir mengalami kegagalan total perangkat. Dalam hal ini, tim IT dapat menjadwalkan waktu yang nyaman dengan pengguna untuk membuat cadangan hard drive dan menggantinya dengan sedikit atau tidak ada downtime pengguna akhir. Hal ini juga berlaku pada kegagalan hard drive yang dapat merugikan IT. Contoh kegagalan hard drive ini seperti halnya ketika PC Anda berhenti atau membeku atau ketika Anda mengalami dan lain sebagainya. Jika kegagalan hard drive ini tidak segera diatasi tentu dapat mempengaruhi kinerja pada sektor lain. 

5.     CPU Tinggi

Masalah umum selanjutnya adalah CPU tinggi. Apa maksud dari ini? CPU alias Central Processing Unit merupakan sebuah alat yang bertanggung jawab untuk mengirimkan dan menerima instruksi dan mengalokasikan sumber daya. Sehingga ketika mesin dalam perusahaan Anda sebagian atau semuanya menggunakan CPU maka performanya akan melambat. Maka solusi monitoring jaringan akan memberi tahu administrator sistem ketika perangkat mencapai penggunaan CPU yang tinggi. Seringkali juga administrator dapat menyesuaikan proses yang berjalan di latar belakang perangkat untuk membebaskan lebih banyak CPU.

Daftar di atas adalah masalah-masalah umum yang dapat diatasi alat monitoring jaringan. Dalam hal ini jika Anda membutuhkan solusi tepat yang dapat mengatasi permasalahan seperti pada daftar di atas, Anda dapat memilih NetMonk, monitoring jaringan Indonesia. Untuk Anda yang memiliki perusahaan yang selalu mengandalkan jaringan internet untuk kelancaran bisnis Anda, maka tidak ada salahnya untuk mencoba solusi ini, bukan? Silahkan hubungi kami melalui email dan atau nomor kontak kami yang terdapat pada website kami ya.

Referensi :

https://www.business2community.com/tech-gadgets/7-technology-issues-your-network-monitoring-system-should-catch-02211935

23 Jul 2019
by Dewi
computer illustration

5 Tips Jitu Mengamankan Hybrid Cloud

Hybrid cloud adalah istilah yang berarti model layanan komputasi awan (cloud computing) yang menyediakan solusi komputasi awan dengan menggabungkan berbagai layanan cloud. Layanan hybrid cloud ini mengintegrasikan infrastruktur IT in-house dengan produk dan layanan lain untuk memenuhi kebutuhan spesifik dan unik bisnis. Dengan menggunakan hybrid cloud, Anda dapat menempatkan data-data di cloud public dan masih dapat terus menjalankan bisnis meski berada di jarak yang jauh. Banyak keuntungan yang ditawarkan oleh hybrid cloud diantaranya adalah menawarkan keuntungan finansial dan operasional yang sangat besar bagi perusahaan Anda. Meskipun begitu, beralih ke hybrid cloud yang memberikan beberapa keuntungan dapat menimbulkan juga masalah lain seperti resiko keamanan yang potensial. Dalam artikel sebelumnya, telah dijelaskan perbedaan antara hybrid cloud vs multi cloud, maka untuk artikel kali ini akan dibahas mengenai tips bagaimana memastikan keamanan hybrid cloud. Berikut ini adalah kelima tipsnya yang dikutip dari newtechera.

1. Keamanan di titik akhir (endpoint)

Menurut Joe Gillis, di setiap endpoint merupakan landasan peluncuran serangan cyber di jaringan. Untuk melindunginya, hal pertama yang harus dilakukan adalah Anda harus memahami tentang perangkat dan perangkat lunak apa yang digunakan dalam infrastruktur Anda. Setelah itu, implementasikan aturan firewall, IPS signature, dan identifikasi / otentikasi pengguna, semuanya diperlukan untuk memastikan keamanan titik akhir. Dalam keamanan endpoint ini peran API sangat penting di sini. Ketika tidak terlindungi, maka akan membuat data rentan terhadap serangan jahat yang dapat mengeksploitasi kunci otentikasi dengan memanipulasi informasi pribadi. Untuk itu, penting bahwa kunci API ditangani dengan cara yang sama seperti kunci enkripsi dan penandatanganan kode (signature code)

2. Persiapkan beberapa cadangan

Untuk menghindari berbagai kemungkinan masalah yang dapat terjadi seperti kegagalan fungsi perangkat lunak, serangan dunia maya, dan redundansi data, pengamanan infrastruktur hybrid penting dilakukan. Menyalin data di pusat data di satu penyedia cloud juga tidak kalah penting untuk menghindari hilangnya data dan resiko yang disebutkan di atas.

3. Enkripsi

Tips selanjutnya adalah perlunya enkripsi tiap data yang masuk ke cloud publik. Karena server cloud public itu rentan maka, infrastruktur hybrid memerlukan data untuk berpindah antara cloud private dan cloud public, yang membuat enkripsi, virtual private networks (VPN) yang andal, dan otentikasi yang kuat untuk data dalam perjalanan semuanya sangat diperlukan. Menurut Gillian, metode enkripsi ini banyak metodenya. Salah satunya adalah menggunakan SSL/TLS untuk mengelola otentikasi server atau menggunakan protokol tunnel jaringan shell yang aman untuk mengirim lalu lintas yang tidak dienkripsi melalui jaringan. Setelah menemukan enkripsi yang cocok, langkah selanjutnya menemukan penyedia cloud yang menggunakan metode yang dibutuhkan.

4. Tugas beresiko

Untuk tetap aman dari kejahatan cyber yang selalu siap mengintai keamanan, administrator jaringan harus selalu siap dan terus menilai sistem untuk setiap resiko potensial. Sistem IDS/IPS harus ada setiap saat yang merupakan teknologi penilaian dan pencegahan resiko dapat memindai setiap lalu lintas berbahaya. Dengan memastikan monitoring log diaktifkan dan pembaruan perangkat lunak terkini, administrator dapat menghindari pelanggaran keamanan.

5. Manajemen dan monitoring

Tips yang terakhir adalah memiliki infrastruktur IT yang tepat. Karena hal ini dapat menentukan bagaimana pelanggaran keamanan terjadi, administrator dapat mengelola dan menghindari serangan yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang. Implementasi introspeksi lalu lintas jaringan, SIEM (Security Information and Event Management), dan algoritma pembelajaran mesin yang terlatih merupakan cara yang dapat dilakukan untuk me-monitoring dan mengidentifikasi potensi ancaman terhadap infrastruktur hibrida.

Sumber  :

https://www.newtechera.com/2017/12/26/5-tips-for-ensuring-hybrid-cloud-security/

https://www.techopedia.com/definition/15570/hybrid-cloud

22 Jul 2019
by Dewi
Computer illustration

Pro dan Kontra Monitoring Jaringan Sistem Open Source

Alat monitoring jaringan (network monitoring tools) open source sudah tidak asing lagi bagi para IT jaringan. Apa yang dimaksud dengan open source? Menurut Techopedia, open source merupakan filosofi yang mempromosikan akses gratis dan distribusi produk akhir, biasanya perangkat lunak atau program, meskipun dapat meluas ke implementasi dan desain objek lain. Dalam beberapa waktu yang lalu kami pernah membahas tentang open source yang ada di NetMonk dan penjelasan mengenai perbedaan open source dan close source. Namun dalam artikel kali ini akan membahas mengenai pro dan kontra monitoring jaringan open source sama seperti judulnya.

Menurut artikel yang ditulis oleh Amy Larsen dari Techtarget, alat monitoring jaringan (network monitoring tool) open source cukup menarik bagi perusahaan yang mencari cara baru dan lebih baik untuk mengelola kinerja keseluruhan jaringan yang kompleks dan sangat terdistribusi. Biasanya harga dari alat monitoring jaringan ini dimulai dari gratis hingga berbayar. Namun, alat monitoring jaringan ini tidak selalu memiliki tim customer support yang dapat membantu manajer IT ketika sedang mengalami masalah. Alat monitoring jaringan open source pada masa lalu, sulit dipasang dan tidak ramah pengguna jika dibandingkan dengan yang sekarang. Hal ini menjadi bukti bahwa alat ini sudah berkembang secara signifikan. Contoh dari alat monitoring jaringan open source (open source network monitoring tool) adalah OpenNMS, Nagios, Observium, NetXMS, Zabbix, NetMonk, monitoring jaringan Indonesia, dan masih ada yang lain lagi.

Keuntungan menggunakan monitoring jaringan sistem open source adalah bisa dikustomisasi dan memungkinkan manajer IT untuk menyesuaikan dengan lingkungan mereka. Larsen menambahkan bahwa kualitas alat monitoring jaringan open source dianggap setara atau lebih baik dan dapat diandalkan  daripada rekan komersial yang harganya lebih mahal karena dibuat oleh beberapa pengembang industri yang paling terampil yang bekerja bersama.

Berikut adalah tabel pro dan kontra dari alat monitoring jaringan open source (open source network monitoring tool) yang dikutip dari Techtarget.

Pro Kontra
Harganya murah Secara historis sulit untuk menginstal dan tidak ramah pengguna (no user-friendly)
Kemampuan penyesuaian yang dises-uaikan dengan lingkungan tertentuKurangnya tim dukungan
pelanggan yang solid
Peningkatan kualitas dan keandalan
dibandingkan dengan perangkat
lunak open source sebelumnya
Antarmuka baris perintah
memerlukan input perintah
yang luas
Dibuat dan diteliti oleh developer
yang terampil
Antarmuka baris perintah
memerlukan input perintah
yang luas
Lebih mudah diimplementasikan dan digunakan dibandingkan dengan alat open source sebelumnyaBanyak antarmuka pengguna
yang tidak mudah dinavigasi
Banyak alat yang bekerja di berbagai platformBeberapa alat kurang
kustomisasi dan pembuatan
laporan

Sumber dan referensi :

https://searchnetworking.techtarget.com/answer/What-are-the-pros-and-cons-of-open-source-network-monitoring-tools

https://www.techopedia.com/definition/3294/open-source

18 Jul 2019
by Dewi
ilustrasi komputer

4 Tips Mempersiapkan Anggaran untuk Aplikasi Monitoring Jaringan

Berinvestasi dalam monitoring jaringan (network monitoring) merupakan keputusan yang tepat untuk perusahaan. Anda akan mendapatkan berbagai keuntungan ketika mulai menerapkannya seperti menghemat waktu, biaya dan dapat mengatasi masalah pada perangkat sebelum masalah itu menjadi besar. Namun, pada awalnya Anda pasti ragu mengenai biaya yang harus dikeluarkan ketika berurusan dengan aplikasi monitoring jaringan, bukan? Tenang saja, NetMonk punya solusinya untuk Anda.

Ada beberapa langkah yang harus Anda ambil untuk mengatur anggaran untuk aplikasi monitoring jaringan seperti yang dikutip dari artikel yang ditulis oleh Jackson dalam Helpsystems. Tapi, sebelum Anda mulai mengatur budget nya, menurut survey yang dilakukan oleh Helpsystems pada tahun 2016, 54% IT professional mempertimbangkan untuk meningkatkan ketersediaan dan kinerja infrastruktur jaringan mereka sebagai prioritas utama. Hal tersebut dibarengi dengan meningkatnya anggaran atau budget IT yaitu meningkat sebesar 61% dan hanya 21% yang menurun.

1. Anggarkan Biaya Tambahan

Langkah pertama yang harus Anda ambil adalah anggarkan biaya untuk keseluruhannya. Apa maksudnya? Tidak cukup hanya menganggarkan biaya pembelian perangkatnya saja akan tetapi anggarkan juga untuk biaya tambahan yang diperlukan seperti : layanan instalasi / implementasi, pembaruan perangkat, layanan pelatihan, dan terakhir adalah dukungan dan pemeliharaan perangkat.

2. Pertimbangkan Potongan Harga

Setelah mengatur anggaran untuk perangkat dan lain sebagainya, Anda juga harus mempertimbangkan potongan harga yang mungkin diberikan oleh vendor yang ingin Anda tuju. Biasanya beberapa vendor menawarkan diskon di waktu-waktu tertentu seperti tahun baru dan hari besar lainnya. Pertimbangkan hal ini juga ketika Anda hendak memutuskan untuk membeli sebuah alat monitoring jaringan (network monitoring tool) untuk perusahaan Anda.

3. Pertimbangkan Lisensi Perangkat

Menurut Jackson, lisensi perangkat lunak monitoring jaringan ada 3 jenis model yaitu per perangkat, per antarmuka, atau per sensor. Namun ada beberapa solusi yang menawarkan kombinasi lisensi. Memperkirakan biaya di masa depan untuk perizinan per- perangkat itu lebih mudah karena setiap perangkat baru yang ingin dimonitor pasti memerlukan lisensi tambahan. Sedangkan memprediksi biaya antarmuka saat jaringan tumbuh itu lebih sulit. Kenapa? Hal ini karena biasanya, setiap perangkat memiliki satu hingga banyak antarmuka. Hal tersebut berlaku juga dengan sensor, karena Anda akan memiliki banyak elemen yang ingin Anda monitoring untuk setiap perangkat.

4. Pertimbangkan Struktur Pembayaran

Langkah terakhir yang harus Anda ambil adalah mempertimbangkan struktur pembayaran. Sama seperti sebelumnya, ada 3 model. Model pertama adalah membayar di awal. Jika Anda ingin membayar biaya secara keseluruhan di muka maka selanjutnya Anda harus mempertimbangkan lisensi satu kali di mana pembayaran ini akan memberikan Anda lisensi permanen.

Sedangkan untuk model kedua adalah model berjenjang. Apa maksudnya? Dengan model berjenjang ini, Anda dapat menggabungkan pembayaran bulanan/tahunan dengan opsi bayar per opsi. Model kedua ini dapat memungkinkan Anda untuk skala sesuai kebutuhan dan lebih mudah menggabungkan fitur atau fungsi tambahan dari produk.

Model yang terakhir adalah membayar per perangkat terletak di antara dua struktur sebelumnya dan memberikan fleksibilitas kepada pembeli untuk menentukan apa yang menjadi kebutuhan absolutnya, jadi itulah yang hanya akan Anda bayar. Manfaat dari model ketiga ini adalah memberikan Anda kemampuan untuk mengukur.

Itulah cara mengatur anggaran untuk aplikasi monitoring jaringan. Jika Anda sudah yakin pada anggaran yang telah Anda tetapkan, maka tidak ada salahnya untuk melihat apa yang dimiliki oleh Netmonk, monitoring jaringan Indonesia, yang dapat memenuhi kebutuhan Anda untuk memonitoring perangkat jaringan dengan biaya yang lebih bersahabat, lebih efisien dan masih banyak lagi keuntungan yang akan Anda dapatkan. Untuk informasi selengkapnya, silahkan kunjungi website kami dan hubungi kami melalui nomor yang tertera di website.

Sumber :

https://www.helpsystems.com/resources/articles/how-much-should-i-budget-network-monitoring-software

17 Jul 2019
by Dewi
computer illustration

Perangkat Apa Saja yang Bisa Dimonitoring NetMonk?

Monitoring jaringan (network monitoring) adalah upaya sistematis jaringan komputer untuk mendeteksi komponen jaringan yang mengalami masalah seperti lambat maupun kegagalan. Contohnya seperti server yang kelebihan beban atau macet/beku, switch maupun router yang gagal, dan masalah perangkat lainnya. Upaya monitoring jaringan di atas sangat membantu Anda untuk menghemat waktu, biaya dan melihat bagaimana performanya. Upaya ini juga sangat berguna bagi Anda yang memiliki perangkat dan memiliki tim IT atau administrator jaringan yang terbatas. Seperti NetMonk, monitoring jaringan Indonesia, yang dapat Anda jadikan pilihan untuk me-monitoring perangkat jaringan yang Anda miliki. Sebenarnya perangkat apa saja yang dapat di-monitoring oleh NetMonk? Berikut ini adalah beberapa perangkat yang dapat di-monitoring oleh NetMonk.

1. Router

Router adalah perangkat yang menganalisis konten paket data yang dikirimkan dalam suatu jaringan atau ke jaringan lain. NetMonk bisa me-monitoring router yang Anda miliki. Sebagai contohnya, kami sudah dipercayakan untuk me-monitoring perangkat router oleh salah satu perusahaan yang menjadi customer kami. Dengan menggunakan NetMonk, router yang bermasalah dapat teratasi dan masalah selesai.

2. CCTV

Perangkat pertama adalah CCTV. Closed-circuit television adalah sistem TV yang mana sinyal tidak didistribusikan secara public tetapi di-monitor, terutama untuk tujuan pengawasan dan keamanan. Tidak hanya perangkat jaringan, NetMonk juga dapat me-monitoring perangkat CCTV. Sebagai contohnya adalah NetMonk sudah dipercayakan oleh salah satu perusahaan yang menjadi pelanggan kami untuk memonitoring CCTV mereka untuk melihat mati/hidup suatu perangkat CCTV. Dengan NetMonk, Anda tidak perlu lagi khawatir dengan masalah-masalah yang mungkin terjadi pada CCTV Anda.

3. Server

Perangkat kedua yang bisa dimonitor oleh NetMonk adalah server. Menurut Rouse dalam artikelnya, server adalah program komputer atau perangkat yang menyediakan layanan ke program komputer lain dan penggunanya, juga dikenal sebagai klien. Di pusat data, komputer fisik yang menjalankan program server juga sering disebut sebagai server. Salah satu perusahaan sudah mempercayakan kami untuk me-monitoring server miliknya. Hal Ini menjadi bukti lain bahwa NetMonk tidak hanya bisa me-monitoring perangkat saja namun NetMonk juga dapat me-monitoring server

4. Akses Point

Tidak hanya perangkat-perangkat seperti yang disebutkan di atas, akan tetapi NetMonk juga dapat monitoring akses point. Apa yang dimaksud dengan akses point? Menurut Rouse dalam Techtarget menjelaskan, dalam WLAN (Wireless Local Area Network), akses point adalah stasiun yang mentransmisikan dan menerima data. Akses point menghubungkan pengguna ke pengguna lain dalam jaringan dan dapat berfungsi sebagai titik interkoneksi antara WLAN dan jaringan kabel tetap. Jika Anda pernah pergi ke tempat yang memiliki fasilitas wifi seperti contohnya di bandara atau tempat umum lainnya, Anda pasti melihat kotak berwarna putih yang biasanya ada di atas langit-langit, kan? Itulah yang dimaksud dengan akses point. Salah satu perusahaan penerbangan milik Negara sudah mempercayakan kami untuk me-monitoring akses point milik mereka. Bagaimana dengan Anda? 

Jika Anda memiliki masalah terkait monitoring, NetMonk, aplikasi monitoring jaringan, sangat bisa Anda jadikan pilihan untuk keperluan tersebut. Anda tidak perlu khawatir lagi jika perangkat jaringan yang Anda miliki terjadi masalah. Hubungi kami segera dan kunjungi website kami untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang produk kami.

Referensi :

https://www.techopedia.com/definition/24149/network-monitoring

https://www.whatis.techtarget.com/definition/server

https://www.techopedia.com/definition/2277/router

https://searchmobilecomputing.techtarget.com/definition/access-point

14 Jul 2019
by Dewi
cable illustration

Cisco Router Vs Mikrotik Router

Dalam artikel-artikel sebelumnya, telah dibahas mengenai protokol-protokol seperti NetFlow, sFlow, JFlow, IPFIX, dan terakhir NetStream. Dari artikel-artikel sebelumnya sedikit banyaknya Anda pasti tahu apa saja kelebihan dan kekurangan dari masing-masing protokol tersebut, bukan? Untuk artikel kali ini, kami akan membahas perbandingan perangkat yang mendukung flow khususnya router. Dalam artikel ini, kami akan memfokuskan pada Cisco dan Mikrotik. Bagaimana perbandingan keduanya? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Cisco merupakan peralatan utama yang digunakan pada jaringan luas atau Wide Area Network (WAN). Dengan router Cisco, informasi dapat diteruskan ke alamat jarak jauh dan pada jaringan komputer yang berbeda. Tujuannya adalah untuk dapat meneruskan paket data dari LAN ke LAN lain, router Cisco. Sedangkan Mikrotik adalah  sistem operasi yang mencakup perangkat lunak yang diinstal pada komputer sehingga komputer dapat bertindak sebagai jantung jaringan, mengendalikan atau mengelola lalu lintas data antar jaringan, jenis komputer ini dikenal dengan nama router.

Perbandingan Cisco Vs Mikrotik

Jenis router dari Cisco ada beberapa jenis seri. Semakin canggih seri maka semakin canggih dan memiliki fitur lengkap yang disediakan oleh Cisco. Untuk harganya tentu akan semakin mahal sesuai dengan yang diberikan. juga dapat dioperasikan melalui CLI. Router juga dapat menggunakan sistem operasi IOS. Jika Anda memahami prinsip-prinsip dasar menggunakan perintah IOS, maka Anda tidak akan mengalami banyak kendala ketika Anda mulai belajar mengoperasikan router.

Kalau router Mikrotik sendiri adalah sebuah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membuat komputer menjadi jaringan router yang andal, termasuk berbagai fitur yang dibuat untuk jaringan IP dan jaringan nirkabel, cocok untuk digunakan oleh ISP dan penyedia hotspot.

Jika dilihat dari fungsinya, Cisco berfungsi sebagai penghubung antara dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router memiliki bagian yang mirip dengan PC. Sedangkan fungsi dari Mikrotik adalah untuk jaringan skala kecil dan skala besar, tentu saja ini disesuaikan dengan sumber daya daripada komputer itu sendiri.

Jika dilihat dari segi harga, routerboard milik Cisco yang paling murah harganya berkisar Rp 20 juta sebaliknya untuk router Mikrotik sendiri paling mahal adalah Rp 20 juta. Sedangkan jika dilihat dari penggunaannya, Mikrotik biasanya digunakan pada kelas small dan medium enterprise. Sedangkan untuk enterprise dan ISP (internet service provider) lebih banyak menggunakan Cisco.

Jadi, mana yang terbaik? Jika kami sarankan sebaiknya lihat dulu apa yang Anda butuhkan. Jika Anda memiliki perusahaan kecil dan perusahaan menengah, sebaiknya Anda memilih Mikrotik. Sebaliknya, jika Anda memiliki perusahaan yang besar, maka Cisco adalah jawaban yang tepat untuk Anda. Untuk mendapatkannya pun cukup mudah, Anda bisa dengan mudah mendapatkannya di toko-toko online seperti Bhinneka maupun Tokopedia.

Referensi :

http://mayhewformaine.co/2018/12/27/what-are-the-differences-between-cisco-and-mikrotik-routers/

http://mikrotik.nurulfikri.ac.id/mikrotik-vs-cisco/

14 Jul 2019
by Dewi
router

NetFlow Vs sFlow

NetFlow dikembangkan oleh Cisco system yang digunakan untuk mengumpulkan dan mencatat semua jaringan IP yang menuju dan dari router atau switch Cisco yang mengaktifkan NetFlow. Sedangkan sFlow (sampled flow) dikembangkan oleh HP pada tahun 1991. sFlow sendiri kegunaannya untuk pengambilan sampel paket secara acak untuk mengetahui tren lalu lintas jaringan yang lebih luas. Keduanya sangat berguna untuk mengatasi masalah terkait monitoring. NetFlow dan sFlow memiliki kesamaan namun kedua protocol ini tentu memiliki perbedaan. Apa sajakah itu? Simak penjelasannya berikut ini.

sFlow vs NetFlow

Berikut adalah perbedaan NetFlow Vs sFlow dari segi fitur dan pendukung protokolnya yang dapat Anda lihat pada tabel-tabel di bawah ini.

Feature Comparison Table

FeatureNetFlowsFlow
Vendor SupportCisco OnlyMultiple Vendors
Packet CapturesNoPartial
Interface CountersNoYes
Real-time Data collectionPartialYes

Protocol Support Comparison Table

Protocol SupportNetFlowsFlow
IP/ICMP/UDP/TCPYesYes
Ethernet/802.3NoYes
Packet HeadersNoYes
IPXNoYes
AppletalkNoYes

Dari data di atas, ada yang berpendapat lebih baik NetFlow dan sebaliknya ada yang lebih memilih sFlow. Sebenarnya mana yang lebih baik di antara keduanya? Menurut artikel yang ditulis oleh Tim Keary disebutkan bahwa NetFlow memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan sFlow. NetFlow memungkinkan Anda melihat apa yang sebenarnya terjadi di lalu lintas jaringan Anda dan tidak mengaburkan perspektif Anda dengan sampel acak. Sebaliknya, hal ini akan mengambil waktu yang lebih lama ketika menggunakan sFlow. Selanjutnya, NetFlow bekerja sangat baik di WAN. Hal ini karena output NetFlow didasarkan pada jumlah koneksi aktif yang mengurangi white noise pada jaringan yang lebih besar. Hal ini tidak berlaku pada sFlow yang tidak berkinerja baik di WAN. Hal ini karena jumlah sFlow yang dikeluarkan sebanding dengan paket per detik. Dengan jaringan yang lebih besar, ini menghasilkan ribuan sampel paket yang berkorelasi dengan transfer.

Jika harus memilih antara flow sampling atau packet sampling, jawabannya sangat sederhana. Pilihlah mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Kesimpulannya adalah kedua protokol ini memiliki kesamaan namun berbeda. Keduanya juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak ada yang lebih baik karena keduanya tidak benar-benar sama. Satu hal yang terpenting juga adalah pastikan kebutuhan Anda sebelum memutuskan untuk memilih di antara keduanya.

Referensi :

https://www.pcwdld.com/what-is-netflow

https://www.iptrc.com/sflow-vs-netflow/#What_is_sFlow

14 Jul 2019
by Dewi
Router

Apa Itu NetStream?

NetStream masih setara dengan NetFlow. NetStream dibawa oleh Huawei (NetStream Huawei) sedangkan NetFlow adalah protokol monitoring yang diciptakan oleh Cisco. Dalam artikel yang diterbitkan oleh Noction, NetStream dan NetFlow memiliki kesamaan yaitu aliran yang sudah using berdasarkan timer aktif dan tidak aktif. Menurut artikel lain yang diterbitkan oleh Huawei menyebutkan bahwa, NetStream digunakan untuk mengumpulkan statistik dan menganalisis lalu lintas di jaringan. NetStream mengumpulkan statistik paket berdasarkan aliran (flows). Ini sample masuk dan keluar pada setiap antarmuka, mengklasifikasikan lalu lintas jaringan berdasarkan faktor utama dalam paket (contohnya adalah sumber alamat IP, alamat IP tujuan, nomor port tujuan, dan nomor port sumber), dan filter serta agregat data. Pengguna dapat menyesuaikan template untuk mengklasifikasikan dan mengumpulkan statistik pada lalu lintas jaringan.

Noction juga menjelaskan bahwa infrastruktur NetStream ada 3 yaitu : NetStream data exporter (NDE), NetStream collector (NSC), dan NetStream data analyzer (NDA). NSC dan NDA biasanya keduanya diintegrasikan dalam satu server. sedangkan NDA merupakan suatu alat analisis lalu lintas. Gunanya untuk mengekstrak statistic dari NSC, memproses statistic, dan menghasilkan laporan. Laporan tersebut dapat digunakan untuk monitoring serangan, akuntansi lalu lintas, dan perancangan jaringan.

Paket sampel NDE itu berguna untuk mengurangi dampak pada kinerja perangkat. Contohnya adalah ketika NDE tersebut diatur untuk sampling acak berbasis paket, maka NDE secara acak mengambil sampel paket dari sejumlah paket tertentu yang dikirimkan. Cache NetStream di NDE ini digunakan untuk menyimpan catatan aliran. Ketika aliran tersebut sudah usang, NDE akan mengekspor statistik aliran dari cache ke NSC menggunakan paket NetStream. Tidak hanya itu saja, NDE secara berkala mengekspor statistik aliran ke NSC yang kemudian akan dikumpulkan dan mem-parsing paket dari beberapa NDE dan menyimpannya ke database.

Sumber :

https://support.huawei.com/enterprise/my/doc/EDOC1000060766/d4bf10a9/what-are-netstream-and-sflow-what-are-their-differences

https://www.noction.com/blog/netflow-sflow-ipfix-netstream-network-traffic-monitoring-explained

07 Jul 2019
by Dewi
switch

IPFIX Protocol Vs NetFlow

IPFIX kependekan dari IP Flow Information Export. Protokol IPFIX (IPFIX protocol) diciptakan oleh IETF. Menurut artikel yang dimuat dalam pcwdld.com, IPFIX sendiri memiliki kemiripan dengan NetFlow yaitu memungkinkan network engineer untuk mengumpulkan informasi aliran dari perangkat jaringan seperti router, switch, dan lainnya yang mendukung protokol dan menganalisis informasi aliran lalu lintas (traffic flow information) yang dikirim melalui jaringan atau NetFlow analyzer. Namun disamping itu, IPFIX dan NetFlow memiliki perbedaan. Apa saja perbedaannya? 

IPFIX Vs NetFlow

Dalam artikel lain dijelaskan bahwa, IPFIX memungkinkan bidang panjang variabel yang berguna jika Anda ingin mengekspor host HTTP, URL, atau pesan. Sebaliknya hal ini tidak bisa dilakukan oleh NetFlow. Tidak hanya itu, IPFIX dapat memungkinkan ID vendor untuk menentukan di mana tempat untuk menempelkan informasi kepemilikan ke dalam aliran dan mengekspor apa pun yang diinginkan. Rincian yang sama secara tradisional dikirim dengan syslog atau dikumpulkan melalui SNMP (simple network management protocol) dapat diekspor dalam IPFIX. 

Vendor-vendor yang mendukung IPFIX antara lain adalah sebagai berikut menurut pcwdld.com : Avaya, Barracuda Networks, Blue Coat, Cisco Systems, Citrix, Ecessa, Extreme Network, F5 Networks, Juniper Networks, NetASQ, Nortel, nProbe, Open vSwitch, Plixer, Solera, Saisei Networks, SonicWall, VMware, Xirrus, YAF, ZTE.

Referensi :

https://www.pcwdid.com/what-is-ipfix

https://www.whatisipfix.com/

07 Jul 2019
by Dewi
Illustration

5 Cara Jitu Mengamankan Perangkat Internet of Things (IoT)

Internet of things atau kepanjangan dari IoT merupakan istilah yang semakin dikenal di era digital seperti sekarang ini. Dalam artikel sebelumnya, telah dijelaskan pengertian IoT yaitu yang secara sederhananya menghubungkan benda ataupun perangkat ke internet. Misalnya saja ada smarthome, smartphone, dan lain sebagainya. Semakin banyaknya perangkat IoT diciptakan dan hadir ke dalam kehidupan kita, banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan. Namun, tahukah Anda dibalik kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan oleh perangkat-perangkat IoT tersebut, sebagian diantaranya dapat melacak keberadaan dan aktifitas online penggunanya yang memungkinan dapat mengacu pada resiko keamanan. Hal ini karena perangkat IoT mengumpulkan banyak data yang kemungkinan dapat diretas dan disalahgunakan dalam beberapa cara. Untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi, maka pentingnya mengamankan perangkat internet of things diperlukan. Berikut ini adalah cara-caranya yang dikutip dari artikel yang ditulis oleh Claudio Buttice di Technopedia.

1. Pikirkan Keamanan IoT sebelum Membeli Perangkat

Cara pertama adalah sebelum Anda membeli sebuah perangkat, pikirkan juga keamanan IoT nya. Hal ini bertujuan untuk menghindari masalah-masalah yang mungkin terjadi. Jadi, selalu investigasi atau selidiki keamanan dan reputasi dari sebuah perangkat dan keamanan sistem sebelum membelinya. Tanyakan pertanyaan seperti : apakah perangkat yang Anda beli memiliki layanan terkelola PKI bawaan? Apakah sudah sesuai dengan TLS/SSL dan enkripsi?

2. Simpan Perangkat Pada Jaringan yang Terpisah

Untuk menghindari ancaman dari hacker yang dapat mencuri informasi pribadi anda, simpan perangkat di jaringan yang terpisah. Hal ini karena smartdevice seperti halnya smart home ataupun smart kitchen terhubung ke internet yang bisa memberikan akses kepada hacker untuk melihat informasi kita secara mudah. Bagaimana caranya? Anda dapat mengatur beberapa jaringan pada banyak router, dan semakin banyak tersegmentasi maka semakin sulit pula bagi para penjahat cyber mendapatkan akses anda.

3. Lindungi Perangkat dengan password

Cara selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah gunakan password untuk melindungi perangkat Anda terutama smartdevice yang melalui akun yang terhubung atau offline interface (antarmuka offline). Pastikan sering mengganti password untuk lebih menjaga keamanannya. Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, simbol dan angka agar lebih aman dan ingat jangan gunakan password lama yang sudah pernah digunakan. Selain itu, jangan gunakan satu password untuk berbagai akun terutama akun email dan sosial media.

4. Perbarui Firmware

Cara pertama yaitu selalu perbarui firmware Anda. Apa yang dimaksud dengan firmware? Firmware adalah program perangkat lunak atau set instruksi diprogramkan pada perangkat hardware. Patch dirilis setiap saat untuk mengatasi kerentanan potensial, sehingga memperbarui firmware setiap saat sangat penting untuk dilakukan. Jika pembaruan otomatis perangkat tidak tersedia, maka ada cara lain yaitu Anda bisa mengunduh dan menginstal firmware terbaru dari sumber yang terpercaya. Unduhlah dari situs resmi langsung dari produsen perangkatnya.

5. Amankan Jaringan Utama

Cara selanjutnya ini dapat dikatakan sebagai rencana cadangan yang juga tidak kalah penting. Kenapa? Hal ini karena jika hacker tetap bisa masuk ke dalam sistem keamanan Anda, pastikan data sensitif anda dilindungi bulletproof shield. Maka jawaban yang paling tepat untuk ini adalah firewall. Bukan hanya membantu Anda untuk menjaga hacker sampai ke jaringan Anda, tapi juga dapat mencegah perangkat yang terinfeksi mengirimkan kembali informasi pribadi Anda dengan menolak lalu lintas yang tidak sah.

Referensi :

https://www.technopedia.com/definition/28247/internet-of-things-iot

https://www.technopedia.com/6-tips-for-securing-an-iot-device/2/33720

https://techterms.com/definition/firmware