Our blog

18 Aug 2019
by Dewi
Ilustrasi komputer

5 Metode Monitoring jaringan

Network monitoring (monitoring jaringan) adalah solusi dan dapat menjadi bagian paling penting dalam sebuah perusahaan. Kenapa? Monitoring jaringan dapat membantu memperlancar bisnis Anda dan mempermudah pekerjaan tim IT Anda seperti yang sudah pernah dijelaskan pada artikel-artikel sebelumnya. Mungkin bagi Anda yang memiliki perusahaan kecil hingga besar, rasanya monitoring jaringan ini merupakan solusi yang paling tepat. Terlebih di era digital seperti sekarang ini yang hampir semuanya menggunakan jaringan internet. Bagi Anda yang mulai tertarik dan ingin mencoba, berikut adalah metode-metode monitoring jaringan yang diterapkan oleh para professional IT yang dapat dipelajari. Metode berikut ini, secara otomatis mendeteksi dan merespon masalah keamanan dan kinerja.

1. Deteksi Intrusi

Metode pertama adalah mendeteksi intrusi. Maksudnya adalah deteksi intrusi monitoring jaringan area lokal untuk akses yang tidak sah oleh peretas. Biasanya para profesional IT menggunakan metode ini secara otomatis untuk beberapa kegiatan. Misalnya saja untuk mendeteksi virus dan malware, kerentanan jaringan dan masih banyak lagi. Meskipun dapat digunakan secara otomatis, metode yang satu ini juga dapat diimplementasikan secara manual. Program deteksi intrusi ini dapat menghasilkan laporan setelah dilakukan pemeriksaan sistem sehingga dapat mengatasi masalah apa pun.

2. Sniffing packet

Apa yang dimaksud dengan metode kedua ini? Packet sniffer merupakan program yang memberikan setiap paket informasi yang melewati jaringan. Tujuannya adalah mendeteksi perangkat lunak monitoring jaringan yang tidak sah yang dapat diinstal oleh peretas untuk memata-matai aktivitas bisnis dan proses informasi. Jadi, metode ini dapat melindungi aktivitas bisnis Anda dari orang yang tidak bertanggung jawab.

3. Vulnerability Scanning

Vulnerability Scanning atau pemindaian kerentanan yang akan memindai jaringan untuk mengetahui kerentanan dan kelemahan yang membuka potensi eksploitasi. Metode ini dapat bervariasi atau berbeda dari metode pertama yaitu deteksi intrusi karena dapat mendeteksi kelemahan sebelum serangan terjadi pada jaringan.

4. Monitoring Firewall

Metode selanjutnya ini dapat digunakan untuk melacak aktifitas dari firewall, untuk memastikan proses penyaringan untuk koneksi masuk dan keluar dapat berfungsi dengan aman dan baik.

5. Pengujian Penembusan (Penetration Testing)

Metode terakhir ini merupakan metode yang digunakan oleh peretas untuk menembus jaringan yang kemudian digunakan juga oleh IT professional. Tujuannya tentu berbeda. Para IT professional menggunakan metode terakhir ini untuk membawa keamanan jaringan ke tingkat lain dengan menemukan kerentanan yang mungkin diketahui oleh peretas namun belum terdeteksi melalui metode monitoring lainnya.

Jika Anda mulai tertarik dengan monitoring jaringan untuk solusi di perusahaan Anda, aplikasi monitoring jaringan Indonesia dari Ketitik yaitu NetMonk dapat memberikan solusi yang paling tepat untuk kebutuhan Anda. Cari tahu informasi selengkapnya mengenai produk kami bisa melalui customer care atau website kami di sini.

Sumber :

https://www.thrivenetworks.com/blog/network-monitoring-methods/

18 Aug 2019
by Dewi
komputer ilustrasi

5 Tips untuk Network Monitoring Efektif

Network monitoring (monitoring jaringan) merupakan solusi yang tepat untuk diterapkan pada perusahaan yang memanfaatkan jaringan setiap saat. Banyak kelebihan yang bisa didapatkan khususnya bagi tim IT Anda. Salah satunya adalah dapat memprediksi kapan downtime suatu perangkat jaringan Anda dan memberi tahu Anda tentang masalah yang mungkin terjadi pada perangkat dan lain sebagainya. Akan tetapi, tidak cukup hanya dengan menerapkan monitoring jaringan saja untuk mendapatkan hasil yang baik namun Anda juga harus menerapkan tips-tips berikut ini untuk monitoring jaringan yang efektif.

1. Kuasai yang sedang Dikerjakan

Tips pertama yang wajib Anda lakukan untuk mengelola lingkungan IT secara efektif adalah pehami terlebih dahulu apa yang sedang Anda kerjakan. Manajemen inventaris jaringan adalah faktor kunci dalam pemantauan jaringan yang efektif, memahami apa yang ada di jaringan Anda dan bagaimana perubahannya dari waktu ke waktu dapat membantu Anda mengidentifikasi potensi masalah dan penyebab penurunan kinerja jaringan. Tidak hanya itu, Anda juga harus memahami perilaku pengguna karena hal tersebut dapat membantu admin jaringan untuk memahami apa yang normal dan dapat menetapkan nilai ambang ketika suatu aktifitas melampaui ambang batas yang sudah ditentukan.

2. Konfigurasi dan Manajemen Perubahan

Konfigurasi dan manajemen perubahan ini merupakan bagian proaktif dari monitoring jaringan yang dapat mencegah terjadinya masalah pada jaringan Anda. Teknologi manajemen jaringan juga perlu dikonfigurasikan untuk secara khusus memenuhi kebutuhan suatu lingkungan. Jika hal tersebut tidak dilkukan maka konsekuensinya jaringan akan mengalami downtime atau Anda dapat kehilangan data.

3. Pastikan Orang yang Tepat Mendapatkan “Peringatan”

Tips selanjutnya adalah pastikan orang yang tepat dalam tim IT Anda mendapatkan peringatan, karena alerting atau peringatan yang terdapat dalam monitoring jaringan terkadang terabaikan jika tidak tersampaikan pada orang yang tidak tepat. Maka dari itu, Organisasi dari semua ukuran mendapatkan manfaat dari matriks eskalasi peringatan ini  dengan tepat kepada siapa yang menjaga. Implementasi dari matriks eskalasi dipikirkan dengan baik mencegah masalah kecil dari tumbuh menjadi masalah skala besar organisasi.

4. Monitor Semua Lapisan

Menggunakan sistem monitoring yang dapat mendukung teknologi yang memonitor disemua lapisan itu sangat penting untuk diperhatikan. Dengan begini Anda dapat memiliki wawasan dan memahami masalah kinerja Anda pada server, jaringan, perangkat lunak, perangkat keras atau masalah yang lainnya. Visibilitas penuh dari keseluruhan sistem juga diperlukan agar monitoring dapat bekerja secara efektif.

5. Bersiaplah untuk Ekspansi Jaringan yang Akan Datang

Tips terakhir ini juga tidak kalah pentingnya. Tidak menutup kemungkinan bahwa di masa depan, bisnis Anda akan berkembang dengan pesat. Seperti halnya, jumlah karyawan Anda semakin bertambah yang juga mempengaruhi dengan jumlah perangkat yang dibutuhkan dan masih ada banyak faktor lainnya lagi. Maka dari itu, Anda harus mulai mempersiapkan diri untuk ekspansi di masa mendatang tersebut. Mulai langkah Anda dengan memilih solusi monitoring kinerja jaringan yang memiliki data historis serta ambang batas sehingga Anda akan mendapatkan peringatan tentang pengurangan kapasitas yang diproyeksikan untuk metrik utama seperti penggunaan bandwidth dan lain-lain.

Jika Anda teratrik dengan monitoring jaringan (network monitoring) untuk perusahaan Anda maka NetMonk, monitoring jaringan Indonesia, dapat menjadi solusi yang tepat untuk dijadikan pilihan. Silahkan hubungi melalui contact person kami di sini dan cari tahu lebih banyak mengenai produk kami melalui website kami di sini.

Sumber :

https://www.mutiny.com/news/blog/2016/five-best-practice-tips-for-effective-network-monitoring/

15 Aug 2019
by Dewi
hybrid cloud illustration

5 Hal Wajib Dipertimbangkan Sebelum Pindah ke Hybrid Cloud

Hybrid cloud adalah sebuah model layanan cloud computing yang menyediakan solusi cloud computing dengan menggabungkan cloud service yang berbeda. Dalam bahasa sederhananya, hybrid cloud merupakan kombinasi dari private cloud dan public cloud. Meskipun terlihat rumit, banyak perusahaan yang sudah mulai menerapkan hybrid cloud ini. Dibalik kerumitannya, hybrid cloud ini menawarkan fleksibilitas dan tetap mempertahankan control penuh dan pengelolaan data dan aplikasi dengan penawaran yang diinginkan. Namun jika Anda mulai tertarik untuk mulai menerapkan hybrid cloud ini, pertimbangkan 5 hal ini sebelum memutuskan pindah ke hybrid cloud yang dikutip dari artikel yang ditulis oleh Nick Ismail berikut ini.

1. Kuasai Hal yang sedang Dikelola

Hal pertama yang harus Anda lakukan sebelum mantap memutuskan untuk beralih ke hybrid cloud adalah pahami dan kuasai terlebih dahulu apa yang sedang Anda kelola khususnya bagi tim IT Anda. Misalnya tim IT Anda harus memahami profil beban kerja yang akan berjalan di cloud public dan privat. Tidak hanya itu saja, memahami apa yang sedang terjadi di aplikasi seperti bagaimana interaksinya dengan pengguna akhir, menangani jaringan, mengelola data, pola keamanan dan kinerja. Menurut Nick, tanyakan pertanyaan seperti di bawah ini juga untuk pendekatan yang baik :

  • Dimana kah beban kerja dijalankan? Apakah di cloud public, cloud pribadi, atau bahkan keduanya?
  • Apa yang dilakukan masing-masing beban kerja untuk bisnis Anda, dan seberapa pentingnya bagi bisnis Anda?
  • Siapa yang memiliki beban kerja dalam organisasi Anda dan siapa yang pertama kali dihubungi jika ada masalah?

2. Pahami Tata Kelola dan Keamanan

Tidak cukup hanya memahami apa yang dikelola, tapi Anda juga harus memahami tata kelola dan keamanan. Hal ini dikarenakan kedua hal tersebut  merupakan persyaratan yang mungkin didukung oleh perjanjian tingkat layanan dengan pelanggan atau dari tim manajemen senior perusahaan. Untuk memenuhi persyaratan ini, maka tim IT harus secara proaktif mengelola keamanan. Inti dari manajemen cloud hybrid adalah bagaimana IT menangani beberapa masalah seperti manajemen kebijakan, keamanan dan kinerja.

3. Membuat Informasi “single pane of glass”

Seperti yang sudah dijelaskan pada paragraf awal bahwa hybrid cloud adalah menggabungkan cloud privat dan cloud public. Keduanya memiliki API dan sumber daya masing-masing sehingga mengelola hybrid cloud sama saja dengan mengelola kompleksitas. Untuk itu pentingnya membangun “single pane of glass”.  Apa yang dimaksud dengan “single pane of glass”? Menurut artikel yang ditulis oleh Rouse, “single pane of glass” merupakan konsol manajemen yang menyajikan data dari berbagai sumber dalam tampilan terpadu. Kaca (glass), dalam hal ini, adalah monitor komputer atau layar perangkat seluler. Hal ini sangat berguna untuk menghemat sumber daya dan waktu administrasi Anda.

4. Pahami SLA Anda

Hal yang harus Anda pertimbangkan selanjutnya adalah SLA (Service Level Agreement). Kegunaan SLA ini untuk ditetapkan dalam kontrak antara pengguna akhir (end user) dan penyedia cloud untuk memutuskan penyediaan layanan minimum. Tidak hanya menyangkut baseline kinerja yang baik untuk pengguna akhir, tetapi SLA juga tentang memberikan kinerja yang memenuhi harapan tertentu.

5. Pahami Alat yang Tersedia

Last but not least, tim IT Anda harus memahami terlebih dahulu alat yang tersedia. Jangan hanya berfokus pada sejumlah kecil alat manajemen saja akan tetapi tim IT Anda juga harus memastikan alat memadai untuk mencakup area seperti platform manajemen cloud, manajemen API, kinerja, DevOps, keamanan, jaringan, sumber daya,  dan manajemen platform dan lain sebagainya. Untuk mulai membangun infrastruktur yang sesuai, tim IT dapat meninjau secara komprehensif bagaimana data ditangkap, dianalisis, disimpan, dan diambil.

Referensi :

https://www.techopedia.com/definition/15570/hybrid-cloud

https://www.blog.wei.com/hybrid-it-vs.-hybrid-cloud-whats-the-difference

https://www.information-age.com/5-essentials-managing-hybrid-cloud-environment-123469354/

https://searchconvergedinfrastructure.techtarget.com/definition/single-pane-of-glass

14 Aug 2019
by Dewi
computer ilustration

3 Strategi Penting untuk SD-WAN Monitoring

SD-WAN (software-defined wide area network) merupakan sebuah sistem yang sekarang ini populer dan merupakan adopsi bisnis paling sukses dari SDN architecture. Seiring teknologi yang makin maju, ada tantangan juga yang harus dihadapi oleh DevOps. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Anda perlu memonitoring SD-WAN. Jika dalam artikel sebelumnya, telah dijelaskan mengenai pengertian SD-WAN, untuk artikel kali ini akan membahas tentang monitoring SD-WAN. Berikut adalah 3 strategi untuk suksesnya me-monitoring SD-WAN yang dikutip dari artikel yang ditulis oleh Kumar.

1. Packet loss, Jitter, dan Latensi

Menurut Kumar, 3 metrik ini merupakan pilihan de facto untuk memonitor VPN Tunnels. Sehingga hal ini tidak mengherankan apabila kebanyakan vendor SD-WAN memiliki dukungan bawaan untuk pengumpulan dan laporan untuk metrik ini. Solusi monitoring jaringan modern harus meletakkan konteks pada metric ini dengan menggabungkannya dengan analisis jalur aplikasi. Tidak hanya itu saja, perkuat keseluruhan strategi monitoring dengan menambahkan analisis kapasitas prediksi dengan memberi tahu tim operasi, aplikasi mana yang mungkin mengalami penurunan kinerja karena kemacetan jaringan yang akan datang.

2. Topologi

Kumar mengatakan dalam artikelnya bahwa solusi monitoring jaringan (network monitoring solution) harus mencakup visualisasi topologi end-to-end dari semua komponen jaringan. Ada dua jenis topologi. Pertama adalah topologi fisik tradisional yang menjabarkan server yang terhubung, switch, router, perangkat SD-WAN. Jenis topologi yang kedua adalah topologi aliran di atas lapisan fisik yang mendasarinya akan sangat bermanfaat bagi tim operasi. Topologi ini juga dapat menunjukkan perubahan jalur atau agregasi tautan untuk monitoring yang lebih terperinci.

3. Pengujian Jalur Aktif (Active Path Testing)

Poin ketiga ini merupakan sebagai tindakan proaktif untuk mendeteksi kemacetan dan mengurangi masalah kinerja pada terowongan SD-WAN. Jika vendor SD-WAN Anda memiliki dukungan bawaan fitur ini, maka solusi monitoring jaringan harus memanfaatkannya dan menghubungkan hasil pengujian dengan dua rekomendasi pertama di atas. Keuntungannya adalah pengujian jalur aktif ini dapat mendeteksi masalah di luar jam kerja normal ketika tidak ada lalu lintas aplikasi dan memiliki kemampuan untuk meniru lalu lintas aplikasi nyata.

Sumber :

https://www.ca.com/en/blog-itom/top-3-strategies-for-successful-sd-wan-monitoring.html

10 Aug 2019
by Dewi
network illustration

3 Tips Menghindari Lambatnya Jaringan dengan Network Monitoring

Di jaman digital seperti sekarang ini, hampir semua kegiatan kita pasti membutuhkan jaringan internet. Dari memesan makanan, mencari informasi hingga berbelanja online dan masih banyak lagi. Tidak hanya masyarakat umum saja, akan tetapi perusahaan-perusahaan kecil hingga besar juga membutuhkan internet untuk kelancaran bisnisnya. Dengan demikian, jaringan internet yang cepat sangat dibutuhkan untuk menunjang berbagai kegiatan seperti yang disebutkan di atas. Lalu bagaimanakah jika jaringan internet tidak menunjukkan performa yang baik alias lambat? Tentu hal tersebut dapat merugikan si penggunanya. Bagaimana cara menangani lambatnya jaringan internet ini? Berikut ini 3 tips menghindari lambatnya jaringan  internet khususnya bagi perusahaan dengan monitoring jaringan (network monitoring).

1. Mengetahui Penyebabnya

Kegunaan atau fungsi dasar dari monitoring jaringan adalah melakukan pemindaian dan memberikan gambaran kepada pengguna tentang apa pun yang ditemukan. Apa sajakah itu? Salah satunya adalah memonitoring kinerja jaringan yang lambat, hidup dan mati nya perangkat, malware, dan lain sebagainya. Ketika alat monitoring jaringan (network monitoring tool) menemukan permasalahan seperti yang disebutkan di atas, alat tersebut akan langsung melaporkan kepada Anda untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Dengan solusi ini, Anda dapat segera mengetahui permasalahannya dan dapat mempelajari penyebab dari lambatnya jaringan di perusahaan Anda.

2. Monitoring Kinerja Jaringan Secara Berkelanjutan

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin pertama, fungsi utama dari monitoring jaringan ini adalah dapat memindai masalah kinerja jaringan Anda serta mengamati jaringan secara terus menerus. Meskipun begitu, Anda tidak bisa sepenuhnya bergantung pada monitoring jaringan. Akan tetapi tim IT Anda juga harus bisa dan belajar tentang masalah yang sedang dan akan terjadi. Sehingga jika ada jaringan yang menunjukkan perlambatan yang tidak dapat diprediksi, maka Anda akan mengetahuinya dengan sesegera mungkin.

3. Optimalkan Kecepatan Jaringan

Tidak hanya dapat memindai masalah kinerja jaringan Anda, network monitoring juga dapat Anda gunakan untuk mengoptimalkan kecepatan jaringan sehingga dapat beroperasi lebih cepat dari biasanya. Namun, memperbaiki masalah seperti ini harus dilakukan atas dasar kasus per kasus, tidak setiap masalah kinerja kecil misalnya, layak untuk diperbaiki namun tergantung dengan masalahnya. Tipsnya, Anda hanya dapat meningkatkan efisiensi jaringan dengan cara yang kecil namun efektif.

Sumber :

https://www.solutionsreview.com/network-monitoring/how-to-avoid-a-slow-network-with-network-monitoring/

08 Aug 2019
by Dewi
ilustrasi perangkat jaringan

Cara NetMonk Memonitoring Perangkat Jaringan

Perangkat jaringan (network device) merupakan perangkat keras yang beroperasi dalam jaringan. Perangkat jaringan merupakan sebuah komponen yang membuat infrastruktur jaringan seperti halnya modem, router, dan switch. Bagi perusahaan yang memanfaatkan jaringan setiap harinya, pasti tidak asing dengan ketiga perangkat jaringan tersebut. Lalu bagaimana jika salah satunya rusak atau bahkan ketiganya bermasalah? Tentu jawabannya tidak lain dan tidak bukan, monitoring lah jawaban yang paling tepat. Jika artikel sebelumnya membahas tentang bagaimana NetMonk me-monitoring server, untuk artikel kali ini giliran kami untuk membahas bagaimana NetMonk memberikan solusi kepada Anda terhadap perangkat jaringan yang bermasalah. Berikut ini ada penjelasan lengkapnya.

Bagaimana Cara Kerja NetMonk?

Cara NetMonk, aplikasi monitoring jaringan, dalam me-monitoring perangkat jaringan sama saja dengan cara NetMonk me-monitoring server milik perusahaan Anda. Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya, NetMonk memanfaatkan 2 protokol yaitu simple network management protocol (SNMP) dan Internet Control Message Protocol (ICMP). Mari kita bahas satu persatu. Protokol SNMP merupakan protokol standar untuk memonitor perangkat jaringan. Tidak hanya itu, SNMP juga digunakan untuk melihat keadaan suatu perangkat. Sedangkan protokol ICMP digunakan untuk mengetahui apakah suatu perangkat dalam keadaan hidup atau mati. Dalam me-monitoring suatu perangkat jaringan, SNMP agent akan meminta data yang berupa status hidup dan mati, link utilisasi, CPU dan RAM storage. Langkah selanjutnya data tersebut dimasukkan ke database yang akan dianalisis di dashboard terkait perangkat terbaru maupun data historis. Berikut ini adalah tampilan dashboard NetMonk.

Lalu apa perbedaan NetMonk dalam me-monitoring server dan perangkat jaringan? Bedanya adalah sebelum NetMonk me-monitoring server, Anda harus menginstal SNMP daemon pada server sedangkan sebelum NetMonk memonitoring perangkat jaringan, SNMP harus sudah diinstal pada perangkat jaringan sehingga nanti tinggal dibuka aksesnya saja. Untuk Anda yang tertarik dengan solusi yang NerMonk, monitoring jaringan Indonesia, berikan silahkan hubungi ke customer care yang tertera pada website kami.

Referensi :

https://www.pcmag.com/encyclopedia.com/term/66760/network-device

08 Aug 2019
by Dewi
handphone with wifi icon

Apakah Kampus Perlu Monitoring Jaringan?

Kampus, sebagaimana yang kita tahu merupakan sebuah tempat untuk menuntut ilmu. Ada banyak fasilitas yang disediakan untuk menunjang kebutuhan para mahasiswa nya. Salah satu fasilitas nya adalah wifi atau hotspot untuk mengakses internet yang sangat dibutuhkan para mahasiswa untuk mencari bahan skripsi, tugas dan lain sebagainya. Namun apakah performa jaringan yang ada selalu baik? Bagaimana jika performa jaringan yang tersedia tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka? Apa solusi yang tepat untuk mengatasinya? Apakah monitoring jaringan (network monitoring) merupakan solusi yang tepat? Untuk menjawab semua pertanyaan di atas, berikut pendapat seorang mahasiswi di salah satu universitas ternama terkait performa wifi di kampusnya ditambah solusi untuk menanganinya.

Menurut Mutiara (21), mahasiswi Administrasi Niaga di salah satu Universitas ternama di daerah Jakarta yang sering memanfaatkan fasilitas wifi di kampusnya, mengatakan bahwa jaringan di kampusnya bagus namun hanya di lokasi tertentu saja seperti di perpustakaan. Tidak hanya itu saja, di waktu dan situasi tertentu juga mempengaruhi performa jaringan di kampusnya. “Jaringannya bagus tapi tergantung lokasinya, waktu kaya di pagi hari, sama situasi yang sepi mahasiswa. Di perpus jaringannya pengecualian sih, cepet banget.”

Muti juga menambahkan, biasanya penyebab jaringan internet di kampusnya buruk adalah ramai tidaknya orang yang menggunakannya. Jadi, jika suatu tempat sepi mahasiswa, jaringan internetnya lancar tanpa hambatan begitu pun sebaliknya. “Kalau penggunanya sepi, jaringannya kenceng tapi kalau banyak penggunanya, jaringannya ikut jelek. Kalau jaringannya udah jelek, ganggu banget pokoknya.”

Ketika ditanya pentingkah monitoring jaringan di kampusnya ia pun menjawab, “perlu, biar jaringannya kenceng.”

Jika dilihat dari perbincangan yang terjadi dengan narasumber di atas, performa jaringan internet yang kurang stabil dapat mengganggu aktifitas. Untuk mengatasi hal yang tidak diinginkan tersebut, dibutuhkan sebuah solusi yang tepat seperti monitoring jaringan (network monitoring). Salah satu alat monitoring jaringan (network monitoring tool) yang tepat yang bisa dijadikan pilihan adalah NetMonk, monitoring jaringan Indonesia. Dengan  NetMonk, wifi atau hotspot yang ada di kampus-kampus dapat di-monitoring seperti yang sudah dijelaskan pada artikel sebelumnya.

Untuk mengetahui informasi selanjutnya mengenai produk NetMonk, aplikasi monitoring jaringan, bisa menghubungi ke customer care kami yang kontaknya terdapat pada website kami di sini.

06 Aug 2019
by Dewi
computer illustration

Bagaimana NetMonk memonitor Server Anda?

NetMonk merupakan aplikasi monitoring jaringan yang dapat me-monitoring perangkat jaringan seperti yang sudah dijelaskan pada artikel-artikel dalam blog ini sebelumnya. Selain perangkat jaringan, NetMonk juga dapat me-monitor server. Server adalah program atau perangkat komputer yang menyediakan layanan untuk program komputer lain dan penggunanya, juga dikenal sebagai klien. Dalam data pusat, komputer fisik bahwa program server berjalan juga sering disebut sebagai server. Mesin itu mungkin merupakan server khusus atau dapat digunakan untuk tujuan lain juga. Menurut Rouse dalam artikelnya disebutkan bahwa server dibagi berdasarkan tujuannya yaitu seperti web server, application server, proxy server, mail server, virtual server, dan lain sebagainya.

Sebagaimana perangkat, server juga dapat bermasalah. Untuk mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh masalah tersebut, monitoring adalah solusi yang tepat. Ada banyak alat monitoring jaringan (network monitoring tool) yang ada di pasaran namun NetMonk, aplikasi monitoring jaringan, bisa Anda jadikan pilihan untuk me-monitoring server di perusahaan Anda. Kenapa Anda harus memilih NetMonk dari pada produk serupa dari vendor lain? Jawabannya cukup sederhana, NetMonk dapat memberikan solusi yang paling tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada server perusahaan Anda.

Bagaimana Cara Kerja NetMonk dalam Memonitoring Server?

NetMonk merupakan monitoring jaringan (network monitoring) yang memanfaatkan 2 protokol yaitu protokol SNMP (Simple Network Management Protocol) dan protokol ICMP (Internet Control Message Protocol). Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda. SNMP memiliki fungsi untuk melihat keadaan suatu perangkat sedangkan ICMP berguna untuk mengetahui hidup atau mati nya suatu perangkat. Sebelum NetMonk me-monitoring sebuah server, Anda harus menginstal SNMP daemon terlebih dahulu dalam server Anda. Kenapa? Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dalam me-monitoring NetMonk memanfaatkan SNMP. Setelah Anda sudah menginstal SNMP daemon dalam server, langkah selanjutnya akan ada agen yang bernama SNMP agent yang akan meminta data kemudian data tersebut akan masuk ke data base. Kemudian dalam dashboard NetMonk akan dilakukan analisis terkait data terbaru dan data historis. Sehingga Anda bisa mendapatkan data dan informasi lengkap yang ada dalam server Anda. Untuk mengetahui selengkapnya mengenai dashboard NetMonk, Anda bisa melihatnya demonya di sini.

Bagi Anda yang tertarik dengan NetMonk, monitoring jaringan Indonesia, dan ingin mengetahui lebih lanjut mengenai produk kami silahkan langsung hubungi customer service kami melalui website kami di sini.

Referensi :

https://www.techtarget.com/definition/server

03 Aug 2019
by Dewi
Illustration

SD-WAN : Penjelasan dan Keunggulannya

SD-WAN merupakan kependekan dari software-defined wide area network merupakan jaringan area luas yang ditentukan perangkat lunak yang memanfaatkan komponen perangkat lunak untuk mengontrol operasi jaringan. Perangkat lunak manajemen khusus memvirtualisasikan perangkat keras jaringan dengan cara yang sama seperti hypervisors dan komponen lain memvirtualisasikan operasi pusat data. SD-WAN merupakan sebuah teknik untuk menggunakan perangkat lunak untuk membuat jaringan area luas (wide area network) lebih cerdas dan fleksibel. Sebenarnya apa kegunaan dari SD-WAN ini? Menurut artikel yang dimuat di Technopedia, SD-WAN dapat membantu jaringan area luas untuk menangani lalu lintas jaringan dengan protokol tertentu, sambil menyediakan antarmuka yang intuitif bagi pengguna. Tidak hanya itu, SD-WAN juga dapat mendukung fitur seperti firewall, gateway, dan alat jaringan pribadi virtual untuk privasi. Selain itu, SD-WAN juga dapat membantu redundansi, per cadangan dan pemulihan, serta pemecahan masalah.

Kenapa SD-WAN ini penting? Dikarenakan SD-WAN dapat mengatasi masalah yang sering terjadi di IT organisasi seperti downtime yang dapat mempengaruhi reputasi dan garis bawah. Jika sudah begini, maka dibutuhkan solusi IT yang gesit, fleksibel, dan dapat menghemat biaya. Dengan adanya SD-WAN, masalah tersebut di atas dapat diatasi dengan pendekatan baru yang juga membawa skala dan keamanan perusahaan. Itu sebabnya SD-WAN menjadi salah satu solusi jaringan paling populer yang tersedia saat ini.

Ada 5 Kelebihan atau keunggulan SD-WAN yang bisa didapatkan seperti dikutip dari artikel yang diterbitkan oleh Forcepoint berikut ini :

1. Biaya Konektifitas Lebih Rendah

Keunggulan pertama dari SD-WAN ini yaitu dapat mengurangi biaya operasional yang sedang berlangsung dengan beralih ke jalur MPLS (Multiprotocol Label Switching) yang mahal ke broadband komoditas seperti serat, kabel, DSL, atau bahkan teknologi seluler.

2. Performa Lebih Tinggi untuk Cloud

Keunggulan selanjutnya adalah dengan SD-WAN, jalur baru dapat ditambahkan dengan cepat dan mudah ke situs yang membutuhkan kapasitas yang lebih. Dengan menghubungkan situs-situs secara langsung ke internet, SD-WAN mengurangi hambatan dan penundaan yang umum terjadi pada WAN yang lebih lama.

3. Beberapa Ketahanan Tautan (Multiple Link Resilience)

Lingkungan WAN tradisional biasanya memiliki satu tautan jaringan yang masuk ke setiap lokasi. Dengan SD-WAN, banyak tautan dari ISP yang berbeda dapat digunakan, menghilangkan satu titik kegagalan yang dapat menjatuhkan jaringan.

4. Ketangkasan Lebih Tinggi

Ketika Anda membuka kantor cabang baru, waktu adalah uang. SD-WAN memungkinkan Anda untuk mengatur jaringan yang andal dan aman dengan cepat, menggunakan ISP mana saja yang paling sesuai untuk setiap lokasi.

5. Optimized Use of Resources

SD-WAN memungkinkan Anda untuk menetapkan aplikasi utama secara cerdas ke berbagai tautan, termasuk jalur internal dan koneksi Internet, memberikan jaminan Kualitas Layanan (QoS) yang berbeda untuk masing-masingnya. Ini memungkinkan Anda menerapkan sumber daya yang tepat dalam setiap situasi untuk memaksimalkan kinerja dan produktivitas sambil meminimalkan biaya.

Referensi:

https://www.technopedia.com/definition/32488/software-defined-wide-area-network-sd-wan

https://www.forcepoint.com/cyber-edu/sd-wan

28 Jul 2019
by Dewi
ilustrasi komputer

3 Tips Sukses Monitoring untuk Perusahaan

Semua tahu khususnya Tim IT bahwa monitoring jaringan (network monitoring) merupakan solusi yang paling tepat bagi perusahaan yang memanfaatkan jaringan bagi bisnisnya. Untuk itu, sebuah kesuksesan monitoring sangat penting untuk sebuah perusahaan. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan jika monitoring yang dilakukan oleh perusahaan Anda berhasil dan sukses tentu Anda akan mendapatkan banyak keuntungan. Tidak hanya itu, Anda juga pasti akan terhindar dari kerugian yang dapat mengganggu kelangsungan bisnis Anda. MBerikut ini adalah langkah-langkah suksesnya monitoring untuk perusahaan Anda yang dikutip dari Helpsystem.

1. Kontrol Terpusat

Langkah pertama yang harus Anda ambil adalah membangun sistem monitoring terpusat. Menurut artikel yang dimuat Helpsystem, cara yang paling efektif untuk memusatkan kendali atas operasi monitoring perusahaan adalah membangun sistem kerja yang solid, andal, dan akurat dalam memberikan informasi yang dibutuhkan oleh semua.

Hal lain yang perlu diingat bahwa tidak semua freeware itu sama, dan ada pro dan kontra untuk monitoring jaringan gratis. Sehingga jika tim Anda ingin memulai dengan solusi gratis terlebih dahulu, pastikan Anda memulai dengan versi gratis perangkat lunak perusahaan yang memberi Anda kekuatan dan keandalan yang Anda butuhkan.

2. Mendelegasikan Tanggung Jawab

Dalam pemeliharaan sehari-hari staf IT senior harus menumbuhkan sistem monitoring perusahaan hingga jatuh tempo dan kemudian melepaskan tanggung jawab atas pemeliharaannya sehari-hari secepat mungkin. Karena keterampilan khusus yang dimiliki oleh administrator jaringan dan server. Penting bagi mereka untuk mempertahankan tingkat keterlibatan dalam pengelolaan jangka panjang sistem monitoring, tetapi mereka tidak perlu terlibat dalam operasi sehari-hari.

3. Bagikan Kesadaran (Share Awareness)

Langkah terakhir yang Anda ambil adalah menyediakan akses ke sistem monitoring ke departemen dan organisasi lain di dalam perusahaan Anda. Tentu langkah terakhir ini mungkin terlihat kontradiktif namun mengingat bahwa langkah pertama adalah memusatkan. Perbedaan keduanya adalah Anda memiliki kontrol terpusat, jadi sekarang Anda mendistribusikan akses. Apa tujuannya? Tujuan dari ini adalah untuk bersinergi antara berbagai departemen dan tim klien.

Salah satu kunci untuk mendistribusikan akses ke sistem monitoring perusahaan dengan sukses adalah memastikan bahwa berbagai pemangku kepentingan / berbagai divisi  yang berkepentingan di perusahaan memiliki akses yang mereka butuhkan untuk membantu. Hal ini penting bagi semua yang memiliki akses ke sistem monitoring untuk memahami bahwa ada jalur komunikasi yang harus diikuti jika ada masalah.

Sumber :

https://www.helpsystems.com/resources/guides/enterprise-monitoring-success