Our blog

14 Jul 2019
by Dewi
cable illustration

Cisco Router Vs Mikrotik Router

Dalam artikel-artikel sebelumnya, telah dibahas mengenai protokol-protokol seperti NetFlow, sFlow, JFlow, IPFIX, dan terakhir NetStream. Dari artikel-artikel sebelumnya sedikit banyaknya Anda pasti tahu apa saja kelebihan dan kekurangan dari masing-masing protokol tersebut, bukan? Untuk artikel kali ini, kami akan membahas perbandingan perangkat yang mendukung flow khususnya router. Dalam artikel ini, kami akan memfokuskan pada Cisco dan Mikrotik. Bagaimana perbandingan keduanya? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Cisco merupakan peralatan utama yang digunakan pada jaringan luas atau Wide Area Network (WAN). Dengan router Cisco, informasi dapat diteruskan ke alamat jarak jauh dan pada jaringan komputer yang berbeda. Tujuannya adalah untuk dapat meneruskan paket data dari LAN ke LAN lain, router Cisco. Sedangkan Mikrotik adalah  sistem operasi yang mencakup perangkat lunak yang diinstal pada komputer sehingga komputer dapat bertindak sebagai jantung jaringan, mengendalikan atau mengelola lalu lintas data antar jaringan, jenis komputer ini dikenal dengan nama router.

Perbandingan Cisco Vs Mikrotik

Jenis router dari Cisco ada beberapa jenis seri. Semakin canggih seri maka semakin canggih dan memiliki fitur lengkap yang disediakan oleh Cisco. Untuk harganya tentu akan semakin mahal sesuai dengan yang diberikan. juga dapat dioperasikan melalui CLI. Router juga dapat menggunakan sistem operasi IOS. Jika Anda memahami prinsip-prinsip dasar menggunakan perintah IOS, maka Anda tidak akan mengalami banyak kendala ketika Anda mulai belajar mengoperasikan router.

Kalau router Mikrotik sendiri adalah sebuah sistem operasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membuat komputer menjadi jaringan router yang andal, termasuk berbagai fitur yang dibuat untuk jaringan IP dan jaringan nirkabel, cocok untuk digunakan oleh ISP dan penyedia hotspot.

Jika dilihat dari fungsinya, Cisco berfungsi sebagai penghubung antara dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router memiliki bagian yang mirip dengan PC. Sedangkan fungsi dari Mikrotik adalah untuk jaringan skala kecil dan skala besar, tentu saja ini disesuaikan dengan sumber daya daripada komputer itu sendiri.

Jika dilihat dari segi harga, routerboard milik Cisco yang paling murah harganya berkisar Rp 20 juta sebaliknya untuk router Mikrotik sendiri paling mahal adalah Rp 20 juta. Sedangkan jika dilihat dari penggunaannya, Mikrotik biasanya digunakan pada kelas small dan medium enterprise. Sedangkan untuk enterprise dan ISP (internet service provider) lebih banyak menggunakan Cisco.

Jadi, mana yang terbaik? Jika kami sarankan sebaiknya lihat dulu apa yang Anda butuhkan. Jika Anda memiliki perusahaan kecil dan perusahaan menengah, sebaiknya Anda memilih Mikrotik. Sebaliknya, jika Anda memiliki perusahaan yang besar, maka Cisco adalah jawaban yang tepat untuk Anda. Untuk mendapatkannya pun cukup mudah, Anda bisa dengan mudah mendapatkannya di toko-toko online seperti Bhinneka maupun Tokopedia.

Referensi :

http://mayhewformaine.co/2018/12/27/what-are-the-differences-between-cisco-and-mikrotik-routers/

http://mikrotik.nurulfikri.ac.id/mikrotik-vs-cisco/

14 Jul 2019
by Dewi
router

NetFlow Vs sFlow

NetFlow dikembangkan oleh Cisco system yang digunakan untuk mengumpulkan dan mencatat semua jaringan IP yang menuju dan dari router atau switch Cisco yang mengaktifkan NetFlow. Sedangkan sFlow (sampled flow) dikembangkan oleh HP pada tahun 1991. sFlow sendiri kegunaannya untuk pengambilan sampel paket secara acak untuk mengetahui tren lalu lintas jaringan yang lebih luas. Keduanya sangat berguna untuk mengatasi masalah terkait monitoring. NetFlow dan sFlow memiliki kesamaan namun kedua protocol ini tentu memiliki perbedaan. Apa sajakah itu? Simak penjelasannya berikut ini.

sFlow vs NetFlow

Berikut adalah perbedaan NetFlow Vs sFlow dari segi fitur dan pendukung protokolnya yang dapat Anda lihat pada tabel-tabel di bawah ini.

Feature Comparison Table

FeatureNetFlowsFlow
Vendor SupportCisco OnlyMultiple Vendors
Packet CapturesNoPartial
Interface CountersNoYes
Real-time Data collectionPartialYes

Protocol Support Comparison Table

Protocol SupportNetFlowsFlow
IP/ICMP/UDP/TCPYesYes
Ethernet/802.3NoYes
Packet HeadersNoYes
IPXNoYes
AppletalkNoYes

Dari data di atas, ada yang berpendapat lebih baik NetFlow dan sebaliknya ada yang lebih memilih sFlow. Sebenarnya mana yang lebih baik di antara keduanya? Menurut artikel yang ditulis oleh Tim Keary disebutkan bahwa NetFlow memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan sFlow. NetFlow memungkinkan Anda melihat apa yang sebenarnya terjadi di lalu lintas jaringan Anda dan tidak mengaburkan perspektif Anda dengan sampel acak. Sebaliknya, hal ini akan mengambil waktu yang lebih lama ketika menggunakan sFlow. Selanjutnya, NetFlow bekerja sangat baik di WAN. Hal ini karena output NetFlow didasarkan pada jumlah koneksi aktif yang mengurangi white noise pada jaringan yang lebih besar. Hal ini tidak berlaku pada sFlow yang tidak berkinerja baik di WAN. Hal ini karena jumlah sFlow yang dikeluarkan sebanding dengan paket per detik. Dengan jaringan yang lebih besar, ini menghasilkan ribuan sampel paket yang berkorelasi dengan transfer.

Jika harus memilih antara flow sampling atau packet sampling, jawabannya sangat sederhana. Pilihlah mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Kesimpulannya adalah kedua protokol ini memiliki kesamaan namun berbeda. Keduanya juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tidak ada yang lebih baik karena keduanya tidak benar-benar sama. Satu hal yang terpenting juga adalah pastikan kebutuhan Anda sebelum memutuskan untuk memilih di antara keduanya.

Referensi :

https://www.pcwdld.com/what-is-netflow

https://www.iptrc.com/sflow-vs-netflow/#What_is_sFlow

14 Jul 2019
by Dewi
Router

Apa Itu NetStream?

NetStream masih setara dengan NetFlow. NetStream dibawa oleh Huawei (NetStream Huawei) sedangkan NetFlow adalah protokol monitoring yang diciptakan oleh Cisco. Dalam artikel yang diterbitkan oleh Noction, NetStream dan NetFlow memiliki kesamaan yaitu aliran yang sudah using berdasarkan timer aktif dan tidak aktif. Menurut artikel lain yang diterbitkan oleh Huawei menyebutkan bahwa, NetStream digunakan untuk mengumpulkan statistik dan menganalisis lalu lintas di jaringan. NetStream mengumpulkan statistik paket berdasarkan aliran (flows). Ini sample masuk dan keluar pada setiap antarmuka, mengklasifikasikan lalu lintas jaringan berdasarkan faktor utama dalam paket (contohnya adalah sumber alamat IP, alamat IP tujuan, nomor port tujuan, dan nomor port sumber), dan filter serta agregat data. Pengguna dapat menyesuaikan template untuk mengklasifikasikan dan mengumpulkan statistik pada lalu lintas jaringan.

Noction juga menjelaskan bahwa infrastruktur NetStream ada 3 yaitu : NetStream data exporter (NDE), NetStream collector (NSC), dan NetStream data analyzer (NDA). NSC dan NDA biasanya keduanya diintegrasikan dalam satu server. sedangkan NDA merupakan suatu alat analisis lalu lintas. Gunanya untuk mengekstrak statistic dari NSC, memproses statistic, dan menghasilkan laporan. Laporan tersebut dapat digunakan untuk monitoring serangan, akuntansi lalu lintas, dan perancangan jaringan.

Paket sampel NDE itu berguna untuk mengurangi dampak pada kinerja perangkat. Contohnya adalah ketika NDE tersebut diatur untuk sampling acak berbasis paket, maka NDE secara acak mengambil sampel paket dari sejumlah paket tertentu yang dikirimkan. Cache NetStream di NDE ini digunakan untuk menyimpan catatan aliran. Ketika aliran tersebut sudah usang, NDE akan mengekspor statistik aliran dari cache ke NSC menggunakan paket NetStream. Tidak hanya itu saja, NDE secara berkala mengekspor statistik aliran ke NSC yang kemudian akan dikumpulkan dan mem-parsing paket dari beberapa NDE dan menyimpannya ke database.

Sumber :

https://support.huawei.com/enterprise/my/doc/EDOC1000060766/d4bf10a9/what-are-netstream-and-sflow-what-are-their-differences

https://www.noction.com/blog/netflow-sflow-ipfix-netstream-network-traffic-monitoring-explained

07 Jul 2019
by Dewi
switch

IPFIX Protocol Vs NetFlow

IPFIX kependekan dari IP Flow Information Export. Protokol IPFIX (IPFIX protocol) diciptakan oleh IETF. Menurut artikel yang dimuat dalam pcwdld.com, IPFIX sendiri memiliki kemiripan dengan NetFlow yaitu memungkinkan network engineer untuk mengumpulkan informasi aliran dari perangkat jaringan seperti router, switch, dan lainnya yang mendukung protokol dan menganalisis informasi aliran lalu lintas (traffic flow information) yang dikirim melalui jaringan atau NetFlow analyzer. Namun disamping itu, IPFIX dan NetFlow memiliki perbedaan. Apa saja perbedaannya? 

IPFIX Vs NetFlow

Dalam artikel lain dijelaskan bahwa, IPFIX memungkinkan bidang panjang variabel yang berguna jika Anda ingin mengekspor host HTTP, URL, atau pesan. Sebaliknya hal ini tidak bisa dilakukan oleh NetFlow. Tidak hanya itu, IPFIX dapat memungkinkan ID vendor untuk menentukan di mana tempat untuk menempelkan informasi kepemilikan ke dalam aliran dan mengekspor apa pun yang diinginkan. Rincian yang sama secara tradisional dikirim dengan syslog atau dikumpulkan melalui SNMP (simple network management protocol) dapat diekspor dalam IPFIX. 

Vendor-vendor yang mendukung IPFIX antara lain adalah sebagai berikut menurut pcwdld.com : Avaya, Barracuda Networks, Blue Coat, Cisco Systems, Citrix, Ecessa, Extreme Network, F5 Networks, Juniper Networks, NetASQ, Nortel, nProbe, Open vSwitch, Plixer, Solera, Saisei Networks, SonicWall, VMware, Xirrus, YAF, ZTE.

Referensi :

https://www.pcwdid.com/what-is-ipfix

https://www.whatisipfix.com/

07 Jul 2019
by Dewi
Illustration

5 Cara Jitu Mengamankan Perangkat Internet of Things (IoT)

Internet of things atau kepanjangan dari IoT merupakan istilah yang semakin dikenal di era digital seperti sekarang ini. Dalam artikel sebelumnya, telah dijelaskan pengertian IoT yaitu yang secara sederhananya menghubungkan benda ataupun perangkat ke internet. Misalnya saja ada smarthome, smartphone, dan lain sebagainya. Semakin banyaknya perangkat IoT diciptakan dan hadir ke dalam kehidupan kita, banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan. Namun, tahukah Anda dibalik kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan oleh perangkat-perangkat IoT tersebut, sebagian diantaranya dapat melacak keberadaan dan aktifitas online penggunanya yang memungkinan dapat mengacu pada resiko keamanan. Hal ini karena perangkat IoT mengumpulkan banyak data yang kemungkinan dapat diretas dan disalahgunakan dalam beberapa cara. Untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi, maka pentingnya mengamankan perangkat internet of things diperlukan. Berikut ini adalah cara-caranya yang dikutip dari artikel yang ditulis oleh Claudio Buttice di Technopedia.

1. Pikirkan Keamanan IoT sebelum Membeli Perangkat

Cara pertama adalah sebelum Anda membeli sebuah perangkat, pikirkan juga keamanan IoT nya. Hal ini bertujuan untuk menghindari masalah-masalah yang mungkin terjadi. Jadi, selalu investigasi atau selidiki keamanan dan reputasi dari sebuah perangkat dan keamanan sistem sebelum membelinya. Tanyakan pertanyaan seperti : apakah perangkat yang Anda beli memiliki layanan terkelola PKI bawaan? Apakah sudah sesuai dengan TLS/SSL dan enkripsi?

2. Simpan Perangkat Pada Jaringan yang Terpisah

Untuk menghindari ancaman dari hacker yang dapat mencuri informasi pribadi anda, simpan perangkat di jaringan yang terpisah. Hal ini karena smartdevice seperti halnya smart home ataupun smart kitchen terhubung ke internet yang bisa memberikan akses kepada hacker untuk melihat informasi kita secara mudah. Bagaimana caranya? Anda dapat mengatur beberapa jaringan pada banyak router, dan semakin banyak tersegmentasi maka semakin sulit pula bagi para penjahat cyber mendapatkan akses anda.

3. Lindungi Perangkat dengan password

Cara selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah gunakan password untuk melindungi perangkat Anda terutama smartdevice yang melalui akun yang terhubung atau offline interface (antarmuka offline). Pastikan sering mengganti password untuk lebih menjaga keamanannya. Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, simbol dan angka agar lebih aman dan ingat jangan gunakan password lama yang sudah pernah digunakan. Selain itu, jangan gunakan satu password untuk berbagai akun terutama akun email dan sosial media.

4. Perbarui Firmware

Cara pertama yaitu selalu perbarui firmware Anda. Apa yang dimaksud dengan firmware? Firmware adalah program perangkat lunak atau set instruksi diprogramkan pada perangkat hardware. Patch dirilis setiap saat untuk mengatasi kerentanan potensial, sehingga memperbarui firmware setiap saat sangat penting untuk dilakukan. Jika pembaruan otomatis perangkat tidak tersedia, maka ada cara lain yaitu Anda bisa mengunduh dan menginstal firmware terbaru dari sumber yang terpercaya. Unduhlah dari situs resmi langsung dari produsen perangkatnya.

5. Amankan Jaringan Utama

Cara selanjutnya ini dapat dikatakan sebagai rencana cadangan yang juga tidak kalah penting. Kenapa? Hal ini karena jika hacker tetap bisa masuk ke dalam sistem keamanan Anda, pastikan data sensitif anda dilindungi bulletproof shield. Maka jawaban yang paling tepat untuk ini adalah firewall. Bukan hanya membantu Anda untuk menjaga hacker sampai ke jaringan Anda, tapi juga dapat mencegah perangkat yang terinfeksi mengirimkan kembali informasi pribadi Anda dengan menolak lalu lintas yang tidak sah.

Referensi :

https://www.technopedia.com/definition/28247/internet-of-things-iot

https://www.technopedia.com/6-tips-for-securing-an-iot-device/2/33720

https://techterms.com/definition/firmware

06 Jul 2019
by Dewi
cable

Apa Itu JFlow?

Dalam artikel sebelumnya, telah dibahas mengenai pengertian sFlow, kelebihan, dan batasannya. Untuk artikel kali ini akan dibahas topik mengenai JFlow. Apa yang dimaksud dengan JFlow? Seperti yang dikutip dari artikel Technopedia, JFlow merupakan teknologi jaringan berbasis perangkat lunak yang memfasilitasi monitoring dan rekaman data yang mengalir antara perangkat yang dikonfigurasi, terutama routers dan switches. JFlow di kembangkan oleh Juniper network. Sama seperti sFlow, JFlow merupakan teknologi pengambilan sampel data flow dibuat menggunakan koleksi kelas Java (Java classes). JFlow beroperasi seperti NetFlow dan sFlow yang dikembangkan oleh teknologi Cisco dan HP. Disamping kegunaannya sebagai teknik merekam aliran (flow recording technique), JFlow juga menyediakan analisis jaringan dan deteksi anomali dengan menyimpan dan membandingkan tren aliran data jaringan. 

Dalam e-book yang diterbitkan oleh Juniper disebutkan bahwa, JFlow memberikan operator jaringan akses ke informasi aliran IP dan peningkatan visibilitas di seluruh jaringan mereka.  Dengan JFlow, perangkat jaringan seperti router, firewall, dan switches mengumpulkan data aliran dan mengekspor informasi tersebut ke kolektor aliran. Data yang dikumpulkan memberikan informasi penting tentang lalu lintas di jaringan dan membantu dalam tugas-tugas seperti penagihan, rekayasa lalu lintas, perencanaan kapasitas, dan analisis lalu lintas untuk melihat keputusan kebijakan.

Bagaimana cara kerja JFlow? Dalam artikel Technopedia juga dijelaskan bahwa JFlow bekerja dengan memonitoring setiap paket yang mengalir di dalam jaringan. Jika paket yang masuk tidak terdaftar di tabel router, JFlow akan mencatatnya dan membuang yang sudah memiliki tabel routing (routing table instance). Data yang sudah dikumpulkan tersebut kemudian dikelola dalam serangkaian cache yang masing-masing menyediakan serangkaian informasi berbeda yang berkaitan dengan aliran jaringan.

Referensi :

www.technopedia.com/definition/28316/jflow

www.juniper.net/us/en/local/pdf/app-notes/3500204-en.pdf

05 Jul 2019
by Dewi
router

sFlow : Penjelasan, Kelebihan, dan Batasannya

sFlow alias sampled flow mulai diperkenalkan pada tahun 1991 oleh HP. Menurut artikel yang diterbitkan oleh Opservices, adanya sFlow ini sangat membantu tim IT dan administrator jaringan untuk mengatasi masalah terkait monitoring sehingga masalah yang ada jadi lebih mudah diatasi. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan sFlow? Apa kelebihannya dan batasannya? Cari tahu selengkapnya dengan terus membaca artikel ini.

Secara mudahnya, sFlow merupakan penyederhanaan dari protokol NetFlow (NetFlow protocol). Menurut artikel yang diterbitkan oleh Iptrc, konsep dibalik sFlow ini adalah pengambilan sampel paket secara acak untuk mengetahui tren lalu lintas jaringan yang lebih luas. Sistem sFlow terdiri dari beberapa perangkat yang melakukan pengambilan sampel acak paket dan pengambilan sampel counter berdasarkan waktu. Setelah paket sample sFlow dan counter data dipulihkan kemudian dikirimkan kek kolektor sFlow sebagai datagram sFlow. Tidak seperti NetFlow, sFlow dapat mengumpulkan trafik dari OSI layer 2 hingga 7 karena tidak terbatas pada pemantauan lalu lintas IP.

sFlow dibagi menjadi 2 komponen yaitu sebagai berikut:

  • Agen sFlow (sFlow agent) adalah fungsi internal dalam switch/router yang mengumpulkan informasi dari paket keluar dan meneruskan sampel.
  • Kolektor sFlow (sFlow collector) merupakan fungsi yang dirancang untuk menganalisis informasi yang disampaikan oleh agen sFlow.

Batasan-batasan sFlow

1. Akurasi

Bagi sFlow, akurasi bukanlah masalah jika menggunakan laju sampel tinggi. Sebaliknya, jika pengguna gagal memastikan laju sampel cukup tinggi maka akan diberikan data sampel yang tidak dapat diandalkan dan tidak akurat. Untuk itu, Anda harus memastikan laju sampel cukup tinggi untuk mendapatkan pembacaan yang akurat.

2. Analisis Detail Paket Terbatas

Tidak seperti NetFlow, dalam penggunaan laju sampling sFlow tidak memberikan detail tingkat paket dari protokol. Dengan ini, Anda hanya dapat melihat paket acak dari keseluruhan paket yang dikirimkan. Hal ini memungkinkan Anda untuk menemukan tren umum tetapi hal itu meninggalkan celah besar dalam visibilitas Anda. Kesenjangan ini tentu tidak ideal untuk melakukan analisis yang lebih mendalam.

3. Perangkat Harus Kompatibel sFlow

Pastikan seluruh infrastruktur jaringan Anda mendukung protokol sFlow (sFlow protocol) sebelum menggunakan sFlow sebagai bagian dari strategi monitoring Anda. Kenapa? Karena jika jumlah perangkat yang mendukung sFlow ini terbatas jumlahnya maka akan melemahkan hasil Anda lebih jauh daripada teknik pengambilan sampel awal.

4. Terbatasnya Identifikasi Ancaman

Setiap kali sFlow melakukan pengambilan sampel acak, ada satu ton paket yang tidak dapat dilihat oleh pengguna. Hal ini buruk untuk identifikasi ancaman karena hal ini berarti Anda harus mengenali paket jahat dalam pengambilan sampel.  Ini dapat mengurangi peluang Anda untuk mendiagnosis serangan dan dapat membuat jaringan rentan terhadap penyerang luar.

Kelebihan Protokol sFlow (sFlow Protocol)

1. Pemecahan Masalah Jaringan

Secara konstan, masalah yang terjadi di lalu lintas terlihat dalam pola lalu lintas yang tidak normal. Dengan sFlow ini dapat membuat pola tersebut terlihat secara detail untuk identifikasi, diagnosis, dan koreksi yang cepat.

2. Mengontrol Kemacetan Lalu Lintas

sFlow dapat digunakan ketika memonitoring aliran lalu lintas secara terus menerus di semua port untuk langsung menyoroti tautan yang macet dan mengidentifikasi sumber lalu lintas ini. Tidak hanya itu saja, sFlow juga menyediakan informasi yang diperlukan untuk membangun kontrol yang efektif.

3. Keamanan dan Analisis Jejak Audit

Data sFlow dapat digunakan untuk akun dan membebankan biaya untuk penggunaan jaringan oleh klien. Mereka juga dapat digunakan untuk menyajikan kepada klien rincian dari total lalu lintas mereka, menyoroti pengguna dan aplikasi yang paling banyak dikonsumsi. Informasi ini memberikan kepercayaan pelanggan pada keakuratan tarif dan memberikan kontrol biaya yang lebih baik.

4. Profil Rute

sFlow dapat digunakan untuk membuat profil rute yang lebih aktif dan memverifikasi arus spesifik yang dibawa oleh rute-rute ini. Hal ini dikarenakan sFlow berisikan informasi yang diteruskan. Memahami rute dan arus memungkinkan optimalisasi rute, meningkatkan konektivitas dan kinerja.

5. Akuntansi dan Penagihan

Penggunaan jaringan yang terperinci diperlukan untuk mengumpulkan nilai yang akurat untuk layanan jaringan dan untuk memulihkan biaya dari layanan bernilai tambah. Data sFlow dapat digunakan untuk akun dan membebankan biaya untuk penggunaan jaringan oleh klien. Mereka juga dapat digunakan untuk menyajikan kepada klien rincian dari total lalu lintas mereka, menyoroti pengguna dan aplikasi yang paling banyak dikonsumsi. Informasi ini memberikan kepercayaan pelanggan pada keakuratan tarif dan memberikan kontrol biaya yang lebih baik.

Referensi :

https://www.itprc.com/sflow-vs-netflow/#What_is_sFlow

https://www.opservices.com/o-que-e-o-protocolo-sflow-e-equais-suas-vantagens/

30 Jun 2019
by Dewi
Computer illustration

Ada yang Baru dari NetMonk

NetMonk by Ketitik merupakan nama baru yang kini dan seterusnya akan kami gunakan setelah sebelumnya menggunakan nama Ketitik. Sebelumnya, bagi Anda yang belum mengenal apa itu NetMonk, berikut penjelasannya secara singkat. NetMonk, monitoring jaringan Indonesia, merupakan dashboard analitik yang dapat membantu Anda untuk memonitoring perangkat jaringan. Jika Anda perhatikan, nama website kami juga telah berganti menjadi netmonk[dot]id. Ya tidak hanya itu, kami juga telah mengganti bahasa yang kami gunakan. Jika pada awal berdiri, kami selalu menggunakan bahasa Inggris namun sekarang kami beralih menggunakan bahasa kita sendiri, yaitu bahasa Indonesia, Tidak hanya nama, alamat website, dan bahasa yang kami gunakan, tampilan website kami juga ekstra baru dan jauh lebih baik dari sebelumnya. Sekarang tampilannya lebih responsif jika dibuka lewat media apa pun. Terima kasih untuk front-end engineer kami, mas Arwani dan juga tim lainnya atas kerja kerasnya!

Jika Anda tertarik dengan NetMonk silahkan berkunjung ke website kami. Terdapat 4 fitur yang dapat menjadi alasan kuat kenapa Anda harus mencoba NetMonk untuk memonitoring jaringan Anda yaitu sebagai berikut :

  1. Analisa = Fitur pertama adalah Analisa. Data jaringan diolah, diurutkan, dan diseleksi sebelum ditampilkan untuk memudahkan dalam menemukan informasi penting kondisi jaringan.
  2. Prediksi = Fitur selanjutnya yaitu prediksi. Data histori yang telah dikumpulkan selama rentang waktu tertentu dimanfaatkan untuk meramalkan penggunaan jaringan ke depan.
  3. Dukungan = Ketiga adalah dukungan. Anda akan mendapatkan dukungan lokal terbaik dari tim teknis dan tim pengembangan produk yang berada di Indonesia.
  4. Integrasi = Last but not least, integrasi. Data dan informasi hasil analisa dapat diintegrasikan dengan aplikasi milik perusahaan melalui REST API.

Di dalam tampilan website kami yang terbaru ini, Anda juga bisa mencoba demo dari NetMonk dan mendapatkan datasheet. Customer care kami juga tersedia 24 jam siap melayani Anda. NetMonk, alat monitoring jaringan di Indonesia, sudah teruji oleh beberapa perusahaan yang sudah mencobanya. Bebebrapa diantaranya seperti Telkom Indonesia, Pelita Air Service, Truemoney, dan masih banyak lagi. Jadi, tunggu apa lagi?

30 Jun 2019
by Dewi
monitoring illustration

6 Tips Memilih Alat Monitoring Jaringan

Monitoring jaringan merupakan solusi paling tepat untuk melihat bagaimana performa sebuah jaringan dan keamanan pada infrastruktur jaringan Anda. Jika membicarakan hal tersebut, maka memiliki alat monitoring jaringan yang  tepat dan dapat mengerti kebutuhan perusahaan Anda merupakan hal yang sangat penting. Karena alat monitoring jaringan yang tepat dapat membuat perubahan yang baik bagi perusahaan Anda. Namun, sepertinya tidak akan semudah itu. Kenapa? Hal ini karena banyak vendor yang menawarkan berbagai alat monitoring jaringan dengan layanan berbeda-beda yang ditawarkan. Untuk itu, artikel ini hadir untuk memberikan tips bagaimana memilih alat monitoring jaringan yang tepat bagi perusahaan Anda. Mari simak tips-tipsnya yang dikutip dari artikel Kevin Jackson berikut ini.

1. Cakupan

Langkah pertama yang harus Anda pertimbangkan dan pikirkan sebelum memilih alat monitoring jaringan adalah ruang lingkup solusi. Karena keputusan ini akan berdampak pada semua aspek proyek Anda, maka luangkanlah waktu untuk melakukan riset guna mendapatkan keputusan yang terbaik. Tapi sebelum itu, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini yang dapat memudahkan Anda membuat keputusan.

a)      Apakah solusi diperlukan di satu lokasi atau di beberapa lokasi?

b)   Apakah sistem akan digunakan untuk memonitor server dan semua perangkat jaringan lainnya?

c)      Apakah situs jarak jauh perlu dimonitoring juga?

d)     Akankah lingkungan virtual — seperti penyimpanan, agregasi file log, atau program khusus — perlu dimonitoring?

e)      Haruskah sistem yang biasanya mati, seperti server siaga atau tautan WAN seluler, dimasukkan?

Jika sudah yakin dengan jawaban Anda atas pertanyaan-pertanyaan di atas, maka langkah selanjutnya perhatikan juga tips kedua seperti berikut.

2. Konektivitas dan Skalabilitas

Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih alat monitoring jaringan yang tepat adalah perlunya melibatkan arsitektur solusi yang termasuk konektivitas dan skalabilitas. Konektivitas sistem harus dipertimbangkan untuk memastikan infrastruktur dapat menangani persyaratan teknologi dan komponennya. Hal tersebut sangat penting jika Anda mempertimbangkan solusi tanpa agen karena ini menggunakan kolektor untuk mengumpulkan perangkat sumber dan menyampaikan informasi. Seorang administrator jaringan harus memeriksa batas pengumpul untuk melihat berapa banyak perangkat yang dapat didukung dan banyaknya data di seluruh jaringan.

Salah satu pertimbangan yang lebih sulit lagi adalah pentingnya untuk melihat opsi sistem untuk skalabilitas. Seperti ketahui beban yang dapat ditahan oleh aplikasi monitoring dan pilihan anda saat (dan jika) mencapai batas. Hal ini akan membantu memastikan siklus suatu program lebih lama.

3. Penempatan : On-Premise atau on-Cloud

Jika membicarakan penempatannya, ada tiga pilihan yaitu on-premise, on-cloud, dan terakhir merupakan gabungan keduanya adalah hybrid IT.  Tim IT dapat mengelola solusi Anda secara on-premise, on cloud, maupun perpaduan keduanya. Bagi perusahaan yang ingin mengendalikan biaya maka on-cloud adalah jawaban yang pas. Sedangkan untuk perusahaan yang menginginkan kontrol granular lebih besar dari jaringan mereka dan aktivitasnya pasti lebih tertarik dengan on-premise. Sebaliknya, serahkan semua pada penyedia layanan yang mungkin ideal jika Anda kekurangan waktu atau sumber daya untuk mengelola perangkat lunak sendiri. Namun sekali lagi Anda juga harus melihat sumber daya yang dimiliki, sasaran perusahaan atau organisasi, ukuran tim IT Anda, dan pilihlah yang paling sesuai.

4. Fitur Peringatan

Satu hal lagi yang harus Anda perhatikan adalah fitur peringatan. Hal ini berguna untuk memberitahukan administrator jaringan maupun tim IT Anda jika ada sesuatu hal yang mencurigakan di jaringan. Dengan begitu, tim IT Anda dapat segera menanggapi dan mengatasinya sebelum terjadi kerusakan yang lebih besar lagi.

5. Fitur Penemuan Otomatis

Tips selanjutnya ini dapat memastikan peta Anda selalu diperbarui ketika perusahaan menambahkan komponen jaringan baru. Karena beberapa solusi dilengkapi dengan fitur penemuan otomatis bawaan, yang memungkinkan teknologi untuk memindai jaringan menggunakan SNMP (Simple Network Management Protocol) untuk menentukan status komponen jaringan Anda saat ini yang dapat mempermudah penambahan komponen jaringan seperti disebut di atas.

6. Pemetaan Topologi

Bersamaan dengan kebutuhan pada tips sebelumnya yaitu pemetaan topologi layer 2/3. Hal ini memungkinkan administrator jaringan untuk memiliki representasi visual dan infrastruktur serta komponen-komponenya.  Sebelum itu, pemetaan topologi jaringan merupakan proses penting yang menyediakan pengeluaran visual jaringan, memberikan monitoring kinerja dan ketersediaan, dan terakhir menjaga jaringan. Fitur ini dapat mengidentifikasi dan membantu menempatkan perangkat sehubungan dengan koneksi dan hubungan dengan perangkat lain.

Sumber :

https://www.hekpsystems.com/resources/articles/how-choose-network-monitoring-software

27 Jun 2019
by Dewi
Illustration of monitoring IT network

Keuntungan Memonitoring Proaktif Jaringan IT

Berinvestasi di bidang teknologi bagi pemilik bisnis merupakan investasi masa depan. Terlebih jika terjadi masalah seperti downtime dan lain sebagainya tentu dapat menjadi mimpi buruk bagi bisnis Anda. Karena hal tersebut, memonitoring jaringan secara proaktif dapat membantu anda untuk menghindari masalah tersebut menjadi besar atau bahkan lebih parah. Tidak hanya membantu Anda untuk melihat dan memonitoring jaringan IT maupun performa perangkat jaringan, tetapi juga ada beberapa keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Apa sajakah itu? Berikut ini adalah keempat keuntungannya.

1. Meningkatkan Reliabilitas (Keandalan)

Dengan proaktif monitoring (monitoring proactive), perangkat vital (vital equipment) dapat kembali ke fungsi yang optimal sebelum kerusakan melebar ke seluruh jaringan. Dengan mengidentifikasi dan mengoreksi masalah kecil secara cepat, keandalan perangkat dapat berkembang secara dramatis.

2. Meningkatkan Produktivitas

Keuntungan selanjutnya yang bisa anda dapatkan dari monitoring proaktif jaringan IT adalah dapat meningkatkan produktivitas. Ketika perangkat jaringan anda sedang mengalami masalah kecil seperti pencadangan gagal yang tidak terpantau, sistem antivirus yang tidak lagi diperbarui yang kedua permasalahan tersebut dapat mudah berkembang menjadi krisis jika dibiarkan tidak terkendali dan tidak dimonitor dengan baik. Hal tersebut menyebabkan gangguan layanan lebih lama dan gangguan waktu berhenti. Untuk itu, harus dilakukan pendeteksian dini. Deteksi dini ini memungkinkan professional IT untuk mengisolasi perangkat keras dan perangkat lunak yang menyebabkan jaringan bermasalah. Selain itu, dengan melakukan peningkatan peralatan yang sudah lama atau sudah tidak memadai  untuk meningkatkan kinerja harian.

3. Menghemat Biaya

Memonitoring secara proaktif sistem IT dapat membantu anda untuk menyelesaikan masalah sebelum masalah tersebut menjadi besar dan  diluar kendali ketika tidak ada budget yang dapat membuat biaya pemeliharaannya menjadi mahal. Tidak hanya itu saja, menentukan dan mengatasi masalah dalam jaringan dengan cepat juga dapat mengurangi waktu diagnostik dari jam ke menit dapat menghemat biaya yang besar

Referensi :

http://jfg-nc.com/3-powerful-proactive-monitoring-benefits-for-your-business/

https://tct.com.au/proactively-monitoring/