Our blog

25 May 2019
by Dewi
Kereta-train

Kualitas Jaringan Internet Di Transportasi Umum

Di jaman modern ini, internet menjadi sebuah kebutuhan bagi semua kalangan. Hampir di semua kegiatan kita sehari-hari membutuhkan akses internet. Misalnya belanja online, memesan makanan lewat aplikasi, memesan tiket, mencari informasi dan masih banyak lagi. Dengan kata lain, internet sudah menjadi bagian dalam kehidupan bermasyarakat. Ditambah lagi, kemudahan dalam mengaksesnya di mana pun dan kapan pun. Seperti ketika menunggu antrian di rumah sakit, saat bersantai di rumah, atau bahkan ketika sedang dalam perjalanan menggunakan transportasi umum. Kita bisa mengakses internet dengan mudah menggunakan layanan provider sampai wifi yang disediakan secara gratis terutama di ruang publik. Seperti di rumah sakit, di taman kota, atau bahkan di transportasi umum. Jika membahas mengenai jaringan internet transportasi umum terutama di Indonesia, apa yang pertama kali ada di pikiran anda? Apakah jaringannya sudah baik atau malah sebaliknya?

Jika menilai kualitas jaringan di transportasi umum di Indonesia sebagai contohnya adalah KRL commuter line, bisa dikatakan jaringannya belum baik. Kenapa? Karena menurut pengalaman penulis ketika menggunakan wifi yang disediakan di KRL jabodetabek, koneksi wifinya memang bisa tersambung namun tidak dengan internetnya. Saya tidak bisa mengakses media sosial, mencari informasi bahkan untuk mengirim pesan pun tidak bisa. Jadi sepertinya, adanya wifi tersebut menurut saya kurang efektif karena fungsinya tidak berjalan secara mestinya. Masalah ini seharusnya menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sehingga fasilitas umum seperti ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para penumpang KRL commuter line.

Jika membiarakan masalah jaringan internet yang kurang cepat menurut artikel yang diterbitkan online oleh CNN Indonesia, kecepatan internet di Indonesia masuk ke dalam peringkat keempat terbawah dari 77 negara di dunia. Ada beberapa factor yang mempengaruhinya. Dalam artikel IDNTimes Jabar, bentuk geografis Indonesia yang terdiri dari gunung berapi, hutan dan pulau-pulau merupakan salah satu faktornya. Tidak hanya itu, pengguna internet Indonesia yang berada di peringkat kelima juga mempengaruhi kecepatan internet di Indonesia.

Jadi, berdasarkan data-data tersebut di atas menurut saya kualitas jaringan internet yang kurang baik di fasilitas umum seperti di KRL commuter line di atas, salah satunya dipengaruhi oleh letak geografis Indonesia. Namun, hal tersebut bukan berarti kualitas jaringan internet di Indonesia akan tetap stagnan selamanya dan tidak berubah sama sekali. Menurut saya perubahan itu pasti ada dan Indonesia bisa melakukan perubahan di masa yang akan mendatang. Bisa jadi satu tahun sampai 2 tahun lagi atau dekat-dekat ini, kita bisa mengakses internet yang disediakan sebagai fasilitas umum dengan lancar, kan?

Referensi :

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190225194802-192-372550/kecepatan-internet-indonesia-peringkat-empat-terbawah

https://jabar.idntimes.com/science/discovery/viktor-yudha/alasan-internet-indonesia-lambat-dan-mahal-regional-jabar/full

23 May 2019
by Dewi
komputer

Remote Network Monitoring

Remote monitoring adalah sebuah spesifikasi standar yang memfasilitasi monitoring kegiatan operasional jaringan melalui penggunaan perangkat jarak jauh yang juga dikenal sebagai monitor atau probe. Hal ini sangat berguna untuk memonitor perangkat jaringan anda yang berada di beberapa lokasi. Dengan kata lain, anda dapat dengan mudah memonitoring perangkat jaringan anda di mana pun dan kapan pun. Dengan remote monitoring, anda dapat memastikan perangkat seperti server, router dan lainnya tetap berjalan dengan baik. Remote monitoring yang juga dikenal dengan RMON dapat membantu network administrator dengan kontrol dan manajemen infrastruktur jaringan yang efisien.

Remote network monitoring merupakan bagian dari Management Information Base (MIB). RMON mengumpulkan 9 jenis informasi dan diantaranya adalah bytes yang dikirim (bytes sent), statistik tuan rumah (statistic of host), paket yang dikirim (packet sent), paket yang dijatuhkan (packets that have been drop), dan masih ada yang lain. Seorang administrator jaringan (network administrator) dapat menemukan berapa banyak bandwidth atau traffic yang digunakan masing-masing pengguna pada jaringan dan website yang diakses.

Apa sebenarnya tujuan dari remote network monitoring bagi perusahaan anda? Simak tujuannya berikut ini

  1. Dengan pengoperasian offline, anda dapat merancang RMON untuk mengumpulkan informasi secara konstan. Hal ini berarti, sistem akan tetap memonitor jaringan anda meskipun komunikasi anda dengan jaringan RMON sedang offline.
  2. Tidak hanya itu, nilai tambah data berarti program RMON akan selalu menambah nilai pada data yang sebelumnya dikumpulkan.
  3. Hebatnya remote network monitoring, anda dapat memutar ulang semua informasi yang telah dikumpulkan, ketika anda terhubung kembali setelah terjadinya kegagalan dalam komunikasi. Hal ini membuktikan bahwa RMON selalu tersedia untuk anda.
  4. Dengan remote network monitoring, anda akan mendapatkan pemberitahuan jika masalah ditemukan. Karena RMON memiliki kemampuan untuk mengenali masalah-masalah tertentu dan terus menerus memeriksanya.

Lalu bagaiman dengan kelebihan dan kekurangan dari remote network monitoring ini? Untuk informasi tersebut, akan dibahas di artikel selanjutnya.

Referensi :

https://www.technopedia.com/definition/24844/remote-monitoring-rmon

http://www.networkmonitoring.org/remote-network-monitoring

21 May 2019
by Dewi
komputer, cloud sebagai ilustrasi

Hybrid IT : Penjelasan, Keuntungan, dan Tantangannya

Istilah network monitoring (monitoring jaringan) pasti tidak asing lagi bagi kalangan IT. Banyak keuntungan yang bisa anda dapatkan ketika perusahaan anda menggunakan alat monitoring jaringan seperti yang bisa anda baca dalam artikel ini. Di dalam artikel lain, kami juga menjelaskan bahwa ada 2 network monitoring berdasarkan penempatannya yaitu on cloud monitoring dan on-premise monitoring. Keduanya tentu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Lalu bagaimana jika anda ingin menerapkan on-cloud monitoring namun  perangkat yang anda memiliki tidak support cloud? Solusinya adalah hybrid IT.

Hybrid IT adalah sebuah teknik yang mana sebuah perusahaan menggunakan layanan in-house maupun cloud based untuk melengkapi seluruh kumpulan sumber daya IT nya. Hybrid IT juga disebut juga sebagai hybrid cloud. Lebih sederhananya lagi, hybrid IT model adalah memindahkan beberapa aplikasi dan beban kerja di cloud dan sembari memonitor perangkat secara on-premise. Untuk lebih jelasnya mengenai hybrid IT, baca penjelasan selanjutnya di bawah ini.

Apa Saja Keuntungannya?

Dengan hybrid IT yang memberikan hal terbaik dalam on-cloud maupun on-premise monitoring, anda bisa mendapatkan keuntungan dari cloud computing seperti berikut ini:

a. Lebih efisien. Dengan hybrid IT, akan lebih efisien untuk menyusun lebih banyak sumber daya komputasi sesuai kebutuhan.

b. Kemananan yang meningkat.

c. Lebih hemat biaya. Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan lagi untuk membeli perangkat keras tambahan maupun membayar tenaga kerja seperti teknisi. Dengan hal tersebut, anda akan menghemat biaya lebih banyak lagi.

d. Bandwidth cepat. Anda tidak perlu khawatir dengan bandwidth yang lambat karena dengan hybrid IT, bandwidth lebih cepat dan mudah untuk mengakses ke sumber daya atau layanan cloud.

Dari sudut pandang strategis, hybrid IT ini dapat membantu para pembuat keputusan IT untuk mensejajarkan platform teknologi khusus dengan aplikasi dan beban kerja tertentu.

Tantangan Hybrid IT

Ada beberapa tantangan yang harus anda hadapi ketika berurusan dengan hybrid IT seperti berikut ini:

a. Mengelola dan mengamankan perpaduan infrastruktur IT bisa mahal dan rumit

b. Berbagai infrastruktur IT yang terputus menyebabkan proses bisnis menjadi rusak, keterlambatan, dan gangguan pada layanan.

c. Teknologi yang lebih tua bisa sulit untuk diukur

Referensi :

https://www.technopedia.com/definition/26637/hybrid-it

https://helpsystems.com/blog/network-monitoring-tips-hybrid-it-environments

https://www.sungardas.com/en/about/resources/articles/what-is-bybrid-it/

17 May 2019
by Dewi
ilustration

End-to-end Monitoring

Apa yang dimaksud dengan end-to-end? Menurut artikel yang ditulis oleh Will Kenton, end-to-end menggambarkan sebuah proses yang mengambil metode atau layanan dari awal hingga akhir dan memberikan solusi fungsional yang lengkap, biasanya tanpa perlu membeli apapun dari partai ketiga. Biasanya end-to-end mengacu pada vendor yang dapat melihat sebuah proyek dari awal hingga akhir dan menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk menciptakan solusi yang bisa diterapkan. Istilah ini seringnya digunakan dalam sektor IT.

End-to-end Monitoring?

Lalu apa yang dimaksud dengan end-to-end monitoring? Maksudnya adalah memonitor ketersediaan dan waktu respon dari sudut pandang pengguna akhir atau end user. Ini memungkinkan perusahaan untuk memonitor aplikasi secara proaktif dan untuk memeriksa dan mencatat ketersediaan nyata dari layanan IT. Sama seperti yang terdapat dalam artikel yang ditulis oleh Walker Rowe, ia menyatakan end-to-end performance monitoring mengukur pengalaman pengguna akhir (end user experience). Ini dapat digunakan untuk memeriksa apakah web page maupun aplikasi mobile merespon lebih lambat dari normalnya. Sehingga apabila hal tersebut terjadi dapat segera diatasi. Menyambung pada pernyataan diatas, berikut ini adalah alasan kenapa end-to-end monitoring dapat memungkinkan perusahaan anda untuk mengelola dan meningkatkan jaringan secara proaktif seperti dalam artikel yang ditulis oleh Hein ini.

1. End-user Experience

Alasan yang paling utama saat perusahaan mengadopsi end-to-end monitoring adalah untuk meningkatkan end-user experience. Kenapa? Hal tersebut dikarenakan pengalaman pengguna akhir berfokus pada kinerjanya, merujuk pada perangkat yang mengakses sesuatu melalui jaringan. Dengan ini, network team dapat dengan mudah mensimulasikan perangkat untuk memeriksa kinerja jaringan bahkan ketika sedang tidak digunakan.

2. Perangkat dan Node Jaringan

Tidak hanya berfokus pada awal dan akhir jalur data, melainkan end-to-end monitoring juga dapat menganalisis setiap node jaringan untuk memeriksa kinerja pada setiap area jaringannya. Dengan ini, anda dapat mengamati kecepatan transfer data antara setiap node di jalur jaringan dan dapat pula membantu perusahaan anda menentukan node maupun perangkat yang menyeret kinerja jaringan. Dengan kombinasi analisis kesehatan perangkat, NPM anda dapat dengan mudah menentukan perangkat apa yang mungkin dapat mempengaruhi pengalaman pengguna akhir.

3. Menetapkan Garis Dasar Jaringan yang Akurat

Sampai pada daftar terakhir. Untuk memantau kinerja jaringan, salah satu langkah yang tak kalah penting adalah mengetahui garis besar dasar kinerja jaringan yang anda punya. Karena setiap jaringan memiliki tingkat kinerja yang berbeda. Namun biasanya, jika anda menerapkan end-to-end monitoring maka baseline memungkinkan tim anda dan NPM (network performance monitoring) untuk memahami bagaimana transmisi data di jaringan berperilaku dari asal ke tujuannya. Dengan melacak datanya, NPM dapat mengidentifikasi area masalah potensial di jalurnya.

Referensi :

https://www.investopedia.com/e/end-to-end.asp

https://solutionsreview.com/network-monitoring/end-to-end-network-performance-monitoring-the-basics/

16 May 2019
by Dewi
Internet ilustrasi

Bandwidth Monitoring

Bandwidth adalah istilah luas yang berarti ukuran laju bit dari kapasitas transmisi melalui sistem komunikasi jaringan atau kapasitas jaringan. Dalam beberapa artikel sebelumnya, telah dijelaskan tentang cara mengurangi penggunaan bandwidth pada jaringan. Tidak cukup hanya melakukan cara-cara seperti yang telah disebutkan dalam artikel sebelumnya, anda juga perlu me-monitoring bandwidth pada jaringan anda. Maka dari itu untuk artikel kali ini, mari kita bahas mengenai bandwidth monitoring. Bandwidth monitoring adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur ketersediaan nyata bandwidth pada sistem lokal. Bandwidth monitor dapat digunakan oleh end-user untuk mendapatkan gambaran sebenarnya dari ketersediaan bandwidth yang sebenarnya karena beberapa faktor yang terlibat dalam penyediaan internet berkecepatan tinggi. Pada umumnya bandwidth monitor merupakan subkategori dari manajemen bandwidth, yang mana seorang IT dapat meningkatkan bandwidth yang tersedia menggunakan strategi  yang berbeda.

Dalam artikel berbeda, dijelaskan bahwa bandwidth monitor dapat melacak penggunaan bandwidth di semua area jaringan – perangkat, aplikasi, server, link koneksi, dan lain-lain. Tidak hanya itu, bandwidth monitor juga menawarkan wawasan tentang pemanfaatan bandwidth jaringan serta analisis lalu lintas. Dengan bandwidth monitoring, anda dapat mengidentifikasi  sumber bandwidth hog, melihat sumber mana yang paling banyak menggunakan bandwidth dalam LAN anda seperti perangkat, server, maupun workstation. Tanpa menggunakan alat monitoring bandwidth (bandwidth monitoring tool), anda akan kesulitan untuk memahami apa yang sedang terjadi di jaringan anda. Berikut adalah hal-hal yang bisa dilakukan bandwidth monitoring tool untuk membantu IT professional yang ditulis oleh Kevin Jackson:

1. Memberikan Data Penggunaan Jaringan

Hal pertama adalah perangkat pengekspor arus (flows-exporting device) dapat memberi tahu Anda sumber, tujuan, protokol, dan volume lalu lintas serta memberi Anda gambaran kinerja jaringan yang lebih lengkap.

2. Menunjukkan informasi serangan DDoS

Selain hal yang telah disebutkan di atas dengan bandwidth monitoring tool, Anda dapat memantau lalu lintas yang keluar dan masuk pada perangkat sehingga Anda dapat mengidentifikasi apa atau siapa saja yang masuk dan keluar dari jaringan. Dengan hal ini, anda dapat segera meresponnya.

3. Membantu melihat lonjakan lalu lintas yang tidak biasa

Dalam sekali pandang, anda dapat melihat lonjakan trafik yang tidak biasa melalui bantuan alat bandwidth monitoring. Tidak hanya itu, anda juga dapat dengan mudah menggali lebih dalam ke aktivitas abnormal untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dan menyelesaikannya.

Ada banyak alat bandwidth monitoring yang dapat Anda pilih. Akan tetapi, jika Anda ingin sebuah alat yang mudah dan sederhana untuk digunakan maka NetMonk lah pilihannya. Kenapa harus NetMonk? NetMonk merupakan sebuah aplikasi network monitoring Indonesia yang dapat membantu anda untuk memonitor perangkat jaringan. Namun, tidak hanya itu saja karena NetMonk juga dapat digunakan untuk memonitor penggunaan bandwidth pada jaringan anda. Jika dibandingkan dengan alat yang lain, tentu NetMonk memiliki keunggulannya sendiri. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan jangan lupa kunjungi website kami untuk melihat informasi selengkapnya mengenai produk kami.

Referensi :

https://www.technopedia.com/definition/29393/bandwidth-monitor

https://www.tehnopedia.com/definition/5245/bandwidth

https://www.whatsupgold.com/best-practices/bandwidth-monitor/

https://www.helpsystems.com/blog/bandwidth-monitoring-101

13 May 2019
by Dewi
Ilustrasi IT operasional

Seperti apa Rasanya Bekerja Sebagai IT Operasional?

“Sebenarnya saya tidak ada ketertarikan khusus menjadi IT operasional. Tujuan saya ketika menjadi IT operasional adalah yang penting saya bisa membantu, juga dapat bermanfaat bagi semua orang dan tidak lupa bisa membagi ilmu pengetahuan yang saya punya.” – Islahudin (IT operasional Yakes Telkom)

Di artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang cerita dibalik menjadi Front-end, untuk artikel ini mari kita bahas seputar IT operasional yuk! Bagaimana dunia kerja dari seorang IT operasional? Dan lain-lainnya? Ketitik telah berhasil mewawancarai seorang IT operasional junior dari Yakes Telkom. Kira-kira bagaimana ya dunia IT operasional menurutnya?

Islahudin (21) adalah seorang IT operasional junior di Yakes Telkom dan kini hampir 6 bulan sudah ia bergabung di keluarga besar Yakes Telkom. Ia menjelaskan bahwa pekerjaannya sebagai IT operasional itu seperti IT helpdesk yang bertugas memastikan semua infrastruktur IT organisasi berjalan dgn baik serta semua software yang dipakai saat bekerja berjalan dengan baik guna mendukung proses kegiatan kerja.

Ketika ditanya mengapa tertarik menjadi seorang IT operasional, ia pun menjawab :

“Sebenarnya tidak ada ketertarikan khusus menjadi IT operasional, bagi saya yang penting bisa membantu dan bermanfaat bagi semua orang sama bisa membagi ilmu pengetahuan yang saya punya.”

Ia berpendapat bahwa pekerjaannya selama ini banyak suka dan dukanya seperti pekerjaan lainnya. Ia mengaku bahwa sukanya adalah banyak hal-hal baru yang bisa ia dapatkan. Sedangkan untuk dukanya adalah ketika libur, ia harus dituntut untuk tetap bekerja. Laki-laki asal Sulawesi Tengah ini bercerita bahwa selama 6 bulan bekerja di Yakes Telkom banyak cerita menarik yang susah dilupakannya. Salah satu yang paling susah dilupakan adalah ketika ada masalah di jaringan yang sesuai dengan bidangnya, yang mana tidak jarang dirinya harus membuat jalur untuk menarik kabel lagi. Dalam hidup, yang selalu menjadi inspirasinya selama ini adalah alm. Ayahnya.

Di akhir percakapan, Islan memberikan pesan-pesan bagi semua orang yang ingin menjadi IT operasional sepertinya.

“Pesan saya adalah untuk keseluruhan apapun pekerjaannya, dimanapun pekerjaannya cobalah untuk bekerja secara maksimal dan selalu ikhlas. Karena nanti pasti akan terasa kok hasilnya.” – Islahudin (2019)

12 May 2019
by Dewi

5 Fitur yang harus Ada dalam Network Performance Monitoring

Network Performance Monitoring (NPM) merupakan proses rutin untuk mengevaluasi, menganalisis, melaporkan dan melacak kinerja dari jaringan komputer anda. Hal ini memungkinkan administrator dan manajer untuk melacak kinerja dan kualitas keseluruhan layanan jaringan dari jaringan yang mendasarinya. Dari semua NPM yang ada, fitur-fitur yang diberikan tentu berbeda-beda. Meskipun begitu, ada beberapa fitur yang harus disediakan di setiap NPM, apapun tujuan utamanya. Fitur-fitur yang dimaksud di sini adalah dasar-dasar monitoring jaringan (network monitoring) yang baik, dan NPM harus beroperasi dengannya. Menurut Hein, terdapat 5 kapabilitas NPM yang paling penting. Berikut adalah uraiannya mengapa kapabilitas tersebut penting untuk tiap perangkat lunak monitoring jaringan.

1. Pemberitahuan dan Peringatan yang Real-Time

Permasalahan jaringan dapat terjadi kapan saja dan sebuah NPM yang baik akan memberitahu anda tentang permasalahan yang terjadi sehingga anda dapat segera memperbaikinya. Canggihnya lagi, NPM memiliki kemampuan untuk menyaring peringatan berdasarkan dampak potensial mereka terhadap jaringan. Hal ini berarti NPM mengurutkan dari masalah yang paling berat terlebih dahulu yang kemudian dapat segera ditangani terlebih dahulu.

2. Kesesuaian SNMP (SNMP Compatibility)

SNMP adalah kependekan dari simple network management protocol. SNMP menyediakan kerangka kerja (framework) umum untuk perangkat dan manajer monitoring jaringan untuk saling berkomunikasi. Perangkat jaringan yang kompatibel dengan SNMP yaitu seperti switches, perangkat IoT, dan komputer. Menurut Hein, SNMP memungkinkan alat monitoring (monitoring tool) dapat berkomunikasi dengan perangkat dalam bahasa bersama untuk merampingkan monitoring perangkat.

3. Peta Visual

Sebuah peta jaringan dapat membantu anda untuk membuat representasi visual dari jaringan anda. Beberapa NPM memiliki kemampuan pemetaan jaringan dan topografi sehingga anda dapat menggambarkan setiap perangkat yang terhubung. Sedangkan NPM yang terbaik, dapat memperbarui peta jaringan dengan real-time secara otomatis maupun terjadwal. Sehingga, anda tidak perlu lagi memperbarui secara manual peta jaringan setiap kali ada perangkat baru di jaringan

4. Skalabilitas

Sebuah taruhan yang bagus bahwa jaringan anda terus berkembang untuk mengakomodasi semakin banyak perangkat keras dan koneksi. Hal ini juga merupakan sebuah pertaruhan yang aman apabila NPM yang anda miliki terus memperbarui untuk mencerminkan kondisi jaringan anda saat ini karena NPM akan menangani skalabilitas dengan baik. Maka, jika perusahaan anda menjalankan banyak jaringan berarti anda harus memilih NPM yang dapat mendeteksi dan sepenuhnya memonitor setiap jaringan secara bersamaan.

5. Pelaporan Penggunaan Bandwidth

Salah satu statistic jaringan terpenting yang perlu dipantau perusahaan anda adalah penggunaan bandwidth. Karena jika sebuah jaringan terlalu dekat dengan kecepatan maksimum transfer data karena sebuah perangkat intensif sumber daya, maka anda harus segera disadarkan. NPM harus memberikan laporan tentang penggunaan bandwidth di seluruh jaringan secara teratur.

Itulah kelima fitur-fitur yang harus ada dalam network performance monitoring. Apakah NPM anda sudah terdapat fitur-fitur yang telah disebutkan di atas?

References :

https://www.technopedia.com/definition/29970/network-performance-monitoring

https://solutionreview.com/network-monitoring/5-features-every-network-performance-monitor-needs-to-have/

09 May 2019
by Dewi
Ilustrasi front-end engineer

Cerita Dibalik Menjadi Front-end Engineer

Teruslah belajar, karena di dunia digital, perkembangan sangatlah cepat dan kita dituntut untuk terus mengikutinya. Jangan lupa membangun network dengan bergabung di komunitas agar selalu bertemu orang-orang baru. – Arwani Ali (Front-end engineer Ketitik)

Di era digital seperti sekarang, orang-orang dari berbagai kalangan memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk berbagai keperluan mereka contohnya seperti berbisnis, berkarya, dan lain-lainnya. Media yang digunakan pun beragam yaitu seperti media sosial, website, dan lain sebagainya. Sama seperti halnya media sosial, website juga dapat dimanfaatkan untuk berbisnis maupun berkarya. Jika membicarakan tentang website, tentu anda juga harus memikirkan tampilan websitenya agar terlihat menarik. Terciptanya tampilan sebuah website yang bagus dan menarik visitor, tentu tidak lepas dari sentuhan tangan sang ahli. Siapa lagi kalau bukan front-end engineer. Seperti Arwani Ali, front-end engineer Ketitik, yang memegang peran penting dalam terciptanya tampilan website dan aplikasi Ketitik. Namun ternyata, tugas atau pekerjaan seorang front-end engineer tidak hanya memastikan tampilan website menarik. Apa sajakah itu? Yuk simak kelanjutannya dalam artikel ini, yang juga akan menguak cerita di balik menjadi front-end engineer.

Mas Arwani begitu sapaannya, sudah Lima tahun menggeluti pekerjaan ini. Menurutnya, front-end engineer itu merupakan ujung tombak sebuah aplikasi yang mana merupakan tanggung jawabnya. Karena aplikasi yang baik adalah aplikasi yang paling mudah digunakan dan harus memudahkan pengguna. Lulusan Institute Teknologi Sepuluh November ini, menjelaskan bahwa front-end itu meliputi UX dan UI. Tambahnya, UX alias user experience adalah bagaimana user dapat berinteraksi menggunakan aplikasi dengan nyaman dan mudah, termasuk flow bagaimana aplikasi dapat dengan mudah dipahami user. Hal tersebut harus lebih banyak riset karakter pengguna. Sedangkan UI atau user interface adalah desain detail dari aplikasi. Setelah flow aplikasi didapat maka langkah selanjutnya adalah mendesain tampilan akhir yang akan dilihat pengguna meliputi, tata letak, ukuran, pewarnaan, dan tampilan aplikasi yang eye catching.

Tentang menjadi front-end engineer

Laki-laki yang berasal dari Surabaya ini mengaku ketertarikannya terhadap pekerjaannya saat ini muncul yaitu dimulai pada tahun 2004. Ceritanya pada saat itu, tampilan website masih monoton, masih susah digunakan dan susah dioperasikan yang kemudian membuat rasa penasarannya muncul. Hal tersebut lah yang membuat Mas Arwani mulai tergerak untuk membuat tampilan website dan aplikasi menjadi lebih “awesome” dan mulai untuk belajar desain aplikasi web. Ia menambahkan, keahliannya dalam bidang ini ia dapatkan dari hanya belajar otodidak dan bergabung dengan komunitas-komunitas yang berhubungan.

Untuk mendapatkan inspirasi, mas Arwani mengatakan bahwa Inspirasi datang dari mana aja, apa aja, dan kapan aja. Misalnya saja ketika browsing, lalu menemukan aplikasi yang bagus, biasanya langsung dijadikan bookmark untuk dipelajari dan dijadikan inspirasi. Atau ketika melihat ada developer yang sukses membangun aplikasi yg ‘wow’, orang tersebut dapat menginspirasi saya, imbuhnya.

Pengalaman Menarik

Menjadi seorang front-end engineer selama 5 tahun, tentu mas Arwani memiliki pengalaman yang menarik untuk disimak. Salah satu pengalaman yang susah dilupakan adalah ketika dirinya masih memulai menjadi software developer dan waktu itu ia hanya mampu memodifikasi template open source. Akunya, ketika dipanggil wawancara di sebuah startup di Surabaya sebagai front-end engineer, ia diharuskan membuat tampilan aplikasi “from scratch” alias dari nol dan diberikan waktu hanya 1 jam saja. Tentu hal tersebut merupakan tantangan besar bagi mas Arwani karena sebelumnya ia belum pernah melakukannya. Jadi akibatnya, dalam waktu yang sudah ditentukan tersebut, ia tidak mengerjakan apa-apa.

“Setelah itu, saya pun meminta kesempatan kedua untuk mempelajarinya selama 2 hari saja.” Imbuh mas Arwani. Alhasil selama dua hari itu, saya pun tidak tidur untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Atas jerih payah akhirnya mas Arwani berhasil diterima kerja di startup tersebut.

Suka Dukanya

Tepat pada bulan Juni tahun ini, genap satu tahun sudah dirinya bergabung bersama Ketitik. Selama menjadi front-end engineer, ia mengaku di mana pun inshaallah tidak mengenal duka dalam bekerja selama ikhlas menjalaninya. Selama bergabung bersama Ketitik, ia belajar banyak hal baru yang belum pernah diketahui dan sangat senang telah bergabung dengan tim yang friendly dan saling support, tambahnya.

Pesan-pesan

Setelah kita mendengar cerita dibalik menjadi seorang front-end engineer, dimulai dari apa saja pekerjaannya, pengalaman menarik apa saja, hingga suka dukanya yang disampaikan oleh front-end engineer dari Ketitik, mas Arwani. Di bagian akhir ini, beliau ingin menyampaikan pesan untuk semua orang yang mungkin tertarik untuk menjadi seorang front-end engineer.

“Teruslah belajar, karena di dunia digital, perkembangan sangatlah cepat dan kita dituntut untuk terus mengikutinya. Jangan lupa membangun network tentang bergabung di komunitas agar selalu bertemu orang-orang baru.”- Arwani Ali (2019)

Semoga artikel kali ini dapat memberikan inspirasi bagi anda khususnya bagi anda yang ingin menjadi front-end engineer dan penasaran bagaimana cerita dibaliknya.

03 May 2019
by Dewi
network ilustration

5 Tips Meningkatkan Performa Jaringan Anda

Ketika performa jaringan yang digunakan oleh perusahaan berubah menjadi lambat, pasti sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan itu sendiri. Terlebih lagi jika perusahaan tersebut selalu bergantung pada internet untuk kelancaran bisnisnya. Jika tidak segera ditangani, maka bisa saja menimbulkan kerugian bagi perusahaan tersebut. Tapi tenang saja, anda dapat mengupayakan nya dengan cara sederhana dan mudah. Jika dalam artikel sebelumnya telah dibahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi Jaringan dan bagaimana cara mengatasinya. Maka untuk artikel kali ini, mari kita bahas tips-tips untuk meningkatkan performa jaringan. Apa sajakah tips-tips tersebut? Simak 7 tips cara meningkatkan performa jaringan berikut ini.

1. Kenali Jaringan Anda

Tips pertama yang harus anda lakukan adalah kenali jaringan anda terlebih dahulu. Tak kenal maka tak sayang. Hal tersebut berlaku untuk hal ini juga. Kenapa? Karena tanpa adanya pemahaman mengenai apa yang sebenarnya terjadi di jaringan anda, maka anda dapat dikatakan gagal untuk mengatasi masalah tersebut.

2. Batasi Penggunaan Jaringan

Pengguna (user) yang jumlahnya banyak ketika menggunakan akses jaringan dengan tugas sumber daya yang tinggi (high resource task) dapat mempengaruhi performa jaringan. Akibatnya dapat membuat jaringan menjadi lambat. Maka dari itu, anda perlu membatasi jumlah pengguna pada jaringan anda. Satu hal lagi yang harus anda lakukan adalah menciptakan guest network yang lebih aman untuk pengunjung namun tidak melanggar sumber daya perusahaan

3. Lindungi Jaringan dari Virus

Tips selanjutnya adalah lindungi jaringan anda dari virus maupun malware. Seperti yang telah diketahui, virus dan malware dapat mempengaruhi performa jaringan menjadi lambat dan lain sebagainya. Maka dari itu, anda harus menerapkan perlindungan terhadap jaringan anda dari malapetaka yang kerap disebabkan oleh virus.

4. Kompres Data

Mengapa anda harus mengompres data? Jaringan selalu memiliki batasan bandwidth. Dengan kompres data, tentu hal tersebut dapat membuat jaringan anda menjadi lebih cepat dari sebelumnya. Seperti ketika mengurangi ukuran file data yang bepergian di jaringan dapat membuat segalanya bergerak 4 kali lebih cepat.

5. Gunakan Alat Monitoring Jaringan

Jika berbicara mengenai bagaimana caranya meningkatkan performa jaringan, maka tips terakhir ini juga patut anda coba. Dengan menggunakan monitoring jaringan (network monitoring), anda akan dapat memonitor jaringan yang digunakan oleh perusahaan anda. Tidak hanya itu, ada banyak keuntungan yang akan anda dapatkan seperti yang terdapat pada artikel ini. Jika anda ingin memiliki alat monitoring jaringan yang dapat memberikan solusi dari permasalahan yang anda miliki tersebut cobalah NetMonk, network monitoring application in Indonesia, dari Ketitik. Percayakan monitoring jaringan anda pada kami karena kami siap membantu anda memonitor dan menganalisa jaringan. Kenapa harus NetMonk? Baca artikel tentang 5 alasan kenapa anda harus memilih NetMonk dari Ketitik.

Itulah kelima tips bagaimana meningkatkan performa jaringan yang anda miliki. Jika anda mengalami permasalahan serupa, jangan lupa untuk menerapkan tips-tips ini pada perusahaan anda ya. Ingat, semua permasalahan itu dapat diatasi dan pasti ada solusinya.

Referensi :

7 Easy Ways To Improve Network Performance

30 Apr 2019
by Dewi
Ilustrasi network

5 Faktor yang Mempengaruhi Performa Jaringan Anda

Jaringan yang performanya stabil dan cepat merupakan suatu hal yang dibutuhkan oleh semua orang. Terutama bagi perusahaan yang selalu memanfaatkannya setiap waktu. Namun apa jadinya jika performa jaringan yang anda miliki berjalan lambat? Tentu saja hal tersebut akan mengakibatkan semua pekerjaan tidak berjalan lancar dan dapat merugikan perusahaan. Dalam artikel kali ini, kami akan membahas apa saja faktor yang mempengaruhi performa jaringan. Berikut adalah 5 faktor yang dapat memperngaruhi performa jaringan anda.

1. Aktifikas yang Berbahaya

Apa yang menyebabkan aktifitas berbahaya ini? Contoh sederhananya adalah kegiatan yangb sering dilakukan semua orang seperti ketika sedang beraktifitas dengan menggunakan internet seperti mengunjungi website dan lainnya. Hal tersebut dapat membuat spyware, virus, dan malware masuk ke dalam jaringan anda. Jika hal tersebut dapat menyebabkan melambatnya PC dan lain sebagainya. Lalu apa yang harus dilakukan? Anda harus mulai menjalankan program antivirus dan selalu memonitor jaringan anda mulai sekarang.

2. Pengguna

Faktor kedua adalah pengguna. Ya, sadar atau tidak pengguna atau user merupakan salah satu yang dapat menyebabkan performa jaringan. Kegiatan sederhana seperti mengunduh file di internet atau menonton Youtube. Kegiatan tersebut dapat menyebabkan kinerja jaringan dan melambatnya koneksi internet.

3. Perangkat yang sudah Lama

Perangkat lama anda dapat mejadi salah satu faktor penyebab performa jaringan anda menjadi tidak baik. Bagaimana bisa? Jika anda masih menggunakan perangkat yang sudah lama terlebih perangkat yang sudah tidak layak, hal tersebut sama saja memaksa sebuah perangkat untuk terus bekerja dengan meningkatnya beban kerja. Langkah tepat yang harus anda ambil adalah perbarui perangkat maupun pemutakhiran peralatan lama untuk meningkatkan produktifitas secara keseluruhan.

4. Buruknya design Jaringan

Factor keempat adalah design jaringan yang buruk. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Hal ini dikarenakan, design jaringan yang buruk dapat mempengaruhi kinerja yang buruk pula dan dapat menyebabkan jaringan yang tidak dapat mencapai potensi penuhnya. Bagaimana cara mengatasinya? Sebaiknya, lakukan penyelidikan menyeluruh untuk menjamin solusi jaringan yang dibuat semua kebutuhan bisnis sebelum merancang jaringan anda.

5. Dupleks dan Ketidakcocokan Kecepatan

Ketidakcocokan dupleks jika digambarkan merupakan seperti dua mobil yang mencoba untuk melewati satu sama lain di jalan satu arah ketika berjalan berlawanan. Ketika dupleks penuh, PC anda mengirim dan menerima data dalam waktu bersamaan. Sebaliknya, PC hanya bisa mengirim atau menerima data ketika terjadi ketidakcocokan yang dapat menyebabkan lambatnya jaringan.

Sumber :

https://www.onemetric.com.au/about-us/blog/5-top-causes-of-poor-network-performance