Our blog

19 Feb 2019
by Dewi

Alat Network Monitoring dan Aplikasinya di Perusahaan

Bicara tentang network monitoring tools, kami juga membicarakan tentang perusahaan yang menggunakannya. Network monitoring tools digunakan untuk memelihara stabilitas jaringan, jadi perusahaan dapat mencapai ketersediaan tinggi. NetMonk adalah satu dari network monitoring tools yang dapat membantu perusahaan untuk sadar akan tujuan-tujuan ini. Sebagai sebuah network monitoring tools di Indonesia, NetMonk siap untuk menggantikan kerja manusia dalam memproses data jaringan, jadi NetMonk dapat memberikan informasi lebih komprehensif. Sebagai tambahan, NetMonk memiliki fitur lainnya yang dapat memberikan prediksi dari apa yang akan terjadi terhadap jaringan. Menggunakan NetMonk, network engineer akan mendapatkan informasi ketika perangkat akan mencapai ambang batasnya.

Perusahaan dan Network Monitoring

Perusahaan jenis apa yang sebenarnya bisa menggunakan network monitoring tools? Jawabannya sederhana. Perusahaan yang operasi bisnisnya network dependent dan memiliki banyak cabang perangkat jaringan. Perusahaan yang mengelola jaringan milik pelanggan dan memiliki batasan, network engineer juga membutuhkan network monitoring tools. Tanpa bantuan network monitoring dengan hanya mengandalkan suber daya manusia, perusahaan mengalami kesulitan memonitor jaringannya.

Contohnya adalah perusahaan telekomunikasi. Perusahaan telekomunikasi menyediakan fasilitas untuk komunitas untuk bisa berkomunikasi dan terhubung dengan satu sama lain. Network monitoring in telecommunications company membantu mereka untuk dapat menyediakan layanan penuh untuk pelanggan dan dapat menghubungkan ke kantor-kantor berbeda. Perusahaan yang masuk dalam kategori telekomunikasi adalah ISP (Internet Service Provider), CSP (Cloud Service Provider), Managed Network Service Provider.

ISP adalah sebuah perusahaan service provider (penyedia layanan) yang menyediakan sebuah akses ke media informasi. Salah satu layanan yang ditawarkan oleh ISP adalah sebuah layanan koneksi internet (Internet connection service). Perusahaan ISP membuat komunitas dapat terhubung satu sama lain. CSP (Cloud Service Provider) menyediakan layanana jaringan, infarstruktur, dan bisnis yang menggunakan cloud. Produk CSP dapat diakses oleh perusahaan dan individu menggunakan konektifitas jaringan. Managed Network Service Provider adalah sebuah perusahaan yang menyediakan layanan dalam management dan mendukung performa IT sebuah perusahaan. Dari kategori yang ada, dapat dikatakan bahwa perusahaan penyedia internet, perusahaan telepon seluler, dan perusahaan operator telekomunikasi seluler termasuk dalam kategori perusahaan telekomunikasi.

Kini, Ketitik membantu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk terutama IT Division untuk mengelola jaringan untuk bekerja secara optimal.  PT Telekomunikasi Indonesia Tbk memiliki 7 wilayah di seluruh Indonesia. Ketitik bekerja sama dengan Telkom daerah di Sumatra untuk mengoptimalkan performa dan memonitor perangkat jaringan.

Di satu wilayah, IT division menangani beberapa kantor cabang. Bayangkan jika perusahaan hanya mengandalkan pada sumber daya manusia untuk memonitor puluhan kantor cabang tanpa kesalahan, sumber daya manusia akan kewalahan. Network monitoring memainkan peran dalam menemukan mana jaringan yang berhenti dan mengetahui kapasitas dari ruang yang digunakan dalam jaringan. Gangguan jaringan dapat disimpulkan menggunakan data dalam network monitoring.

Sebagai tambahan untuk perusahaan telekomunikasi, NetMonk juga siap untuk memonitor jaringan bisnis milik perusahaan. Enterprise business adalah sebuah perusahaan komersial, industri, dan invetasi yang juga menggunakan internet untuk menjalankan bisnisnya. NetMonk siap untuk membantu perusahaan mendapatkan penghasilan, penghematan biaya, efesiensi biaya, dan mencapai ketersediaan tinggi. Jika anda memiliki permasalahan jaringan atau membutuhkan network monitoring application di bisnis anda, jangan ragu untuk mengenal NetMonk lebih dalam. Temukan nilai unik tentang NetMonk di NetMonk, Indonesian Network Monitoring Application.

18 Feb 2019
by Dewi

SNMP, Mekanisme Penting dalam Aplikasi Network Monitoring

Memelihara network performance merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan di sebuah perusahaan sehingga dapat mencapai ketersediaan layanan yang tinggi. Network management dibutuhkan untuk memelihara, mendiagnosis dan mampu menyediakan sebuah laporan lengkap untuk pengambilan keputusan dan rekomendasi perencanaan. Network monitoring tools adalah jawaban sehingga jaringan dapat dipelihara.

Supaya dapat membaca data dalam perangkat milik pengguna,  network monitoring tools butuh sebuah mekanisme seperti sebuah protokol. Kenapa membutuhkan sebuah protokol? Protokol dapat mendefinisikan fungsi dalam sebuah jaringan sehingga dapat mengirimkan pesan, data, dan informasi. Protokol bisa membuat penerima dan pengirim informasi dapat berkomunikasi dengan satu sama lain.

Salah satu protokol yang paling umum digunakan di Indonesia adalah Simple Network Management Protocol (SNMP). Sekitar tahun 1990 SNMP sudah mulai digunakan. Sampai sekarang SNMP menjadi sebuah standar de facto. SNMP mengelola peralatan yang terhubung ke IP (Internet Protocol) seperti switches, routers, and servers.

Kami butuh pemahaman lebih mendalam mengenai SNMP, mengingat SNMP adalah protokol yang paling umum digunakan di Indonesia. Ada dua hak utama dalam network management yang digunakan SNMP, bernama manager dan agent. Manager adalah sebuah tempat untuk administrator untuk mengontrol fungsi network management, sementara agent adalah hal yang terpasang untuk mengelola perangkat.

SNMP hanya memerlukan perangkat lunak kecil pada agent. Sebagai tambahan, SNMP juga menggunakan datagram UDP yang mana memiliki sistem sederhana untuk mengirimkan informasi. SNMP terlihat lebih sederhana karena memiliki perintah manajemen yang terbatas. Entitas manajemen akan mengirimkan sebuah perintah ke Get, GetNex, dan Set untuk mengambil satu variabel atau beberapa objek. Dapat dikatakan bahwa perangkat akan memberikan sebuah pesan jika SNMP mengirimkan sebuah perintah. Ini disebut pull atau tarik.

Disamping SNMP, ada banyak protokol yang dapat digunakan dalam network management. Namun di Indonesia, ada banyak perangkat-perangkat yang tidak mendukung menggunakan protokol selain SNMP. Protokolnya adalah Netflow, Sflow, Jflow. Telah dideskripsikan bahwa SNMP mendapatkan informasi dengan menarik, dalam protokol ini kami akan mendapatkan informasi tanpa bertanya atau memberikan perintah atau called push.

Ketitik adalah sebuah network monitoring application di Indonesia yang menggunakan SNMP untuk network management, karena memang di Indonesia, SNMP banyak digunakan. Tetapi hal ini tidak mengesampingkan kemungkinan, Ketitik mampu untuk me-monitor jaringan dengan protokol selain daripada SNMP sehingga dapat menjadi sebuah network monitoring analytic platform yang up to date dan dapat memelihara performa perangkat anda.

sources: binus.ac.id dan proweb.co.id

15 Feb 2019
by Dewi

4 Alasan Kenapa Network Monitoring Penting

Sekarang ini banyak perusahaan bergantung pada jaringan untuk menjalankan bisnis mereka. Jaringan tidak selalu tentang internet, tetapi juga tentang alat yang digunakan untuk mendukung menjalankan sistem operasional perusahaan seperti routers, switches, virtual servers, and wireless devices.

Setiap perusahaan memiliki keinginan untuk memberi layanan dengan ketersediaan tinggi (high availability). Bayangkan ketika jaringan mati dan tidak ada yang tahu, operasi bisnis perusahaan akan menjadi kacau dan juga dapat mengecewakan pelanggan. Sebagai tambahan, perusahaan juga dapat kehilangan produktifitas karyawan dan mengalami kerugian.

Jaringan sangat rumit dan dibutuhkan pemahaman, jadi network engineers memainkan peran penting untuk me-monitor, memelihara performa jaringan dan memastikan bahwa jaringan terus berfungsi. Kerumitan jaringan, membuat network engineers membutuhkan sebuah network monitoring application untuk memfasilitasi pekerjaan mereka. Berikut adalah 4 alasan kenapa network monitoring harus diselesaikan :

1. Mempertahankan Daya Tahan Perangkat

Data dalam perangkat milik pengguna dapat diambil menggunakan sebuah protokol, satu diantaranya adalah SNMP (Simple Network Management Protocol). Dari data-data ini, dapat diketahui permasalahan yang terjadi di jaringan. Notifikasi akan diberikan jika terjadi sesuatu yang salah dalam jaringan sebagai contohnya, ruang penyimpanan yang akan mencapai batas dan ada perangkat yang mati. Ini akan membantu network engineers memperbaiki permasalahan sebelum menjadi masalah yang besar dan menyebabkan kerugian. Dengan seperti itu jaringan bisa aman dan kinerjanya dapat terjaga.

2. Menghemat waktu dan Uang

Tanpa network monitoring akan ada banyak waktu yang dihabiskan dalam penelitian, menganalisa apa yang sedang terjadi dengan jaringan sehingga biaya akan membengkak. Network monitoring akan membantu network engineers untuk mengetahui dan memecahkan permasalahan jaringan secara cepat. Identifikasi jaringan dapat diselesaikan dengan cepat sehingga bisnis akan berjalan lancar dan memiliki efisiensi biaya sehingga keuntungan meningkat.

3. Penyelesaian Masalah (Troubleshooting)

Keuntungan lain adalah network monitoring dapat membantu network engineers untuk mengetahui perangkat mana yang bermasalah, jadi network engineers akan menghemat waktu dalam mendiagnosa permasalahan yang ada. Network engineers akan mengetahui apa yang harus dilakukan dengan perangkatnya karena  network monitoring memiliki informasi akurat tentang bagian mana yang salah dan penyebabnya.

4. Membantu Membuat Perencanaan

Data dapat membantu untuk membuat perencanaan. Network monitoring membantu anda untuk menganalisa performa jaringan dalam real-time sehingga anda dapat merencanakan apa yang harus dilakukan ketika perangkat mendekati ambangnya. Network monitoring dapat membantu untuk merencanakan setiap perubahan yang dibutuhkan dalam jaringan.

Keuntungan-keuntungan tersebut di atas pasti akan memberikan keuntungan untuk kelangsungan hidup bisnis anda. Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dari network monitoring, anda harus memilih network monitoring tools yang tepat. Memastikan network monitoring tools yang dipilih sesuai kebutuhan dapat memberikan informasi detil sehingga keuntungan  network monitoring dapat dirasakan oleh perusahaan sepenuhnya.

Indonesia juga memiliki network monitoring tools yang dapat membantu memberikan informasi detil tentang perangkat yang digunakan oleh perusahaan anda. NetMonk adalah network monitoring tools di Indonesia yang menyajikan sebuah dashboard sederhana yang mudah dipahami.

14 Feb 2019
by Dewi

Network Monitoring Analytics Platform Siap menghubungkan Dunia

Sekarang ini, setiap aspek kehidupan membutuhkan sebuah jaringan (network). Tentu saja, pengguna menginginkan sebuah jaringan tanpa gangguan sehingga dapat dengan mudah menghubungkan mereka ke dunia. Jaringan tidak hanya tentang internet tetapi juga perangkat-perangkat (devices) seperti CPU, RAM, storage, mini-PCs. Beberapa masalah dalam jaringan memotifasi Ketitik untuk mengatur teknologi jaringan (network technology) menjadi lebih berguna, jadi Ketitik menyusun network monitoring dan analytics platform.

Apa yang anda bayangkan ketika mendengar ‘Ketitik’? Mungkin anda berfikir bahwa Ketitik berarti kembali ke titik atau perusahaan yang berspesialisasi dalam bidang menulis. Kata Ketitik terinspirasi oleh pepatah Jawa, “Becik Ketitik, Ala Ketara” yang berarti kebaikan akan muncul dan pasti dihargai, dan hal buruk yang tersembunyi akan muncul kemudian. Pepatah ini mengajarkan kami untuk tidak takut melakukan kebaikan, dan ini adalah poin penting bagi Ketitik.

Tim Ketitik tidak takut memulai sesuatu yang baru dan berani menjadi solusi untuk network engineers. Ketitik adalah network monitoring analytics platform yang bersedia mendengarkan keluhan tentang jaringan dan akan menyediakan solusi dengan aplikasi berbasis web (web-base application). Mulanya, Ketitik memiliki ide analytic network untuk Usee TV. Ketitik dapat mengetahui tentang data, perangkat, penggunaan Usee TV, hingga tahap pembuatan profil data pelanggan. Sekarang, ide tersebut sedikit berubah, dan berbeda dari apa yang Ketitik lakukan.

Setelah 1.5 tahun beroperasi, sekarang Ketitik memiliki 3 produk. Produk pertama adalah NetMonk, sebuah network monitoring tools yang membantu network engineers untuk me-monitor companies devices. Produk kedua adalah SLA monitoring yang bertujuan untuk membantu perusahaan memonitor devices link uptime dan mengetahui tautan yang tersedia. Dengan SLA Monitoring, perusahaan dapat memperkecil restitusi mereka. Produk ketiga adalah Node Monitoring, yang dapat digunakan untuk perusahaan memonitor mini PC mereka. Ketitik juga dapat menjadi network consultant untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki masalah jaringan. Selain menyediakan solusi, Ketitik juga mampu mengurus alat-alat (tools) yang bermasalah, sehingga dapat digunakan secara optimal.

Ketitik’s Team

Bermula dari ide Haidlir Naqvi dan Doni Bahtiar di awal tahun 2017 Ketitik dibentuk menjadi sebuah start-up. Di pertengahan tahun 2017, tim Ketitik bertambah satu orang. Sampai tahun ini, Ketitik berkembang menjadi sebuah tim yang bersinergis. Tim Ketitik terdiri dari Doni Imam Bahtiar sebagai CEO, M. Gani Amri sebagai CTO (Chief Technology Officer), Zetil Himah sebagai CMO (Chief Marketing Officer), dan Haidlir Naqvi sebagai COO (Chief Operating Officer).

Sesuai dengan filosofi nama Ketitik, kami mengaplikasikan sebuah sistem kekeluargaan. Setiap anggota tim memiliki kebebasan memberikan opini dan ide. Alur kerja tidak menekan tim, jadi dapat membuat tim Ketitik menyediakan performa terbaik. Tim Ketitik tersebar di beberapa wilayah, tetapi hal tersebut bukanlah sebuah halangan. Tim Ketitik selalu berjuang untuk komunikasi yang baik dengan memanfaatkan fitur telekomunikasi untuk membagikan ide dan kemajuan pekerjaan.

Ketitik menangani beberapa masalah jaringan dengan menjadi konsultan. Hal ini memberikan network monitoring application sebagai solusi untuk lima wilayah dari Telkom IT Division. Telkom IT Division memiliki tujuh wilayah di Indonesia. Wilayah yang belum pernah ditangai oleh Ketitik adalah Jawa Barat (wilayah ketiga) dan Jawa Tengah (wilayah keempat). Mimpi Ketitik belum selesasi di sini, ada beberapa ide yang butuh dikembangkan lagi untuk bisa terhubung ke seluruh dunia. Di masa yang akan datang, Ketitik ingin mengembangkan analytical products, sehingga dapat menjadi referensi untuk pengambilan keputusan perusahaan.

Jangan ragu untuk bertanya tentang jaringan dan perangkat kepada tim kami. Kami akan memberikan performa yang bagus dengan solusi yang akurat dan detil. Temui tim kami di Jakarta Digital Valley, Menara Multimedia lantai 6, Kebon Sirih Jalan No. 12, Gambir, Kota Jakarta, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 10110, atau kirim pesan ke info@ketitik.com

12 Feb 2019
by Dewi
Network Graph

NetMonk: Aplikasi Network Monitoring di Indonesia

Pernahkah anda mendengar tentang network monitoring tool? Mungkin ini sebuah istilah teknik yang asing bagi kebanyakan orang kecuali network engineers. Bagi mereka, istilah ini adalah teman akrab mereka.

Network monitoring tool adalah sebuah software yang membantu network engineers untuk memonitor alat-alat jaringan (network devices). Dengan menggunakan alat ini, Network engineer memiliki kemampuan untuk mengetahui jika sebuah alat sedang hidup atau mati tanpa kontak secara langsung dengan alatnya.

Sekali alat anda mati, alat tersebut akan memberikan peringatan secara cepat. Kebanyakan network monitoring tools menggunakan SNMP atau Simple Network Management Protocol. SNMP adalah sebuah protokol yang memungkinkan network monitoring tools untuk mendapatkan status dan konfigurasi dari network devices secara sederhana.

Sekarang ini, jaringan adalah sebuah variabel penting dalam persamaan dunia digital. Ini menjadi satu dari pondasi yang menjalankan operasi bisnis di era digital, termasuk dalam perbankan, manufaktur, dan infrastruktur. Pada waktu yang sama, penyebaran dari pengguna digital online datang dengan konsekuensi bahwa jaringan juga harus kuat. Hal ini berarti bahwa dimensi jaringan (network) tumbuh cepat tetapi jumlah network engineer tidak dapat mengejar ketertinggalan. Hal ini mendesak setiap perusahaan yang menggunakan jaringan dalam operasi sehari-hari mereka untuk menggunakan sebuah alat yang membantu mereka untuk memonitor jaringan mereka. Kenapa? Jika porsi dari jaringan dalam perusahaan mati dan tidak terdeteksi, ini akan menghancurkan operasi perusahaan. Akan tetapi, perusahaan tidak perlu khawatir, ada cara untuk memecahkan masalah. Perusahaan dapat menggunakan sebuah network monitoring application untuk membantu network engineers untuk memonitor perangkat jaringan, jadi ketika masalah naik akan segera ditangani.

Bagaimana Kerja NetMonk?

network monitor

NetMonk adalah sebuah network monitoring di Indonesia yang merupakan salah satu produk dari Indonesian network analytics platform bernama Ketitik. NetMonk akan memonitor dan menganalisa perangkat dari pengguna. Setelah 1.5 tahun dioperasikan, sekarang NetMonk V.1 dikembangkan menjadi NetMonk V.2. NetMonk versi terbaru ini memiliki fitur lebih berguna dan dashboard yang bersahabat yang dapat dengan mudah digunakan oleh pengguna.

NetMonk V.2 memiliki forecasting analytic system yang dapat memprediksi umur dari sebuah perangkat. Ketika perangkat mencapai perkiraan usianya, NetMonk akan mengirimkan notifikasi melalui Telegram kepada pengguna. Dengan menggunakan NetMonk V.2, network engineers dapat memproses data yang mereka dapat. Untuk memproses data, pengguna dan Ketitik terhubung menggunakan API (Application Programming Interface). Kami dapat menggambarkan kesimpulan bahwa NetMonk adalah network monitoring application yang bersahabat karena dapat menunjukkan data dengan dashboard yang mudah dimengerti.

24 Jan 2019
by Dewi

Cloud Monitoring VS On-Premise Monitoring, Which is Right For You?

Network monitoring is very important to do if your devices got damage so, you can anticipate it. Networks monitoring is very helpful for network engineers in their work. There are 2 types of network monitoring namely cloud monitoring and on-premise network monitoring software. Cloud monitoring is cloud-based monitoring. Whereas premise monitoring software is software that is installed and operated by customers from server in-house and computing infrastructure. Which one is more efficient in cost? Cloud monitoring or premise monitoring? The following is a further explanation of both.

Cloud Monitoring

Cloud monitoring is a process of monitoring, reviewing and managing the operational processes of cloud-based IT infrastructure. Cloud administrators can switch operational status and use any cloud-based device. Not only that, but cloud monitoring is also very helpful to improve the performance of all infrastructure at a modular level. Network engineers began to switch to On Cloud monitoring because of the practicality. What benefits do you get if you use cloud monitoring? Cloud monitoring provides several benefits including you can access your platform remotely from any device with the availability of navigation, not only that you can also manage your solution more easily, and finally you get the ease and speed of configuring it. However, the disadvantage is that you do not have full ownership of the data that you have.

On-Premise Monitoring

The on-premise software is also called shrink wrap. Unlike cloud monitoring, premise monitoring is customers must provide everything like hardware, server in-house, software license, IT staff, and integration period and is responsible for their security and management. The advantage of compiling using premise monitoring software is that you can control the security data and performance that you can rely on. The disadvantage is that expensive is expensive and impractical.

The differences between the two in term of price is cloud software valued at monthly and annual subscription with an additional cost of support, training, and renewal, while on-premise is valued with a one-time license fee with an additional cost of support, training, and renewal. If you want to see which price is more efficient between cloud monitoring vs premise monitoring, as an illustration, the following is the comparison of license cost from Ketitik and another brand. The number in this diagram is in Rupiahs and this fee does not include indirect costs.

So, to answer the question of which is more efficient between the two is depending on your need. If you need flexible and practical monitoring, cloud monitoring is more efficient. While if you want to buy a server from the vendor or already have a server that is not in use, on-premise can fulfill your need. From the data above, it is clear that the cost of NetMonk from Ketitik is cheaper not only that but also can fulfill your need. So, if you need cloud-based and on-premise monitoring, NetMonk, network monitoring application in Indonesia, will provide the best services as you need.

References :

https://www.helpsystems.com/resourcesarticles/on-premise-vs-cloud-network-monitoring

https://www.technopedia.com/definition/29862/cloud-monitoring

https://www.technopedia.com/definition/26714/on-premise-software

19 Jan 2019
by Dewi

Network Monitoring with Proactive Maintenance

Network monitoring has a function that is very important for network communication that you have. Is it goes down, or other involvement occurs. Network monitoring is very useful for problems if this problem occurs so that it can save time and money. There are now many network monitoring applications or tools that you can get free or paid for. The level is different and the average network monitoring is at a reactive maintenance level and there is also proactive maintenance.

Reactive maintenance also known as breakdown maintenance that repairs the damage is then returned to normal operation by repairing or replacing damaged components and tools. While proactive maintenance, In other words, it can see further if there is damage so that it can take action before this happens. After seeing the explanation above, reactive maintenance and pro-active maintenance have their respective advantages. There are several networks monitoring that are already at the level of reactive maintenance and proactive maintenance. One of the networks proactive maintenance is NetMonk from Ketitik.

NetMonk is a network monitoring from Indonesia that has been proactive. Unlike other network monitoring applications, NetMonk has several features that other applications do not have. These features include NetMonk using notifications from Telegram applications that use far more efficiently and practically than using SMS notifications or emails that are at risk of spam. But NetMonk also uses email as a notification. The dashboard features are also very informative and easy to understand. As in the picture below.

From the picture above, there are several boards such as device status, link utilization, gateway status, CPU, RAM, and storage. Through the board above, and can find out the status that is happening. For example on the status of the board device, information about Up and Down. It is known that the number dropped by 9 and that rose 6. Why on this board there is only a list of devices that just dropped? This is because the devices that come down are more important to be repaired immediately. NetMonk has the filtering feature as above which is very useful for engineers in its use. NetMonk, is network maintenance that can see network traffic information and as the best monitoring tool you can choose. To see first hand how NetMonk works, the network monitoring application in Indonesia, visit our website and see the demo directly.

Reference :

https://www.omega.com/technical-learning/Proactive-Maintenance-vs-Reactive-Maintenance.html

16 Jan 2019
by Dewi

The Problems in Network Devices

Network devices have an important role so they need to be monitored. Some network devices include Switch, Bridge, LAN, router, HUB, and others. If the network devices are not monitored properly and are damaged then this can cause the loss in terms of time and material. That is one of the functions of network monitoring. You have nothing to lose if you monitor your network devices. In this article, we will discuss problems or damages that often occur on a network device. The following are network devices and problems that often occur :

Read more

14 Jan 2019
by Dewi

Open Sources in NetMonk

The term open source is no stranger to developers and engineer. Open source is referring to a program that its source code can be changed freely, modified, and copied as much as possible by user or developer. Not only that, but the user also can use it for any purposes. However, you must follow the rules because open source is a sign of certification from the OSI (Open Source Initiative). The example of open source software is Ubuntu Linux. Unlike open source, you can not use close source freely because you can not get the source code. The example of this close source software is Mozilla FireFox, Chrome, and the popular one is software Microsoft Windows.

Read more

12 Jan 2019
by Dewi

What is API?

The API stands for application programming interface is a software that can receive calls or requests from other software such as applications and websites that provide services. In other words, the API is a software that allows or connects two applications. Not only that the API is also used to create software and applications by developers. You can find APIs in everyday life such as when you book a hotel, send messages, order food online or when downloading software. How did this happen? The process is like this when you use the application or do the activity, the application connects to the internet and sends data to the server. After that, the data is taken and translated by the server which then takes the necessary action as a result and then sent back to your smartphone. After receiving the data, the application translates it and then provides the information you want in an easy-to-read way. With the API all can run smoothly and make it easy.

Read more