Bagaimana NetMonk memonitor Server Anda?

06 Aug 2019
by Dewi

NetMonk merupakan aplikasi monitoring jaringan yang dapat me-monitoring perangkat jaringan seperti yang sudah dijelaskan pada artikel-artikel dalam blog ini sebelumnya. Selain perangkat jaringan, NetMonk juga dapat me-monitor server. Server adalah program atau perangkat komputer yang menyediakan layanan untuk program komputer lain dan penggunanya, juga dikenal sebagai klien. Dalam data pusat, komputer fisik bahwa program server berjalan juga sering disebut sebagai server. Mesin itu mungkin merupakan server khusus atau dapat digunakan untuk tujuan lain juga. Menurut Rouse dalam artikelnya disebutkan bahwa server dibagi berdasarkan tujuannya yaitu seperti web server, application server, proxy server, mail server, virtual server, dan lain sebagainya.

Sebagaimana perangkat, server juga dapat bermasalah. Untuk mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh masalah tersebut, monitoring adalah solusi yang tepat. Ada banyak alat monitoring jaringan (network monitoring tool) yang ada di pasaran namun NetMonk, aplikasi monitoring jaringan, bisa Anda jadikan pilihan untuk me-monitoring server di perusahaan Anda. Kenapa Anda harus memilih NetMonk dari pada produk serupa dari vendor lain? Jawabannya cukup sederhana, NetMonk dapat memberikan solusi yang paling tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada server perusahaan Anda.

Bagaimana Cara Kerja NetMonk dalam Memonitoring Server?

NetMonk merupakan monitoring jaringan (network monitoring) yang memanfaatkan 2 protokol yaitu protokol SNMP (Simple Network Management Protocol) dan protokol ICMP (Internet Control Message Protocol). Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda. SNMP memiliki fungsi untuk melihat keadaan suatu perangkat sedangkan ICMP berguna untuk mengetahui hidup atau mati nya suatu perangkat. Sebelum NetMonk me-monitoring sebuah server, Anda harus menginstal SNMP daemon terlebih dahulu dalam server Anda. Kenapa? Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dalam me-monitoring NetMonk memanfaatkan SNMP. Setelah Anda sudah menginstal SNMP daemon dalam server, langkah selanjutnya akan ada agen yang bernama SNMP agent yang akan meminta data kemudian data tersebut akan masuk ke data base. Kemudian dalam dashboard NetMonk akan dilakukan analisis terkait data terbaru dan data historis. Sehingga Anda bisa mendapatkan data dan informasi lengkap yang ada dalam server Anda. Untuk mengetahui selengkapnya mengenai dashboard NetMonk, Anda bisa melihatnya demonya di sini.

Bagi Anda yang tertarik dengan NetMonk, monitoring jaringan Indonesia, dan ingin mengetahui lebih lanjut mengenai produk kami silahkan langsung hubungi customer service kami melalui website kami di sini.

Referensi :

https://www.techtarget.com/definition/server